P R O L O G
SEBUAH NAMA telah tercipta ketika seorang anak lelaki turun ke bumi dan memilih untuk hidup, M. Aditya Athaillah . . . ya, begitulah nama Sang Penulis novel ngga jelas dan galau ini jika di tulis di lembar jawaban komputer Ujian Nasional tapi bisa juga di panggil Adit dan terserah kalian deh manggilnya gimana. HARI PENUH CERITA teruslah berjalan membawaku pada LAMUNAN DI PESISIR SUNYI dalam fase remajaku, di mana dari itulah tertulis novel ini yang ngga tahu kenapa aku jadi nulisin dan semoga kalian ngga nyesal baca nih novel ya, hehe.
Dalam cerita di novel ini benar-benar mengulas pengalaman pribadi penulis yang benar-benar galau deh, di mana novel ini mengisahkan tentang cinta kala putih abu-abu yang begitu indah, yang di mana berawal dari mataku ini memandang seorang dara jelita yang membuatku harus mengenalnya dan akhirnya hari-hari begitu indah terjalin antara aku dan dia walau tanpa satu kata “ CINTA” dapat terucap DI PENGHUJUNG JALAN ini, dan yang bisa ku ucapkan hanyalah kata SELAMAT TINGGAL untuk tulisan terakhir pada EPISODE YANG USAI tersebut, yakni saat perpisahan aku dan dia. Di mana hanya kesunyian yang menghuni jiwaku dalam birunya hari, seperti pada 17 MEI- 29 SEPTEMBER, benar-benar cerita yang tak ada letihnya dan tak ada habisnya tuk di ceritakan hingga nanti.
Ku harap sebuah cerita yang terlahir dari saat aku dan dia terhanyut dalam suasana LANTUNAN LANGIT SENJA ini dapat kalian nikmati hingga pada LEMBARAN TERAKHIR novel ini, dan semoga ini bukanlah karya yang TERINDAH DAN TERLUPAKAN begitu saja setelah kalian beli, baca, menyesal dan lempar. Tapi di sini saya pribadi sebagai penulis berharap agar novel yang saya cipta ini dapat di nikmati hingga AKHIR DETIK DI BUMI nanti.
Banjarmasin, Agustus 2012
Penulis,
C O N T E N T S :
P R O L O G
BAB I Di Penghujung Jalan
BAB II Sebuah Nama
BAB III Lamunan Di Pesisir Sunyi
BAB IV Selamat Tinggal . . .
BAB V 17 Mei – 29 September
BAB VI Lantunan Langit Senja
BAB VII Hari Penuh Cerita
BAB VIII Episode Yang Usai
BAB IX Akhir Detik Di Bumi
BAB X Terindah Dan Terlupakan
BAB XI Lembaran Terakhir
B I O F I L E
THANKS TO . . .
BAB I
DI PENGHUJUNG JALAN
( Senin, 16 Mei 2011 - 10.30.45 Wita di SMAN 7 Banjarmasin )
Sorak-sorai tanda kelulusan akan begitu jelas terdengar beberapa menit lagi, namun bagi ribuan wajah masih terlihat begitu tegang akibat ada siswa yang bercanda dengan mukanya yang nggak rata “ woiii.... !!! katanya satu orang ada yang ngga lulus!!!”, dan tentu saja ngga lucu banget deh tu anak dan membuat nafas kami sangat sesak untung ngga ada yang asma, tambah ada ortu lagi di sana, benar-benar bagai tagihan utang pada bulan tua, apalagi buat orang yang ngga berani buka HP pas ujian langsung naik darah deh atau gawatnya lagi salah buka kunci jawaban JGEEEERRR !!!!. Namun, ketika amplop kelulusan itu di bagi kepada semuanya, rasanya benar-benar plong bagai hidup kembali setelah termenung menunggu kenyataan yang mendebarkan layaknya menarik kartu AS di tumpukan kartu remi saat jaga malam di Pos Kamling. PENGUMUMAN !!! LULUS 100% ! Senin 16 Mei itu benar-benar akhir yang bahagia dari sebuah perjalanan putih abu-abu ini, di mana aksi coret-coret baju hingga demo kelilling kota dan cebur ke sungai merupakan fenomena yang hanya bisa disaksikan sekali dalam seumur hidup untuk merayakan hari kemenangan bahkan polisi pun juga ikut-ikutan meramaikan acara konvoi keliling kota sebagai pengawas kalo ada anarkis, tapi loe bakal nyesel deh kalo ngga ikut, karena itu adalah selebarasi masal anak SMA. Dalam hatiku sangat bahagia karena dapat menyelesaikan studi di SMAN 7, dimana merupakan sekolah paling favorit di dunia ( mudahan..), namun sisi lain hati berkata, Apakah ini akhir dari perasaanku terhadap melly? Apakah akan terulang kembali saat-saat seperti yang dulu lagi? Kenalkan, melly adalah wanita yang ku kagumi semenjak semester 6 kelas 12, ku masih ingat hari-hari indah yang ku rasakan waktu dulu, dimana kami selalu berdua, berbagi cerita, tertawa dan saling curhat tiap malam lewat sms, bahkan saling berpuisi tiap malam habis shalat Isya, sambil belajar . . ya belajarlah, kan mau UN walau sebenarnya nanti juga membuka HP, Sssssttt...! rahasia umum, tapi tetap harus di rahasiakan, kenapa ya? Tapi jawaban itu tidaklah pentiiing di bandingan bocoran soal, kalau ada siiihhh...., eh balik ke melly, biasanya melly sering minta di bikinin tugas yang di beri Pa Mugiya, guru Bahasa Indonesiaku, The Best laaahhh ...., nah dari tugas seperti bikin puisi, pantun, gurindam, dan cerpen atau apa pun ku laksanakan, aku juga bingung kenapa dengan mudahnya aku selalu menuruti keinginannya, padahal jelas-jelas dia udah ada yang punya, tapi bagiku walau dia sudah ada yang punya, aku tak akan menyerah hingga nafas ini berakhir, walau dunia enggan tertawa kepadaku lagi.
Hari-hari terus berganti tinggalkan bayang yang tersisa dan cerita ini mulai ngga nyambung,hhe bercanda. Selama SMA biasanya pas hampir UN dilaksanakanlah jam belajar tambahan atau pengayaan ( di baca: penganiayaan ) dengan harapan agar siswa kelas 12 dapat lulus, walau sebenarnya HP di sini merupakan senjata pamungkas yang kudu di bawa apa pun yang terjadi, marilah kita korbankan jiwa, raga dan seluruh tumpah darah demi agar kita dapat mencoret baju dan konvoi keliling kota uwoooohhhh.....!!!!!!!!!!!!!!!!, tapi ternyata memang sulit untuk melepaskan baju putih abu-abu ini dari tubuh kita friend, karena perlu perjuangan dan do’a dari ortu, keluarga, sahabat dan selanjutnya, serta biaya buat bimbel, dan juga buku-buku try out, ojek . . . ( bagi yang kenal anas ) nah, memang benar sakit kepala, tapi itu adalah cerita indah di penghujung masa putih abu-abu ini, namun karena di sekolah aku menemukan sosok yang ku anggap sebagai bidadari, yeaah si Melly, nah karena ada dia, aku jadi semanggggkkkkaaaa !!!!! ( di baca: semangat ) untuk membantai habis soal-soal untuk UN dan lain hal sebagainya, ada pada satu malam entah mengapa saat ku duduk sendiri menatap bintang-bintang yang berdansa, tiba-tiba seketika itu terlintas bayangan melly di pikiranku, aku tak mengerti ? mengapa ini bisa terjadi, padahal bagiku melly hanya teman yang selalu menghabiskan uang ojekku untuk makan roti bakar di kantin sehat smaven ( di persembahkan oleh teh botol sosr# ), namun kali ini ku tak bisa mendustai perasaan yang telah mengusik pikiranku tiap malam habis belajar, jangan sampai cinta ini mengacaukan rumus fisika yang begitu banyak, itu belum lagi matematika, kimia dan biologiiiiii yang sangat banyak bahasa bukan banjarnya, apalagi guru fisika selalu memberi ulangan tiap masuk 2 jam pelajaran, kerpean pun tak berdaya di hadapan soal-soal ibunya, tapi aku beruntung, wajahku yang imut-imut sok playboy ini mengundang kesan anak baik di mata ibu fisika, namanya ibu Wiji Rahayu, nah tu biasanya punya langganan anak yang di marahi, terutama bule dan juga yandi, kalau yandi itu sudah di blacklist ibunya suka pacaran teruuuusss dengan teman sebelah kelasss, jujur saya tidak merestui cinta tahi cecak ( yandi kulit putih dan sebaliknya . . . hehe ).
Eh tunggu . . kenapa jadi cerita si yandi? Ngga penting benget deh ( sorry bro J,hehe ). Yak, kita balik ke cerita masa putih abu-abu, benar kata orang zaman dulu, putih abu-abu memang merupakan masa terindah, di mana persahabatan akan sangat terasa begitu hampir mendekati farewell day, benar . . apalagi bila engkau mencintai seseorang, namun begitu sulit tuk mencari moment yang tepat untuk mengatakannya, di mana pada satu sisi hati merasa takut dan bimbang, namun pikiran terus membombardir semangat tuk ucapkannya meski hanya dengan tulis tangan pakai kertas kerpekan, ada rumus hitungannya lagi, tapi itu begitu romantis, ??? apanyaaa......%,,,??)> kyuhuhuhu. Karena memendam cinta bukanlah hal indah, namun sebaliknya.
“benar kata orang zaman dulu, putih abu- abu memang merupakan masa terindah, di mana persahabatan akan sangat terasa, begitu hampir mendekati farewell day.”
( Tahun 2008 )
Balik lagi kita menengok ke arah kenangan, waktu lonceng bersenandung saat aku masih duduk di kelas X, aku memasuki kelas X-2, dimana pada kesempatan itu, Tuhan mempertemukan aku dengan dara jelita, tapi waktu itu aku menilai melly anak yang sombong, selama satu semester dia duduk di samping vany tepatnya jika di gambarkan dengan sistem periodik unsur ( aku anak kesayangan ibu sifa yang pertama kali dimarahi ) melly berada pada golongan VIIIA periode 1, sedangkan aku pada golongan IIIA periode1 juga tepatnya face to face sama guru, sulit tuh mengerpek, tapi apa pun yang terjadi melly tetap cantik. Menurutku, dimataku, dan dalam benakku tak ada yang indah , tak ada rindu yang mengacaukan irama detak jantungku, karena waktu itu aku nekat menembak teman satu kelas juga, namanya Rini Wardila, aku juga tak mengerti padahal lagu peterpan juga tak ada kata-kata dalam liriknya tuk menembak dengan menggunakan metode sekaleng sprite, tapi yang ada aku di tolaknya, rini wanita pertama yang ku tembak seumur hidupku, dengan niat hanya main-main cari sensasi, seleb gituuu....., tak seperti teman-temanku yang lain , selalu main dum apa pun yang terjadi, makanannya pentol otong . . sekedar informasi pentol otong tak lengkap bila tanpa bawang goreng, loe jangan ngaku anak smaven klo nggak pernah makan pentol otong dan pencok adul....., plus bakso Ujang.
Hari berganti kian berlalu begitu banyak cerita yang ku kenang, sebenarnya langkahku sangat berat berpijak di smaven ini, karena aku mencintai seseorang dan dia masih berstatus siswa SMP, namun waktu harus memisahkan aku dan dia tanpa ku ucapkan kata “ aku mencintaimu “, kepadanya, bagaimana caranya? Dia terlalu kaya, sedangkan aku apa? Aku hanya lelaki biasa yang tak memiliki apa-apa selain mimpi dan cinta, aku hanya bisa berangan tuk memeluknya, tuk tertawa bersama, dan akhirnya aku menyadari “ mencintainya adalah hal terindah dalam hidupku, dan saat ku harus melupakannya adalah luka terindah dalam hidupku ”. Saat wajah manis datang menghapus perih, aku tak berdaya dan aku terseret jauh dalam indahnya khayalan tuk bersamanya ( namanya nawal ) yang tak dapat ku mengerti, mengapa aku bisa fallin in love with her, padahal kami hanya berbicara saling olok-olok atau ejek-mengejek saja, namun ternyata tak bisa di pungkiri saat dia tak masuk sekolah, aku merasa kesepian, kenapa aku merasa hampa tanpanya, nah dari situ ada yang beda denganku, apalagi saat aku menemani temanku mengambil helm ( namanya Andre ) usai shalat Ashar, waktu kami berpa-pasan entah mengapa aku terdiam seribu bahasa ( indonesia, inggris, melayu, jerman, belanda dan banyak lagi ) tatapan mata itu begitu tajam perlahan menembus ruang hati dan rasa dan mengacaukan irama detak jantungku, seakan yang semula berdetak normal, menjadi gebukan drum eno netral ... , dug . . dag . . dig . . dug . . tak . . tak . . lalu di hajar tetangga bak . . buk . . bak . . buk . ., hhe. And once upon a time . .
“Woooo.... adiiiitttt..... !!!!!!!!!”, teriak nawal.
Namun aku hanya mampu terdiam, tubuh ini menjadi salah tingkah, seharusnya aku stay cool tapi jadi terlihat bodoh, seperti pada drama-drama serial cinta anak muda, tiba-tiba wajahnya bersemi dan terdengar musik latar yang datangnya entah darimana, namun ini berbeda, skenarionya belum di buat, dan tak ada lagu, yang paling cuma suara satpam ( Pa Thamrin ) yang memanggil, “ oy . . lajui abah nyawa meambili sudah “ atau “ yang merasa kehilangan dompet datang ke kantor” dsb. Lalu nawal pun beranjak perlahan tinggalkanku, dan semenjak itu aku terus memikirkannya hingga kini.
“ mencintainya adalah hal terindah dalam hidupku, dan saat ku harus melupakannya adalah luka terindah dalam hidupku ”.
Tapi bagaimana pun juga, dia bagaikan bidadari yang datang dari surga tuk menghapus sepi, dan memberi semangat karena UN hampir mendekati, dan perang akan di mulai “ DUAAAAARR!!!! ”, kehadiran nawal waktu itu begitu tepat momennya, hingga tanpa ku sadari aku merasa hormon adrenaline ku terpacu untuk dapat mengukir prestasi dan ternyata aku menjadi juara 1 lomba membuat kartun Islami, ya iyalaaaahhh . . peserta Cuma gue yang tuaaaa!!!! ( anak kelas 9 nya , hhee ) , bahkan sampai ada yang tergila-gila dan sampai minta ajari cara menggambar kartun yang baik dan benar, saaayangnya dia cowok, bukan cewek jauh kenyataan itu adalah nawal. Guys, sekadar info orang yang menilai gambaran gue yang amburadul itu namanya pa Jaya, tapi beliau sudah meninggal, karena serangan kencing manis, Inna lillahi wa inna ilaihi raa ji’un. Itu terjadi waktu hari rabu tepatnya waktu aku duduk di kelas X, jadi kami dari smaven pergi ke sabilal ( SMP ), dan di sana ada adik kelas yang minta nomor gue, kebetulan sekali dua kali bahkan tiga kali, wajahnya sangat mirip dengan nawal, seandainya ada ilmuwan yang menciptakan alat perngukur kemiripan wajah di planet ini, pasti angkanya menunjukkan cewek itu 97% mirip nawal, and her name’s farah.
Tiap malam kami saling balas sms, maklum yesterday we don’t have Facebook, jadi yah rajin gue akhirnya beli pulsa. Meskipun demikian, nawal tetap saja waktu itu terus membayangiku, seakan selalu terlantun kerinduan yang mendalam sampai kapankah hati ini mampu membendung rasa rindu ini, akankah hatiku selamanya untuknya, dan ribuan pertanyaan romantis dengan unsur lebaaayyy sedikit, biar seru. Dan akhirnya ku tersadar dan percaya cinta tak harus memiliki, ada kalanya rindu dan menunggu terasa indah meski dunia berkata sebaliknya. Namun, di sana ( di smaven ) akhirnya gue temukan pelampiasan , yah lumayan rini juga keren dan manis, walau hati ini tak pernah mencintainya. But, perjalanan cintaku tak hanya segitu saja, di ujung semester 2 lelaki gagah ini nekat menembak kakak kelas, kelas 12 lagi namanya kiki, nah waktu itu aku menembaknya hanya dengan permen, tapi tulisannya itu langka, permen bertuliskan “ I LOVE U “ itu langsung ku lempar dari bawah dengan menggunakan prinsip gerak parabola di mana cos tetap terletak pada sumbu x menurut diagram cartesius, syukurnya hukum gravitasi berpihak padaku, dimana g= 10 m/s2 hingga permen tersebut sampai tepat di depan kiki, dan akhirnya kiki mendapat permen tersebut, waaahhhh!!!!!! Kakak kelas 12 IPA II pada ribut, “ wwaaaa....!!!! kiki di Tembaaaaakkkkkk !!!!!”, sejak saat itu akhirnya kiki merasa not enough when I near her and the last, di kantin waktu habis makan nasi goreng kentucky istri pa suriani pasukan kelas 12 Ipa 2 mau ngehajar ku, dan aku cuma punya satu cara, yak yaitu dengerin ajah ejekan mereka, and I must stay cool for this problem, dan akhirnya lari lewat jalan pintas, yaitu parkiran kendaraan, walau becek asalkan selamat.
Tapi seiring bergantinya hari, ternyata nawal tak ada di smaven, ku hanya bisa tersenyum tuk mengikhlaskannya, waktu itu aku masuk jurusan ipa, XI IPA 1 coy ( nggak nyambung ), akhirnya ku harus meniti kembali cerita baru sembari dengan menghela nafas tuk akhiri angan dan mimpi kembali satu sekolah sama si nawal, entah mengapa seakan terlantun soundtrack seperti yang ada di film-film sebuah lagu dimana ketika seorang pria bersedih untuk hati yang sepinya, waktu itu sangat begitu berkesan lagu repvblik, yang judulnya sudah cukup,
..... dan yang tak pernah aku sesali, cintaku untukmu . . karena bagiku tlah milikimu, sudah cukup untukku, kemanapun aku pergi . . selalu sepi tanpamu, dimana pun aku berpijak . . . selalu hadir bayangmu . .
( repvblik- sudah cukup- 2006 )
Inilah hidup, dan I believe the new story will begin ..... , aku akan mengenal beribu wanita baru, yang baik, ngga matreeeeeee, taat bribadah dan pintar ( walau pernah mengerpek ), dan cantiiiikkkk, dan inilah awal perjalanan cintaku.
“ Dan akhirnya ku tersadar dan percaya cinta tak harus memiliki, ada kalanya rindu dan menunggu terasa indah meski dunia berkata sebaliknya.”
Dulu . . waktu masih masa putih abu-abu, aku awalnya sempat takut kalah saing dengan mayoritas penduduk smaven, di mana 75% penduduk smaven adalah alumni SMPN 6 bjm, wah, kalau aku sih sabilal, anak orang alim dan kaya ( amiin . . ) , buktinya, awal masuk di kelas X dulu, aku nekat ke sekolah dengan sepatu ferari ( sebutan teman-teman ), nah . . sejak saat itu aku di kenal sebagai anak yang sok fashion style, karena gue lebih mengutamakan style dalam sekolah, hingga banyak anak yang bilang aku ini sombong, salah satunya melly, yaaahhh . . whatever lah kata mereka, tapi di sana aku mulai menemukan cerita baru, seperti biasa aku sering sekali menyanyikan lagu peterpan yang judulnya ‘ walau habis terang’.
Berjalanlah . . walau habis terang . .
Ambil cahaya cinta, ku terangi jalanmu
Di . . antara . . beribu lainnya,
Kau tetap . . kau tetap . . kau tetap . .
Benderang . .
( Peterpan – Walau Habis Terang – 2008 )
Itu lagu biasanya di nyanyikan aku bersama teman-teman, seperti atib, fachru dan lainnya, walau begitu, alias suara kami yang pas-pasan tapi tetap seru, oh yaa.. firsa sama roni ketinggalan, dan kamilah sahabat peterpan sejati, kami bermimpi tuk membuat sebuah band, seperti peterpan, namun semuanya hanya tinggal mimpi, karena mereka lebih milih main kartu domino ataupun remi, ketimbang main band, juga kelas kami ( X2 ) adalah kelas basket, dan sialnya . . tubuh aku pendeeeek.
Waktu itu aku benar-benar tergila-gila sama rini dan menembak dia sampai 17 kali dan tak ada satu pun yang tepat sasaran menembus relung hatinya. Pertama, waktu itu aku nembak dia pas kelas X, saat dia jalan berdua dengan carissa, yah tanpa panjang lebar aku tembak dah tu anak, dia hanya tersenyum dan akhirnya aku di tolak deh, dalam hati berkata, “ aaaaaaaa......!!!!! ” dan seisi kelas bergema dengan pasti coba ramaikan suasana, waktu itu belum ada yang namanya main kartu, kami masih polooosss, hehe ( cuma dari wajah, apalagi temanku Alfian sungguh tak berdosa wajahmu, nak ) hingga pada kelas 12, aku masih saja mengejar-ngejar dia, tapi apalah daya, rini tidak mau menerima cintaku, walau satu detik untuk selamanya.
Lupakan rini sejenak, itu ialah pedoman waktu kelas 12 karena biasanya di adakan bimbingan belajar ( mau UN gitu . . ) , kepala sekolah dan guru-guru tiap upacara bendera pasti menghimbau agar jangan malas mengikuti jam belajar tambahan di sekolah, karena UN tahun ini akan bla . . bla . . bla . . ( ancaman untuk manakuti-nakuti ) dan apa boleh buat kami terpaksa mendengarkan waktu upacara, lama lagi ceramahnya, padahal hari kian cerah senin itu ( oh . . andaikan ada hujan mendadak ), mengapa kami harus mendengarkan? Pertama, karena kami takut kualat karena kami akan menghadapi UN dan kedua, di karenakan kehadiran pak suriani yang tak bisa melihat ada pengacau bicara sedikit langsung lah Baakkk . . Buuukkk .. AAAAaaa!!!!, dan gue sempat kena tinju pengusir setan beliau, tapi biasanya . . ada anak langganan yang kena hajar pak suriani dan biasanya itu anak aksel . . ( tak perlu di sebut namanya ), tapi itu merupakan kenangan yang sangat manis.
( Rabu sore usai pengayaan . . . )
Aku terus berlari mencari sebuah arti cinta, mungkin aku terlalu bodoh mengharapkan melly yang sudah memiliki cinta, namun aku ragu . . apakah cowo nya bisa membuat melly tertawa, tiap malam kami saling berbalas sms, di mana melly terkadang keluhkan semua problema dirinya, perlahan aku pun mulai dapat mengerti melly, perlahan aku pun merasakan kerinduan dan tak bisa ku pungkiri hatiku terkadang berdenyut saat melihatnya, ku tak ingin alihkan sejenak saja pandangan mata ini karena ku sadar . . masa sma tak mungkin selamanya, dan mungkin saja senja itu . . cerita itu . . wajah melly . . dan keindahan ini tak lagi ku rasakan kelak.
Tak ada kisah indah selain masa-masa SMA, apalagi cinta di kala putih abu-abu bersemi. Ketulusan dan kepercayaan merupakan kunci untuk menjalin hangatnya kasih sayang, di mana seakan bunga mulai bersemi prlahan dan kupu-kupu dengan sayap warna-warni menari di atas bunga itu, serbukan benih-benih cinta kala mentari senja mulai terbenam. Hati mulai bergetar dan sesakkan nafas di mana tercipta kehangatan yang dapat menepis semua ketakutan.
“ perlahan aku pun mulai dapat mengerti melly, perlahan aku pun merasakan kerinduan dan tak bisa ku pungkiri hatiku terkadang berdenyut saat melihatnya, ku tak ingin alihkan sejenak saja pandangan mata ini karena ku sadar . . masa sma tak mungkin selamanya, dan mungkin saja senja itu . . cerita itu . . wajah melly . . dan keindahan ini tak lagi ku rasakan kelak ” .
Beda lagi halnya dengan Hana, ya . . namanya diehana sari, harus ku akui wanita manis ini multitalenta, why ? selain berparas manis dengan senyum merona di bibir, cewek ini ternyata penyiar radio, then she’s singer dan host di prima channel, yang di jalan veteran yang ruko itu tuk menuju Gatsoe ( Gatot Subroto ) nah , entah ada angin apa? Si cantik ini mulai menunjukkan auranya, waktu itu masih kelas 12 SMA, tepatnya semester V, di mana pada waktu itu para anak SMA takuuuttt hadapin yang namanya UN dan ikutlah mereka semua Bimbel di luar sekolah, salah satunya Ganesha Operation, ( semoga guru-gurunya masih ingat sama aku ) nah sejak mata ini melihat hana tuk kali pertamanya di Ganesha Operation, dia aku nilai dengan berbagai macam point of view, waahhh . . ini bukan tipe gue, tapi . . perlahan tuk hari berikutnya, sang waktu membawaku pada satu momen, di mana pada saat itu saat break di kelas ( biasanya dalam frekuensi pembelajaran akan diadakan break untuk me-refresh otak gitu . . ) lalu, hana memberikan teka-teki, “oii . . kuda apa yang romantis . . ” penghuni kelas sampai gurunya bingung tak bisa menjawab, dengan gagahnya, gue langsung jawab “ KUDApat taklukan hatimu ”, teriak gue . . dan satu kelas heboh, hana tersenyuuuummmm, oh . . that was so sweat . . tapi jawabannya salah, lalu hana menjawab. . “ KUDAtangi rumahmu pada malam minggu dengan membawa bunga ”.
Seakan aku mendengar nyanyian dari senja, hari berganti dan berganti, padahal waktu itu tubuh gue udah lelah tuh, tapi apa boleh buat UN kian mendekat. Dan tiba-tiba hana mulai mendekatiku, waktu itu, gila . . sumpah gue kahabisan kata-kata untuk nge-gombal, dan ada yang aneh kala senja di dalam kelas itu malahan si hana yang berhasil membuat hati gue cenat-cenut dan sejak saat itulah perjalanan cinta di mulai, tiba-tiba hana minta nomor HP gue, yah . . lumayanlah, mungkin dia tulus mencintai gue, dan finally, yah gue beri deh . . dan pada malamnya dia duluan yang nge-sms. Isi smsnya kurang lebih kayak gini, “ Met buka puasa J ” yah trus ku balas dengan pertanyaan yang paling merakyat, “ ini siapa ? ” terus dia membalas sms aku “ ini Hana . . ” , perasaan aku kala itu campur aduk di mana saat itu rasa bahagia ada menghampiri pelabuhan hati ini sambil berharap ada yang singgah berlabuh temani sepi, but . . . aku balasin ajah “ ohh, si cantik yaa? ” , dan HP gue bernyanyi lagi dia membalas sms gue “ ohh, siapa? Aku kah ? makasih .. hhi ” hari berganti selipkan cerita seakan malam itu terasa begitu indah, terus aku bayangkan selalu wajahnya dan dirinya dalam pikiranku namun, pada akhirnya dia telah mendustaiku hingga torehkan cerita pahit tuk selamanya. Anggap ada soundtracknya . . .
Apa salahku . . kau buat begini, kau tarik ulur hatiku
Hingga sakit yang ku rasa,
Apa memang ini, yang kamu inginkan . . . tak ada sedikit pun
Niat tuk serius kepadaku,
Katakan yang sebenarnya,
Jangan mau tak mau seperti ini
Akhirnya kini aku mengerti
Apa yang ada . . . di pikiranmu selama ini
Kau hanya ingin permainkan perasaanku
Tak ada hati . . . tak ada cinta . . .
( D’Masiv – Apa Salahku – 2010 )
BAB II
SEBUAH NAMA
Berlanjut ke masa perkuliahan, dimana dalam beberapa bulan hidupku merana dalam sunyi dan hampa, ku coba mencari arti namun mereka pergi dalam pandangan ini. Beranjak ku dari lelah tuk hela nafas sejenak hingga akhirnya ku sadari dibalik ini ada hikmah yang diberi Ilahi, tak ada cinta yang menemani langkah ini. Tidak ku sangka aku terjebak pada sebuah nama, aku ingin bersama dengannya untuk mengulang episode di masa SMA, sungguh aku tak sanggup untuk pungkiri jeritan hati yang kesunyian ini. Semakin ku coba meninggalkannya semakin hati ini menjerit akibat rindu yang membara. Nuraniku tak sanggup lagi tuk berucap, sampai-sampai kisah romansa SMA dari dirinya sangat sulit untuk dilupakan dan entah ada angin apa tertulislah novel galau ini, jujur aku sangat ingin memutar kembali waktu agar aku dapat melewati lagi cerita saat bersamanya. Masih ku ingat saat putih abu-abu di tubuhku, tak akan ada kisah indah itu, di kala senja waktu langit senja pancarkan warna kesedihan, aku dan dia duduk bersama sambil berbagi cerita ( menggosip ) tentang isu hangat seputar anak SMA termasuk juga kadang masalah pribadi. Dan kejadian ini membuat teman-teman semuanya pada iri denganku karena wanita secantik melly ada di sampingku bahkan tidak malu-malu lagi dia untuk curhat denganku, oh apakah esok akan kiamat? Ternyata tidak, malah ulangan dadakan. Sungguh aku waktu itu tak sanggup untuk mendustai diriku bahwa mulai tumbuh sebuah rasa di hatiku. Aku coba untuk hindari raga ini dari tatapan matanya dari episode hari-hari di SMA. Namun, semua itu tidaklah mudah detik semakin berjalan, aku bertanya dalam hatiku, “ Adakah semua ini kan terulang kembali?”, sungguh ku ingin selamanya seperti ini walau ku sadari tidaklah mungkin aku dapat memilikinya, dia begitu indah sedangkan kalian mungkin bisa lihat wajahku tapi jangan di hina ya, bagaimana tampang dan gayaku, pastilah keren. Namun, di era reformasi ini sangatlah sulit mencari wanita yang begitu tulus mencintai lelaki apa-adanya seperti di dalam film, yang ada bila kurang duit di kantong cinta akan memudar apalagi kalau wanita tersebut cantik ( seperti melly ) sudah pastilah kecil kemungkinan ku mendapatkannya walau sedetik saja, jika kita gunakan skala ritcher yang mendeteksi getaran di hati melly akan aku ( pelajaran Geografi ) mungkin tak akan ada sedikitpun angka tertera, coba aja tanya Pa Agung, sungguh tiap sms melly selalu membuat aku terbang dan tinggi. Dan sangat sulit untuk ku hapus, coba sms dosen sekali baca langsung di musnahkan, hehe. Apalagi tagihan uang jaga malam.
( Masa Perkuliahan . . . )
Di kala malam aku sudah biasa akan sibuknya membuat laporan dengan format tulis tangan sebanyak 3 lembar kertas folio, asistennya galak lagi, tapi sesaat terlintas bayang melly dalam pikiran ini seakan mengganti wajah sangar dari asdos. Ku coba sejenak tinggalkan tumpukan buku kimia ku bersama secangkir kopi ini, terdengar lirih suara gerimis turun ke bumi pertiwi ini, teringat ku akan sebuah kenangan di kala senja dulu saat aku masih di sampingnya dan meniti angan di bawah perihnya warna langit senja, aku . . . dia . . . dan semua rasa terhanyut dalam kehangatan yang semu tetapi itu begitu indah, tersadar semua itu tak akan kembali, ku kan tetap pada jalan ini, masih terasa hangat nuansa senja itu dalam kepalaku, akan ku jaga . . ya, pasti akan selalu . . . dan ku biarkan itu terus menghantui, ku ikhlaskan semua rasa ini dan laporan pun ngga selesai-selesai deh.
Dia . . bagaikan peri indah yang terjatuh dalam dunia yang begitu fana ini, buta akan arah dan tujuan, dan dia datang dalam kisahku . . . membuat semua berbeda, aku hanya lelaki yang begitu angkuh namun tiada punya aku segala keindahan, tapi ku coba tuk menyimpan kembali perasaanku, tetapi itu hanya kan menyiksaku, aku tak ingin episode hari perihku menjadi nyata dan menyesali semua. Setiap kali kami bersama aku mencoba tuk menyembunyikan perasaan ini, sempurna . . . sempurna sekali aku membohongi diriku . . tanpa peduli sebenarnya akulah yang tersakiti, semakin dalam ku mengubur perasaan ini, semakin terasa perih jiwa ini tanpa ku menyadari betapa keras hati ini merintih. Lalu, ku coba untuk sejenak bertahan mencari pengganti, “ Tidak bisa !! ”, teriak benakku. Tetapi aku begitu menikmati hari di mana aku bersamanya dengan status teman, memang benar jika aku ini hanyalah sebatas teman yang hanya bisa memberi sms jawaban saat ujian tanpa harus menggenggam cinta tapi aku sudah bersyukur, karena aku telah di daulat oleh dia ( mungkin aku ke ge-er-an ) sebagai teman lelaki terbaik yang pernah dia temui seumur hidup. Benar, aku merasa sudah puas karena aku telah mampu menjadi her Guardian Angel yang selalu ada di saat dia dalam murung. Di mana setiap air mata yang jatuh membasahi pipinya mampu ku keringkan dengan kata-kata motivasi dariku. Di mana melly selalu saja keluhkan semua perih dunianya dan hingga pada akhirnya semua ini berbuah keberhasilan untuk sebuah kesuksesan dalam karirnya di sekolah dengan segala trik yang ku buat untuk menstimulasi otaknya tuk memberi dia semangat dan kepercayaan untuk menaklukan dunia, dalam lingkup kecil saja terlihat jelas progress yang dia tunjukkan, di mana nilai rapotnya pada semester V naik drastis dan masuk 25 besar rangking paralel kelas IPA yang terdiri dari IPA 1 sampai IPA 4, That was Amazing !
Sejak saat itu, aku mulai merasa di hargai di percaya dan selalu diharapkan, dan juga mulai digandrungi banyak cewek cantik, tapi tetaplah melly pada akhirnya yang paling cantik, mulai tersadar aku kini, bahwa ternyata aku ini berguna, aku ini berharga dengan segala kurangku. Ku biarkan perasaan ini seluruhnya tertuju ke arah cinta yang sepi, aku percaya . . . aku berjalan . . . walau nafas ini mesti tertatih untuk bertahan, karena aku bukanlah yang sempurna, tak ada yang hebat, dunia ini bukanlah milikku. Tapi mulai saat itu, seakan aku terus meningkatkan popularitasku sebagai seorang siswa di smaven. Aku berjuang dalam kesunyianku, aku bertahan dalam lelahku, duhai langit tiada mendengarkah engkau akan suara hatiku yang tenggelam dalam kebohonganku, duhai bintang yang berkedip tiada melihatkah kau warnaku yang semakin benderang wahai senja ini . . . adakah kau tersenyum sejenak duhai yang membaca, tolong jangan menyesal baca novel ini,ya.
“ Aku tak sanggup untuk jujur mengatakan perasaan ini kepadanya, sungguh sulit untuk berucap . . . setiap kali kami bersama dalam guliran waktu, ku coba tuk terus bertahan dan simpan semua di sampingnya, ku coba untuk terus menyimpan perasaan ini dengan segenap perih, berhasil . . . berhasil aku mendustai diriku, berhasil aku sembunyikan perasaan ini walau tanpa ku sadari hati ini terus merintih, tetapi semakin dalam ku mendustai perasaan ini semakin tersiksa seluruh lini jiwaku, dan ku biarkan rindu ini abadi dalam senandung malam ”.
Tidak hanya melly sebenarnya wanita yang hadir di masa SMA ku ini, ada juga wanita tomboy yang jago main basket dan membuat detak jantungku berdebar seperti bola basket yang dia dribble, dan dia terlihat begitu manis dengan gaya khas ala lelaki remaja masa kini. Dan dia cantik tapi gagah . . hhe ?
Peristiwa ini bermula saat aku duduk dibangku kelas X SMA, di mana kebetulan waktu itu aku sakit panas, pergi ke tukang urut sudah, dan akhirnya datanglah ku berobat ke dokter langgananku waktu kecil, yak tepat sekali bu Tineke S., Samping Apotek Amandit jalan Kampung Melayu Darat, ( semata-mata untuk promosi dan semoga aku di kasih murah beli vitamin di sana ) dimana pada sore itu aku sambil menunggu antrean, tiba-tiba dikejutkan oleh sesosok makhluk cantik ( di baca: Mrs. X ), aku sebenarnya waktu itu masih belum tahu namanya apalagi sekolah di mana, tiba seketika hari jum’at saat aku sedang menikmati pentol Amat Smaven ( bakwan Rp 500,-/ enam biji , pentol Rp 500,- / biji murah banget kan? ) yak , tiba-tiba dengan mengenakan seragam Smaven sasirangan yang selalu saja nampak kubas, wanita tersebut lewat dan memesan bakwan, seraya itu aku langsung terdiam sepertinya episode aku terpana pada senja itu terulang kembali. Aku terdiam menyaksikan keindahan tatapan wajah itu, oh tidak bisakah waktu berhenti sejenak untuk membiarkan aku menikmati keindahan ini.
Hari berlalu seiring kenaikan kelas, dan akhirnya aku baru tahu kalau cewek tomboy ini bernama ‘ Listihani ’ dan mulai saat itu aku mulai mencoba tuk mencari perhatiannya, ya . . dia adalah pemain basket yang termasuk kategori hebat dengan kemampuannya dia begitu buas namun cantik di lapangan dan mempersembahkan begitu banyak piala, aku ingin . . paling tidak dapat nomor Hand-phone darinya saja. Lalu aku mulai merasa berdebar setiap aku melihatnya, mulai dari mencoba mendekatinya . . . jantung berdebar . . . salah tingkah . . . terlihat bodoh dan malu-maluin sudah menjadi hal yang mendarah daging dan manusiawi. Aku ingin dia tahu . . siapa aku, hingga tiba pada satu titik anak tangga menuju lantai 2, aku bertemu dengannya, dan berkata seraya tuk cari muka,
“ Ka, rasanya kita pernah ketemu, ya . . ”, kataku.
“ Iya, benar . . . tapi dimana ? wajah kam familiar banar ”, sahut dia.
Aku dengan pura-pura lupa, coba menebak . . “ Oh iya . ., di Apotek Amandit waktu itu pian pake blazer warna abu-abu ”, respon aku.
“ wah iya . . betul-betul ”, jawabnya bersamaan dengan langkahnya yang mulai menjauh dariku. Mungkin dia teringat film horor yang dia tonton saat melihat wajahku. Sejak pertemuan itu, aku mulai mencoba tuk selalu mencari perhatian darinya. Tirai siang mulai tergulung dan berlanjut pada episode malam. Setiap kalinya aku rebahan melepas penat habis belajar, aku mulai memikirkannya.
Singkat cerita, setibanya perpisahan kelas XII SMA angkatan 2010, ku lihat dia tampil beda, jujur . . . begitu mempesona terutama bagiku, sempat aku berfoto berdua dengannya sebelmnya terlebih lagi aku sukses menjabat tangannya, seluruh luka kala penantian sirna dalam sesaat ketika aku berhasil menjabat tangannya, oh . . sungguh hangat rasanya dunia. Keesokan harinya di depan kantin paman huri, wah itu . . pamannya sangatlah emosian, bukan Smaven deh kalau gak ada dirinya itu, ya. . juru kunci dengan kata-kata yang membuat kami sangkal dan tertawa di belakang, kurang lebih seperti ini “ kiranya unda bungul . . ! ! ”, di mana insiden ini menimpa anak lelaki pada normalnya, apalagi kalau ada acara yang terpaksa harus memakai kelas di luar jam pelajaran, pastilah sudah, wajah paman huri yang tak ingin sekali di lihat itu, mau tak mau harus melengkapi tayangan episode hari di sekolah.
Yak, balik ke Listi, di mana dengan gugup aku meminta nomor Hp-nya, yah sepertinya maksudku sudah di ketahui olehnya, yakni minta nomor Hp, kemudian . . . sms-an dan coba nembak, wah sepertinya strategiku terbaca olehnya dan dia memberi aku nomor, lalu nelponin aku yang sedang menanti dan mengajak aku nonton, nonton DBL . . alangkah bahagianya aku pada saat itu, namun terpaksa aku menolak karena ada tugas kelompok yang harus di selesaikan di rumah teman, karena aku bukanlah benalu, karena itu langsung saja aku eksplorasi seni yang mengalir di aliran darahku. Kemudian takdir telah membimbingku dan dia untuk saling sms-an, di mana basa-basi antara kami pun begitu asyik setiap malam.
“ Selamat ya kak, udah lulus . . , ”, ucapku.
“ Oh, terima kasih, haha . .”, balas listi ( For Your Information : Listi kalo sms, pasti menulis kata haha )
“ Bah, nyamannya ih, kededa beban lagi”, kataku. ( semoga kalian mengerti arti yang di cetak miring )
“ Nanti kalian juga ngerasain juga”. Balas dia.
“ Di mana kaka mau nyambung, ka?”, tanyaku.
“ gak tahu nih, untuk sementara di Unlam dulu nih, kayaknya . . tapi mama menyuruhku masuk STAN nih, haha.”, ujar Listi.
“ Kayaknya STAN itu bagus yah, ka?”, tanyaku dengan rada bego di malam yang dingin itu.
“ Ya . . iyalah, masuknya aja sulit, haha.”, dia tertawa atau apa . .
“ Kenapa di Unlam ?”, tanyaku walau ku sadar aku bore dan ketahuan ga ada kerjaan
“ di Unlam ini aku ikut-ikutan teman, haha.”, ujar Listi
“ kaka hebat banget yah, main basketnya.”, tegurku. ( aku memang ngga nyambung )
“ ga ada pemain yang hebat, tapi TIM yang hebat.”, tangkis dia.
“ Eh, malam dingin ini, kita cerita yang seram-seram yuk.....”, ajak aku dengan semangat.
“ Ah, ga asik! Aku ini kan pesilat, biasanya juga di hutan, jadi untuk hal seperti aku sudah biasa.”, balasnya.
“ Oh, iya juga ya kak, eh ka . . males banget deh rasanya esok ujian bahasa jepang.”, keluhku.
“ haha, belajar deh sana . . jangan sms-an teerus, makanya mengeluh tuh, haha.” Balasnya.
Tanpa terasa ternyata matahari datang kembali, aku terbangun dari indahnya perjalanan mimpiku, aku bahagia . . dan aku mulai ada rasa untuknya, walau mungkin sulit tuk ku temui dirinya di SMAVEN sekarang.
Kisah indah lainnya yang mengisi hari-hari di sekolah waktu itu bersama kebiasaan kami di kelas waktu masih duduk di bangku XI IPA 1, yak . . seperti main bola di dalam kelas, mambaca buku paket biologi, arena nanit kalau masuk ada ulangan dari pa Sugi, kemudian mengatur strategi menyontek bila ibu Endang memberi ulangan, ada yang utak-atik laptop, main rubik . . buat video lipsing, nonton film lewat LCD ( film apakah itu...? ), merencanakan kegiatan jalan-jalan ( ke DM kala sore ) lalu aku biasa menggoda cewek di kelas sebelah, seperti Rini, Melly ( waktu itu masih belum ada rasa untuknya ), kemudian sofya, ayu dan lainnya. Oh begitu indah masa-masa itu, kemudian mencuri soal ulangan dengan teman kelas sebelah lalu ngerjain sama guru GO terus esoknya di kerpek deh, dan hasilnya . . wuiiihhh . . ! ! nggak remed, terkadang prestasi dapat di raih dengan kerjasama dan penuh trik serta kebersamaan, dan hitam tidaklah selalu buruk, hhe.
Yah, berlanjut ke masa Ulum ( Ulangan Umum ) begitu mengejutkan, ternyata wajah saya ini di buat dalam salh satu soal ulangan umum saat plajaran bahasa Indonesia, ternyata aku memang terkadang berkesan di hati mereka, dia dan dunia. Asal kalian tahu, aku ini tidak ada apa-apanya jika tanpa kalian, seperti masa ulang tahun ke-17 yang di hajar satu kelas dengan kritik cerpenku tentang ‘ Listihani ’ tetapi itulah rasa bahagia, di mana aku dihargai, di puja dan tinggi tempatku. Hingga saat itu tercipta sebuah lagu yang berjudul ‘ Sebuah Nama ’, yang sangat terinspirasi dengan keadaanku waktu itu, berikut lirik lagunya.
SEBUAH NAMA
Karya: M. Aditya Athaillah ( 2010 )
Langit senja . . tampak pedih, warna indahmu . .
Ku disini menunggu, datangnya arah mimpiku . .
Berharap ini kan menjadi, satu kenyataan . .
Yang kian pasti,
*) tiada yang lain, hanya kau yang ku tunggu . .
Satu nama yang . . . selalu aku kenang
**) sebuah nama . . . akan ku kenang,
Untuk selama-lamanya di dalam hatiku
Sebuah kisah . . . harus berakhir sudah . .
Ini adanya . . .
Pedih adanya . .
Itu merupakan sebuah kenangan yang tak akan berubah walau detik dalam dunia ini silih berganti, karena di sana . . benar di tempat itu masih ada bayangan dua insan yang tak menyatu. Masih dalam bimbang tuk mengerti di bawah lantunan langit senja. Mungkin aku terlalu banyak berharap, pernah aku waktu malam dengan listi saat saling sms-an, facebook kurang tepat dalam hal ini, hhe ( ga punya fecebook boo . . )
Malam itu, angin berhembus memecah hening merasuk tulang rusukku . . ( bukan horor !!! )
“ Ka, apa kabar nih ?”, tanyakku dengan penuh arti.
“ Baik, Qmu?”, tanya listi balik.
“ sip . . ka, pian kenapa suka gaya tomboy,” tanyaku lagi (memang aku ini orangnya suka tanya dan salting).
“ suka-suka aku dong, emang kenapa?”, balas dia.
“ ngga papa ka,” jawabku.
“ ka, boleh nanya hal yang pribadi?”, tak sabar ku ucap.
“ nggak boleh!!!!”, seru dia tuh, ada empat buah tanda seru.
“ hah? Kenapa ka ?”, dengan logat telenovela rosalinda atau esmeralda.
“ karena ku sudah tahu, pertanyaan kamu menjurus ke mana.”,jawab dia.
Akhirnya ku hentikan sms malam ini, kayaknya kurang enak. Tapi apa boleh buat karena waktu pertama kali aku berjumpa dengan Listi jujur aku merasa sangat berdebar menghadapinya, inginnya ku pada waktu itu mendapatkan nomor Hp-nya, tapi tak bisa. Tapi apa boleh buat, bagiku mengagguminya sangatlah indah . . aku selalu terkenang, hingga pada satu malam, yup tepat sekali pada tragedi 6 Juni 2010, aku nekat menembak dia. Awalnya sih, lagi seru-seruan ngobrol tentang kekasih idaman, tapi entah mengapa hatiku memaksa tanganku menulis sms pada Hp keramatku yang dulu ( kini HP tersebut kecebur di pasar terapung ).
“Ka, ulun hendak lawan pian, pian mau kada jadi pacar ulun?”, dengan bodoh dan sedikit nekat akhirnya ku berhasil.
Kemudian dia membalas, “Nggak mau . . . karena aku nggak suka sama brondong dan bla . . bla . . bla . . !”, tolak dia via sms.
Dan patah hati lagi, sempurna aku terluka lagi, tapi aku bahagia . . karena ku tahu memendam cinta adalah hal yang menyakitkan daripada kau menyatakan dengan terlihat bodoh hingga akhirnya kau di tolak.
“ karena ku tahu memendam cinta adalah hal yang menyakitkan daripada kau menyatakan cinta walau dengan terlihat bodoh hingga akhirnya kau di tolak ”.
BAB III
LAMUNAN DI PESISIR SUNYI
Beralih pada cerita melly lagi, aku juga nggak tahu mengapa harus aku menceritakan segala tentang hidupku bersamanya, padahal tak ada sedikitpun harapan tuk memilikinya, jujur . . mungkin orang cantik seperti melly itu kurang atau seldom bergaul dengan orang tak dia kenal. Memang 90% orang cantik begitu, tapi ternyata tampang kriminalku berhasil memasuki dunianya, di mana penuh pilu dalam tiap guliran waktunya. Berawal dari curhatnya melly usai jam di kelas waktu di kelas XI dulu, kemudian nampaknya mungkin karena aku terlalu memerhatikannya, aku lupa sama temanku dan membiarkan temanku yang gendut itu bermain bola di kelas sendirian seperti penguin bergabung dengan paus yang terdampar ( bisa Anda bayangkan sendiri wujud dari makhluk ini . . . ) namanya Rizal, dia teman baikku bahkan mungkin dapat di katakan sahabat pena ( bukan Tipe-X tapinya ya,) tapi . . . eh, kok jadi ngomongin rizal, ah nggak penting . . . nah, dari situlah melly jadi enak curhat sama aku, materi curhatnya biasanya mengulas seputar knowledge, seperti remed, nggak bisa jawab soal, takut ini dan itu . . . dengan wajah yang penuh kharisma layaknya seorang pahlawan yang menyelamatkan perempuan dari kawalan perampok seperti di sinetron, dengan segala petuah dariku melly nurut gitu aja, seribu kata bijak di selingi tawa memulai sebuah cerita dalam hari yang tak terlekang masa. Berhari-hari terasa begitu cepat, dan kenaikan kelas pun tiba . . . langsung saja ke detik-detik menjelang the War of the World III ( dibaca: Ujian Nasional ) di mana aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari perasaanku terhadapnya, berawal dari seringnya aku membantu melly ngerjain tugas, berlanjut hingga curhat tiap malam. Entah mengapa, dunia terasa begitu indah . . dan hari-hariku tak terlepas oleh wajah dan segala suara yang melantun bak lantunan langit senja, di mana pada masa SMA kelas XII itu aku sangat senang sekali menyanyikan lagu ‘Sebuah Rahasia’ dari Pee Wee Gaskin, ehem ehem . . .
Dan kau percaya . . . tak ada yang lebih baik dari ini . . .
Apanya yang bahagia . .
Dan kau tertawa . . . tak akan ada cerita dalam sebuah rahasia,
Lupakan saja . . . dan jangan pernah kau kembali di sini . .
Keringkan semua luka
Pergilah saja . . .
Berlarilah karena kau akan ku lupakan,
( Pee Wee Gaskins – Sebuah Rahasia – 2010 )
Terkadang, aku bisa menerima posisiku saat itu, di mana aku hanya bisa memiliki melly dari dunia mimpiku, ya . . benar sekali, 100 untuk kalian . . melly sudah punya pacar, yak 100 lagi buat kalian . . pacarnya tampan dari aku, tapi aku lebih baik dari dia, tidak salah lagi . . gumamku dalam hati. Tidak bisa di pungkiri, tiap try out melly selalu saja nge-smsku minta jawaban, ada tugas ku bantu ngerjainnya, ada masalah ku bantu cari jalan keluarnya, ada ulangan ku bantu bikinin kerpekan, ada apa-apa ku selalu menjadi her guardian angel. Jadi, berdasarkan pengamatan yang di lakukan dalam percobaan mendapatkan melly dapat kita ambil satu kesimpulan yang pasti, di mana setiap kali melly tertawa dia selalu pergi menikmati keindahan dunia yang sesaat ini dengan kekasihnya, tetapi tiap air mata yang jatuh membasahi pipnya, dia datang di sampingku untuk keluhkan semua . . sejak itu, aku mulai merasa berarti di matanya dan melly pernah menulis dalam sms seperti ini,
Tit tit . . . ( HP berbunyi )
Master Message from
melly happy ending smaven
“ Dit, Qm tu kawan yang paling baik dah yang pernah aku temukan ”
Mungkin kalian akan menganggap aku orang gila yang suka berjingkrak-jingkrak karena terlalu senang membaca sms seperti itu, tapi ku tak mampu mendustai perasaanku kala itu. Bahkan, sms dari melly itu rasanya sangat tidak ingin ku delete, karena itu merupakan sms dari orang yang ku sayangi, tidak hanya aku ternyata hampir 90% orang di dunia juga sepeti itu, salah satunya rizal di mana sms mantannya juga ada, bahkan yandi . . . tapi yandi ketahuan sama si itu . . . ( di baca: 5 dalam tata nama senyawa nonlogam ).
Terkadang aku selalu sms-an tentang hal-hal yang lucu bahkan sampai olok-olok dengan melly, tapi aku ini orangnya paling senang nge-sms dalam wujud puuisi, di mana puisi-puisi tersebut terkadang datangnya dari lirik-lirik lagu seperti peterpan, ungu dan pee wee gaskins. Begitulah keadaannya, tapi aku sangat besyukur melly tidak pernah berpikir kalo aku menginginkannya. Biasanya sih, kami slalu bicara mengenai wanita yang aku inginkan seperti anis, listi tak terkeculi hana pada malam-malam. Biasanya aku yang mulai duluan, jadi dapat di ambil kesimpulan jika tidak begitu melly mana mungkin sms aku.
“ malam ini bintangnya indah ya, mel?” sms aku.
“ iya, kenapa ?”, tanya melly seakan tidak tertarik ( memang sangat tidak menarik )
“ Andai saja, hana ada di sini menemaniku melihat bintang bedansa malam ini.”, kataku.
“ iiihh....! mending cari cewek lain deh, daripada dehana itu”, kata melly
“ emang kenapa ?”, tanyaku dengan sungguh.
“ dehana tu orangnya memberi muar!!!”, dengan penuh emosi.
“ ada apa sih mel?”, tanyaku seakan membela hana
“ pokoknya jangan deh.”, kata melly.
“ ya udah . . . Guten Nacht mel.”, balasku. < pesan terkirim , 21.48>
Hari-hari indah kelas XII ku nikmati dengan segala kehangatan di lini jiwa. Di mana walau guru begitu menyeramkan sekalipun aku kan tetap bertahan, apalagi saat pacar melly naik haji, mungkin itulah kesempatanku terus mendekati melly, walau sosok rini masih ada dalam kelas . . ya iyalah satu kelas gitu, nah, di mana kedekatan kami menjadi sorotan dari teman seangkatan bahkan adik kelas sekalipun seperti artis deh aku ini, selain berprestasi ada juga sisi keindahan dalam masa putih abu-abu ini. Di mana biasanya kami menghabiskan waktu duduk berdua makan roti bakar di kantin sehat sambil bicara dan bercerita tentang kehidupan kami masing-masing.
“ Dit, ku gugup nih, hampir UN . .”, kata melly.
“ tenang aja mel, ngga kita aja kan yang menghadapi UN itu, masih banyak orang-orang di luar sana.”, kataku dengan berlagak dewasa.
“ tapi kamu enak dit, aku ini apa . .”, keluh melly.
“ mel, qmu tahu? tak akan ada orang di dunia ini yang berani tanpa melawan rasa takut itu.”, jawabku dengan gagah.
“ iya, betul juga . . eh dit ? gimana hana ?”, tanya melly.
“ yah, aku dipermainkan dia mel.”, jawabku dengan tampang morgan sm*sh.
( senyap . . . angin berhembus, mungkin paman roti bakar menguping pembicaraan kami, tapi ah . . sudahlah tidak penting )
“ Nggak terasa ya mel, sudah hampir UN, cepat sekali waktu ini berlalu,”, kataku.
“ He eh, cepat banget . . mungkin qmu orang yang paling baik dah dit ae, dalam hidupku . . tak akan ku lupakan kebaikan qmu tuh dit dalam hidupku.”, kata melly penuh keseriusan.
“ . . .”, ( aku hanya terdiam seribu bahasa mungkin seandainya cuma aku sendirian bisa-bisa meja paman roti bakar sudah ku banting karena saking bahagianya )
“ dit, rini gimana?”, tanya melly.
“ yah . . q tak bisa lagi kayaknya mel mengejar dia terus, mending qmu . .”, tembakkan efekku.
Waktu pun harus berlalu, langit mulai kelam kala tirai senja mulai terbentang, ku nikmati hembusan angin yang membelai hati ini. Aku biasanya sepulang sekolah melakukan aktivitas seperti biasa kalo ngga ada pengayaan, yah . . dengan rizal mengelilingi komplek Dharma Praja V, Dharma Budi, Dhama Bakti hingga komplek PDAM ( ayah firsa ) bahkan sampai nyasar ke Martapura Lama. Di mana kami selalu mendendangkan lagu sambil menikmati angin yang begitu kencang, biasanya kami singgah terlebih dahulu ke tempat fotokopian dekat rumah yandi nah, di sana biasanya ada jual minuman Phante*, di mana setelah itu kami lakukan konvoi yang gila-gilaan dengan menyanyikan lagu yang penuh semangat walau kami sadar dari lubuk hati yang terdalam, suara kami pas-pasan dan ngga ada yang bisa bilang huruf “ R ” ( di baca: ew ), yah biasalah dengan irama yang menghentak, orang gila seperti kami begitu menikmati masa-masa SMA yang tersisa sambil teriak ngga karuan.
“ eh, anginnya nikmat banget yah.”, kataku.
“ Enak banget . . apalagi harinya udah mulai mendung nih, hari sabtu yang menyenangkan.”, kata rizal.
“ Eh, zal . . kita masuk daerah sini, yuk !”, ajakku.
“ oh dit, ternyata ini yang namanya daerah tambak yuda.”, sahut rizal.
“ oh iyaa . ., eh zal . . mana rumah ridha yah ( teman satu SMP yang gendut )
“ kita cari yuk, tapi yang mana ?”, tanya rizal.
“ Udah, cari aja yang gubuk atau yang sakit-sakit deh . . pasti itu.”, ujarku.
( tanpa pikir panjang rizal menurut ) “ oke deeehhh, haha”, kata rizal.
Roda dua ini terus membawa kami mengitari lingkungan sekitar sekolah, hingga tiba-tiba kami memasuki pada satu daerah rumah di mana ujungnya adalah jalan buntu dan nampak sekali sangat sunyi. Dan hembusan angin terasa makin nikmat hingga rintik hujan perlahan membasahi bumi.
“ Zal, kok sunyi banget sih ?”, tanyaku.
“ iya nih, kenapa ya?” , kata rizal.
“ Ya udah, gimana kalau kita teriak kebakaran aza jal”, ide cemerlang ( sesat ) ku bekerja.
“ eh, bungul . . . jangan . . . ! !”, rizal melarangku.
“ KEBAKARAAANNNN !!!!”, teriakku tiba-tiba.
Dan hal itu membuat rizal langsung tancap gas untuk menyelamatkan diri sambil marah besar dihari sendu itu.
“ Gila . . ! bunguuulll . . !!”, teriak rizal dengan sumpah serapahnya.
( aku pun hanya bisa teriak )
“uwooo!!!!! Indahnya dunia ini !!!”, teriakku.
( kami pun menyanyikan lagu yang paling kami sukai saat itu sebelum pulang )
Nyalakan TV dan tenggelam ku di layar kaca . .
Membawaku kembali pada waktu itu,
Ciuman pertama yang kau rasa,
Semua berlalu tanpa terasa . .
Tak akan semua kembali . . seperti,
Sedia kala di saat semua biasa saja,
Membawaku . . kembali kesampingmu
Membawaku . . pergi bersamamu
( Pee Wee Gaskins – Di Balik Hari Esok – 2009 )
Oh benar-benar sungguh indah masa putih abu-abu ini, dimana kami sangat bebas, tidak salah kalau Om Chrisye bilang dalam lagunya karya Om Obie Mesakh “ Tiada masa paling indah . . . masa-masa di sekolah, tiada kisah paling indah . . . kisah kasih di sekolah ” namun sangat disayangkan karena aku tak memiliki fase seperti itu dan bahkan hal ini di perparah dengan guyonan dari rizal, upik, bule, syafi’i, jalu dan lainnnya. Padahal, aku ini paling terkenal dengan gaya yang khas yang suka menggoda wanita, tapi yang ada . . . menjadi galau tak bertepi, dalam dunia ini aku berharap satu kali aja aku bisa mengajak melly jalan ke mall atau nonton berdua aja. Padahal melly udah banyak curhat nih padaku, namun tak ada sinyal yang kuat seperti yang di pakai buat sms-an ( terutama pas UN, hehe kartu apakah itu ? )
Dan semua berjalan sesuai dengan kodratnya, ikan di air, burung terbang, mamalia menyusui, tapi . . . apakah melly seperti cerita putri Lucas dengan Kira Yamato dalam Gundam Seed terbang merajai dunia dengan strike freedom, atau seperti Ran Mouri yang selalu setia menunggu Shinichi Kudo yang tak kunjung datang padahal dia ada di depan Ran ( Conan Edogawa ) juga seperti Misa Amane yang sangat menginginkan Light dalam cerita Death Note, oh . . . semuanya bahan bacaan yang sangat aku sukai dalam perjalanan hidupku.
Andai saja, ku tak terlahir ke dunia ini mungkin aku tak kan mengerti indahnya hidup, andai saja aku tak mengenal dia . . mungkin semua dan segala rasa ini tak pernah hadir. Aku bersyukur aku pernah mengenalnya terlebih kami akrab walau mungkin nanti ku kan terlupa dalam hatinya. Tapi ku tahu . . . di dunia ini tak akan ada seorang pun yang dapat mengubah kenangan . . . di mana biasanya kalau dalam buku di tulis begini, di dunia ini tak akan ada seorang pun yang dapat mengubah kenangan ( M. Aditya Athaillah; 2012 ) usually begitu sih, dalam hal ini aku berharap kenangan ini akan hangat terkenang di dalam jiwaku dan dia.
Setelah ku beranjak dewasa, bila ku menengok ke arah kenangan pada zaman film Ultramen dan Saint Saiya saat masih booming-nya, aku tak pernah terpikir tentang SMA, aku tak pernah berpikir tentang hidupku nanti apalagi tentang siapa ( di baca: wanita ) yang akan terakhir menyentuh lini perasaanku, seiring proses menuju kedewasaan, barulah aku mengerti tentang ini dalam sudut pandang intelegensia, emosional bahkan pendekatan spiritual yang membuat ku mengerti bahwa semua yang ada, tak akan ada yang selamanya, begitu pula masa putih Abu-abu ini ( apakah tulisan saya terlalu lebay ?? # silahkan nilai :) hhe ).
Pernah dalam sebuah puisi saya menggambarkan betapa indahnya masa SMA ini judulnya “ Tak Kan Selamanya ”, seperti inilah puisinya :
Tak Kan Selamanya
Karya: M. Aditya Athaillah ( 2011 )
ini masaku . . . harus berakhir,
semua yang ada, tinggal cerita . .
masih ku ingat saat bersama, tiga tahun di sini . .
dalam suka dan duka
# harus berakhir masa SMA untuk selamanya
Tak kan ku lupa . . akan ku kenang untuk selamanya . . .
( 2nd version )
Aku terbangun dari mimpiku, membuka mata . . menyambut hari
Pergi ke sekolah, datang terlambat . . terkena setrap,
Di jemur di lapangan,
Ulangan tiba aku mengerpek . . menyontek teman, membuka HP
Guru mengajar, ada yang tidur . . ngobrol di kelas . .
Membuka facebook,
Izin ke WC, bolos kekantin . . makan pun utang
Guru tertipu
# Indahnya . . masa SMA, tak kan ku lupa untuk selamanya . .
Tak Kan Selamanya Putih Abu-abu . . di tubuh ini
Harus usai sudah nostalgia SMA, di tempat ini . . .
Di dalam kelas, begitu indah . . ada yang main,
Ada yang mojok . . nikmatilah putih abu-abu
# Indahnya . . masa SMA, tak kan ku lupa untuk selamanya . .
Tak Kan Selamanya Putih Abu-abu . . di tubuh ini
Harus usai sudah nostalgia SMA, di tempat ini . . .
Sungguh, aku tak pernah terpikir mencari cerita yang lebih menarik selain episode hari-hariku di SMA, di mana di tempat ini aku menjadi sabuah individu yang berbeda, kreatif, inovatif, berdedikasi bahkan aku di hormati dan di hargai, aku merasa keberadaanku di akui bersama dengan mereka, di mana mereka sangat baik padaku, aku berhasil merubah karakterku yang kelam, di mana aku di percaya . . di dengarkan dan penghargaan yang tak pernah ku dapati, terima kasih IPA 1 !!! . . . terima kasih SMAVEN !!! Go !! Laskar Urinmare. ........ Terima Kasih.
“. . . di dunia ini tak akan ada seorang pun yang dapat mengubah kenangan . . .”
BAB IV
SELAMAT TINGGAL . . .
Kini, kembali pada masa perkuliahan, di mana dari tadi ku terus bernostalgia dalam menulis novel ini ( karena gak kepikiran lagi yang lain sih ) kini kembali ke adegan di masa kuliah. Sangat jelas perbedaan yang nampak dalam hari-hariku di kampus dan masa di sekolah, hari-hari yang berlalu juga terasa berbeda, selama ini tiada pernah ku berpikir untuk memilih wanita di lingkungan kampus Unlam banjarbaru termasuk di forestry faculty ini, jangan tanya kenapa? ( ayo tebak iklan apa itu? ). Tak ayal, ku masih saja mengingat cerita yang dulu . . yah, balik lagi dong ke cerita masa lalu, tapi kali ini dengan wanita yang berbeda. Memang benar, di masa SMA aku ini suka dekat bahkan ngegombalin cewek, ngegombalin cewek memang hal yang menyenangkan di mana kita mendapatkan bebrbagai macam keuntungan di satu sisi seperti kita dapat mengetahui karakter cewek yang sebenarnya cocok buat kita dari sekian banyak pilihan terlepas dari kekurangan yang di miliki manusia pada hakekatnya ( bukan untuk menyarankan jadi playboy yah J, hehe ), respon kaum Adam 85% jawab gitu. Di mana hal ini di perkuat dengan tips dan saran dari guru Bahasa Jepang ( namanya Sensei Wisnu: gaul abis deh pokoknya jangan lupa bawa CD, hhe ), paman ojek, adul pencok, paman Sunan bahkan pentol otong bin bakso Ujang, di mana teman-teman juga positif responnya, biasalah aku ini pengembara cinta yang suka menyanyikan lagu Anak Gembala, biasa kalo cari muka aku suka masuk ke kelas-kelas orang, sampai ngamen. Kemudian, bakatku makin terasah, ketika memasuki kelas XI SMA, di mana di sana ada guru Bahasa Indonesia yang paling baik di dunia menurut kami, karena beliau menggunakan metode pembelajaran yang membuat siswa bersikap aktif selama masa pengajaran, di mana kita akan memahami suatu teori dengan praktik, tapi bedanya di mana dalam studi kasus ini pelbagai hal yang berhubungan akan materi yang di sajikan menurut kurikulum di sajikan dengan balutan praktek yang memacu untuk siswa agar dapat menggali potensi dirinya secara lebih mendalam dengan menghadirkan kreasi yang bernilai edukasi dan berbudaya. Tak dapat di pungkiri memang, kelas kami . . . kelas XI IPA 1 menjadi acuan guru-guru untuk mengadakan penelitian dengan penerapan materi yang berbeda dengan kelas lain ( VIP gitu lah, hhe ). Dengan metode dari guru bahasa Indonesia itu tadi, saya menjadi lebih maju dan berpikir kreatif dalam perumusan masalah hingga penarikan kesimpulan. Salah satunya novel ini ialah buah karya dari ide tugas cerpen yang beliau berikan. Dan tepuk tangan untuk guru Baahasa Indonesia kita tercinta ( plok . . . plok . . . plok . . . ), nama Bu Guru ini adalah Ibu Hj. Noorbayti alias Ibu Bayti.
Hingga tiba pada satu cerita, dimana pada aku membacakan cerpen buatanku yang menjadi inspirasi dari pembuatan novel ini, pada edisi pertama dengan judul “Perjalanan Cintaku” saja sudah cukup booming, di mana penikmat dari cerpen yang ku tulis demi semata-mata untuk dapat nilai tinggi itu, tidak hanya dari siswa kelas XI IPA 1 saja, tetapi XI IPA 2, XI IPA 4 bahkan XI IPS 1 . . di mana dengan karangan yang natural dari pengalaman pribadi sang penulis yang sangat memprihatinkan bak tapai basi di lempar ke jalan dan terlindas truk lengket lagi, haha ( saya sendiri ) sangat mendapat sambutan hangat, hingga akhirnya menjalar ke siswa sebuah Bimbel terkemuka di Banjarmasin ( Ganesha Operation ) dan siswa dari SMAN 1 Banjarmasin. Begitulah, betapa lebarnya sayap ini mulai terentang seakan kembali menggebrak puing perih dunia ini. Terus berjalan, maka sanjungan semakin tinggi lambungkan nama ini, namun cinta enggan tuk datang mengisi hari ini. Lalu, mulai sejak itu, rasanya diriku semakin menggila di sekolah ini ( gantengnya maksudnya ) kayak gitu sih, aku diriku sendiri.
Pernahku termenenung memikirkan sosok yang ku cintai dan ku kagumi waktu sekolah SMP dulu, wah . . sekarang ku ingin bertanya pada kalian, pernahkah kalian mencintai seseorang, namun tidak pernah bisa mengatakannya ? biasanya dalam film atau lagu-lagu sih pernah, bahkan biasanya sampai pemeran laki-laki frustasi dan melakukan hal gila atau nekat dalam video klip atau filmnya, nah . . . ternyata semua ini terjadi ke arahku, tak ku sangka kepolosanku ini tercebur dalam kisah yang terlalu sinetron banget, bahkan film india pun tidak pernah seperti ini.
Biasanya pabila kita nonton drama korea endingnya pasti cinta akan bersemi di mana ada tulisan di bawah layar TV ; TAMAT. Nah, jika kita analogikan perkara ini maka akan dapat kita tarik benang merahnya ( aku selalu berpikir, mengapa selalu benang merah, ngga ada ya? Benang lain gitu, misalnya jingga, merah muda dan lainnya ) persamaan dari cerita hidupku dengan sinetron korea adalah tokoh lelakinya ganteng, hhe. Dan biasanya kalau di film korea ketika saling berpelukan antara laki-laki sama perempuan, pasti ada lagu soundtrack-nya, seakan dunia hanya milik mereka, seandainya saja saat aku menanti pujaan hati itu ada juga soundtrak-nya pasti seru, atau juga seperti ini, misalnya saja dalam film pada adegan tokoh lelaki yang ingin minta maaf kepada kekasihnya bahkan sampai berdiri di depan rumahnya sambil hujan-hujanan hingga akhirnya lelakinya pingsan dan perempuan memeluknya dengan tangisan dan memaafkan lelaki tersebut oohhh . . . so sweat . . . tapi seandainya aku kayak gitu, bisa-bisa warga satu kampung pada teriak semua dan ceweknya malah pura-pura ngga kenal, aduh parah juga. Terkadang ada juga dalam film atau video klip yang menayangkan adegan lelaki menyalakan firework demi menyatakan cintanya kepada kekasihnya, dan kekasihnya pun begitu terlihat bahagia, mungin karena honornya kan segera di bagi oleh produser, nah gimana kalo kita lihat kenyataannya, petasan aja warga satu kampung nyumpah, apalagi firework ngehabisin duit lumayanlah buat beli ayam penyet di warung bambu.
Guys, pernahkah kalian melihat orang makan pentol? Atau membayangan wajah paman pentol yang selalu memberi inspirasi atau cara menyontek waktu ujian? Ku rasa pertanyaan ini sangat tidaklah penting. Tapi, dari pentol dapat kita ciptakan buah karya manis yakni seni mengolah daging sapi. Bahkan, terkadang semua makanan bisa di jadikan inspirasi dan menciptakan uang bagi konsumen, yah acara-acara kuliner gitu deeh . . . , dulu andai kalian tahu, saat aku lulus UN di SMP Islam Sabilal Muhtadin, hatiku sebenarnya tak merelakannya ( merelakan ku harus meninggalkan wanita yang ku inginkan ) namanya adalah Nawal, benar . . bagiku Nawal ialah sosok yang sangat ku dambakan. Tak ayal tiap malam waktu lampu padam aku sering rebahan santai kala itu, tahukah kalian aku ini hanya seorang lelaki pengecut yang tak mampu beranikan diri tuk berucap mengutarakan perasaanku.
Balik kita menemui paman pentol, dari karyanya dapat kita ambil sebuah kata-kata indah yang pernahku rangkai dalam bait puisi,
ANALOGI PIKIRAN
KARYA: M. ADITYA ATHAILLAH ( 2011 )
Cinta . . ku ingin kita selalu bersama,
Layaknya pentol dan pangsit yang selalu setia selami lautan tomat,
Lihatlah warung Mak Haji, di mana lantong dan nasi kuning,
Layaknya pasangan yang tak bisa terpisahkan,
Jika ada sambal acan sebagai pelengkap,
Maka ikan pepuyu akan terasa mesra dengan gangan waluh
Adakah cinta itu seperti lapat dan pundut . .
Dia selalu bersama pke baju couple dari daun
Mengapa sate dan soto selalu melengkapi
Bakwan dan tahu isi terlihat indah di sirami petis
Tak terkecuali kasih antara tempe dan pisang goreng
Selalu bersama dalam satu rinjing paman Sunan
Oh, cinta . . . kau bagai roti kukus . .
Harum semerbak dan manis,
Bagai batagor dan siomay yang begitu nikmat,
Bermandikan sambal kacang,
Dan tetaplah pentol tak enak bila tanpa bawang goreng, mungkin gaya penulisan novel untuk lembar ini agak sedikit beda, hal ini di karenakan tukang ketiknya lagi sakit pinggang. Dan tukang urut sangat jauh dari rumah.
Pernahkah kalian mencoba untuk berharap tuk dapatkan cinta dengan modal seadanya? Wajah pas-pasan gitu, tapi itulah takdir . . seperti nama band saya ( destiny ) yang begitu legendaris pertama dan terakhir . . . dan lupakanlah, hhe.
( 4 tahun yang lalu . . . 2008 SMP ISLAM SABILAL MUHTADIN )
Dahulu waktu itu hari-hariku terasa indah dengan nawal, perhatian . . . untuk halaman ini kita memasuki nuansa serius . . . hhe. Dimana ku begitu menikmati saat kami bersama, benar nawal . Entah mengapa bila menyebut nama itu aku tak pernah sebenarnya terpikir untuk menyukainya, saat menatap matanya tuk kesekian kali ada sesuatu yang berbeda, pertemuan pertamaku dengan dia seketika aku duduk di kelas III SD, waktu itu dia satu tahun di bawahku, di mana melihat kelakuannya itu, beuuhhhh . . . malas sekali dekatin dia, tapi syukurlah dia cantik . . coba aja jika kita membayangkan dia kulitnya hitam, pasti deh . . . NOOOOOO !!!!!!, tapi bertahun-tahun berlalu nampaknya Tuhan mempertemukan aku dengan dia kembali, 4 bulan menjelang UN, nampaknya aku sudah tidak bisa menyembunyikan perasaanku lagi padahal awalnya cuma coba-coba doang, lho . . . , entah mengapa setiap kali aku bertemu dengan dia terasa hati ini berdebar, irama detak jantungku sudah tak pasti lagi nadanya ketika melihatnya, sungguh . . aku sungguh tenggelam dalam keindahan berharap. Begitu indah hari itu, di mana pernah waktu senja kala sore itu, peristiwa aneh terjadi di mana pada waktu itu, Anas tukang ojek langgananku tiba-tiba tidak menjemputku, padahal senja kian menebal, tapi ku lihat ke arah 1350 ke arah utara ku temui wajah nawal lengkap dengan tubuhnya, tak bisa ku berhenti . . dalam hatiku berucap “ esok kan sabtu, cuma ada pengayaan . . . ya udahlah, santai aja menikmati angin senja ”, gumamku. Terlihat perlahan mobil berhenti bahkan ada juga kendaraan yang datang dan pergi, ada juga sih yang pakai tukang ojek, seperti Abu, Ma’in, Ateng dan lainnya. Tak terasa es kacong yang ku pegang perlahan sudah habis, ku begitu asyik menikmati masa senja itu, di mana Nawal ternyata juga belum di jemput.
( 15 menit berlalu . . . angin senja berhembus )
Tetap saja kami belum ada yang jemput maksudku dia, aku sudah dari dulu pake ojek, jadi tak masalah itu, tapi ternyata semakin ku bertahan menanti, tak sanggup ku pungkiri bahwa aku mulai merasakan sebuah perasaan yang begitu bahagia karena Tuhan telah mengizinkan aku menikmati rasa indah ini, sungguh ini sudah pukul 17.15 WITA ( jam sophie martinku semakin bergerak cepat ) tapi biar saja, ku nikmati menunggu ini, terkadang menunggu ada juga nikmatnya, mulailah dialog kami di bawah langit senja, langsung ku mulai dialog yang bernada erotis, ( jangan dibayangkan )
“ eh, belum di jemput ya ?”, tanyaku.
“ belum, jawabnya .,
“ wah . . berarti tinggal kita berdua aja nih,”, dan aku mulai menggombal.
“ cwit . . cwit . .”, kata teman nawal yang terpaksa aku masukin di dalam dialog supaya ini cerita tambah rame ( bertiga maksud saya )
“ . . .”, nawal hanya tersenyum sedangkan aku mulai terlihat mengeluarkan ekor sosokku sebenarnya.
( memasuki gerbang sekolah, dan aku lagi ngegombalin anak kelas 7 waktu itu )
“ mboh . . ! ! adit , hahahaha . .”, dari jarak hampir 3 meter dari retinaku nawal ikut nyahut pembicaraan.
( sedangkan adik kelas cuma ketawa-ketawa ) aku ini lucuu ya ? tanyaku hatiku dengan imut-imut.
“ aduuuh . . lama amat sih di jemput”, kataku jum’at sore itu.
Nawal pun merespon, “ jangan menangis, ckckckc . . . ”.
“ uh, sungguh aku menikmati hari ini”, gumamku dalam hati. ( karena setiap kata yang ku dengar darinya sangat ingin ku nanti, karena satu kata saja yang ku dengar darinya lebih berarti daripada dia diam membisu bak tembok yang udah di coret-coret).
Lalu, beberapa saat kemudian , tibalah sebuah mobil mewah yang melintas di depan pagar sekolah, dan nawal pun kayaknya di jemput dan ternyata benar-benar di jemput.
“ weeee . . . ! ! ”, teriak nawal dalam mobil, terlihat ayahnya terseyum padaku. ( mungkin aku yang kege-eran).
Apa boleh buat, terpaksa suara lantunan ini memanggil paman ojek agar bisa segera pulang ke rumah dan tirai senja mulai tergulung untuk merajut cerita di kala malam ( jangan ngeres ! ). Tak bisa lagi malam itu aku pungkiri bahwa aku sangat bahagia mengalami adegan dalam episode hariku. Dan malam itu sangat sulit mata ini terpejam memasuki dunia mimpi karena wajahnya selalu saja menganggu pikiranku.
( Jum’at, 2 Mei 2008 di SMP Islam Sabilal Muhtadin )
Hari pun begitu cepat berlalu, di mana saat try-out aku sangat merindukan kehadirannya, aku tak pernah tahu bagaimana perasaannya terhadapku, hingga saat mendekati UN . . pada hari Jum’at ( lagi-lagi hari Jum’at ) mungkin hari Jum’at merupakan hari spesial untuk hari ku habiskan cerita bersama Nawal. Hari itu hari sangat baik, selain kunjungan ke SD untuk minta do’a mau menghadapi UN, maka aku pun ke SMP untuk mengumpul formulir masuk SMAVEN oleh Pa Yadi ( Ustad mirip vokalis Samsons ), dan akhirnya aku berjumpa dengan nawal, di mana aku sangat bahagia sekali, beruntung waktu itu gayaku kereen abiiiisss !!!!, nawal pun tersenyum, ( entah dia kagum atau pengen bilang norak kepadaku ) tapi itu bagaikan bunga yang di utus dari surga untuk menyegarkan tandusnya bumi karena kurangnya cinta waktu mau UN. Keberadaan nawal sejenak di sisiku saat itu bagai memberi semangat tambahan padaku, aku tak mampu tuk berucap dalam lelahku bersama hati yang berdebar, beruntunglah waktu itu ada rizal yang mengantarkan aku ke rumah sepupuku walau pada akhirnya ku tak sempat mengucapkan perasaanku ini atau mungkin bisa di perjelas menyombongkan rasa bahagia ini walau ku tahu sangat sulit tuk dapatkan nawal.
( Sebulan Kemudian . . . )
Dan akhirnya kelulusan pun tiba, dan inilah saat-saatku harus peri beranjak, ( di iringi lagu Seandainya – The Titans dan Setia – The Titans ) dan akhirnya dalam bimbangku, maka terciptalah puisi ini,
SELAMAT TINGGAL
KARYA: M. ADITYA ATHAILLAH ( 2008 )
Terlalu cepat, waktu membawa kita di sini,
Kau baru datang . . di saatku akan pergi dari tempat ini.
Namun sempat kau tanamkan, rasa yang . .
Memperberat langkah ini
# selamat tinggal sudah . . aku pergi
Selamat malam, kata terakhir yang mampu ku ucap . .
Hanya padamu,
Semoga Tuhan . . . akan mempertemukan kita di tempat ini . . .
Begitu indah semua ini,
Namun ku harus pergi . . .
Dunia ini . . . bukan milikku,
Coba mengerti . . .
Coba mengerti, coba pahami
Coba mengerti, coba pahami
Dan dari saat itu, aku mulai mendewasakan diri dan percaya bahwa cinta akan datang, dan dan ku yakin seandainya cintaku adalah dia, maka pasti ku genggam tangan itu untuk selamanya. Karena mungkin hanya dia yang paling indah yang pernah singgah di hatiku ini, ternyata hampir satu tahun di SMAVEN, bayangnya masih saja menghantuiku, dan ku relakan semua itu.
“ . . . semakin ku bertahan menanti, tak sanggup ku pungkiri bahwa aku mulai merasakan sebuah perasaan yang begitu bahagia karena Tuhan telah mengizinkan aku menikmati rasa indah ini . . . ”
BAB v
17 MEI – 29 SEPTEMBER
Begitu amplop kelulusan mulai di bagi, di mana tertulis dengan pasti kata ‘ LULUS ’ yang menjadi pertanda berakhirnya sebuah penantian panjang, itu berarti masa putih abu-abu sudah benar tak lagi ada di halaman selanjutnya ( halaman hidup, bukan halaman novel ini maksudnya ), di mana kegembiraan di sertai tawa semakin memuncak pada hari itu, ku lihat teman-teman kelas XII IPS 2 melakukan selebrasi dengan mencoret baju pake spidol, tapi ternyata ada teman kelasku yang sudah siap membawa piloks untuk di semprotkan ke baju putih dan celana abu-abu itu tanpa mempedulikan lagi petuah yang telah di sampaikan seperti jangan mencoret baju, tapi ada baiknya di sumbangkan bagi yang membutuhkan ( tapi itu hanyalah petuah, begitu sudah LULUS semua terasa hambar bila tak ada aksi nekat ini ). Di jalan terlihat siswa dari SMAN 5 konvoi di jalanan tanpa menyisakan kegalauan, tapi ada polisi . . . tapi polisinya juga kayaknya cuma jaga, agar tak ada kerusakan atau kecelakaan, kemudian ada juga yang nyebur ke kolam, benar-benar aksi selebrasi yang cuma terjadi sehari dan sekali seumur hidup. Pada saat itu, tiba-tiba Melly mendekatiku dan berbisik sejenak untuk mengatakan tugas dari sekolah yang terakhir, ada-ada aja tugas dari sekolah, padahal sudah pada lulus, tapi ancamannya ijazah ngga bisa di ambil, huhu.
“ Dit, gimana tentang KTI kita?”, tanya Melly.
“ oh, KTI nanti juga selesai kok”, jawabku.
“ janji ya . . .”, kata Melly.
Kemudian keesokan harinya, di mana mungkin fenomena ini terjadi hanya pada anak SMA angkatan 2008, yak . . . yaitu keputusan pemerintah untuk melakukan penerimaan Mahasiswa baru lewat jalur Undangan ( SNMPTN Undangan ) tiba-tiba malam yang indah itu mulai menuliskan lembaran kisah, di mana semua ini berawal dari Bulan Purnama, waktu mamiku tercinta menyuruhku ke warung membeli sabun cuci, ternyata temanku yang mesu# bernama yandi menelepon aku,
( tririririririring . . . HP yang pernah di ambil pengawas waktu Try-Out berbunyi )
“ Dit, qmu lulus nggak SNMPTN Undangan?”, tanya yandi
“ Aku nggak tahu yan”, jawabku.
“ Berapa nomor PIN qmu?”, tanya yandi ( oh . . . sungguh tak sabaran ini anak )
“ lupa, qmu lulus ngga?”, tanyaku yang sudah mulai merasakan pertanda buruk pada yandi. “ NGGGGAAAAAAAAAKKKK!!!!”, jawab yandi dengan sekuat tenaga.
“ kalo di ITB lulus ngga?”, tanyaku lagi dengan penuh siksaan.
“ Ngaa . . . !!!!”, jawab yandi perlahan semakin mengecil suaranya.
( tit . . tit . . tit . . , hpku berbunyi sms datang . . . )
Master Message from
Rzzl
“ no PIN qmu brp ?”
Dan langsung saja ku balas smsnya, “ lupa ”
( Kemudian ada lagi sms datang )
Master Message from
T aopick
“ SELAMAT ANDA LULUS SNMPTN UNDANGAN”
Mendengar hal itu aku semakin gugup bagai menjawab soal UN tempoe doeloe, aku pun langsung membalas SMS dari upik sebutan T aopick sesengguhnya,
Kemudian tiba-tiba . . . triririt
Master Message from
T aopick
“ Di terima di FAKULTAS KEHUTANAN UNLAM dit, haha.”
Oh, rasanya sungguh penuh syukur aku waktu itu, namun aku berharap dapat di terima di UGM, hingga yandi curhat kepadaku karena di marahi Ayahandanya habis-habisan karena nggak lulus, bahkan yandi begitu pasrah layaknya bayi yang mau di sunat, maka dari itu yandi pun ku pandu untuk mencari informasi PBS UGM, di mana semua itu pun berhasil . . .
Malam itu sugguh mengesankan 85% isi dari SMS berbunyi ‘ tidak Lulus ’ bahkan di kelasku XII IPA 1, cuma ada 4 orang yang lulus sisanya mungkin Anda sudah bisa menebak apa kan? Misalnya saja, melly . .
Master Message from
melly happy ending smaven
“ Dit, ku ngga lulus nah, klo kamu? “
Langsung saja ku balas, “ klo UGM ku ngga Lulus, tapi Unlam LULUS di Kehutanan”.
Master Message from
melly happy ending smaven
“berarti qmu lulus, kan ?”
Aku pun membalas SMSnya, “iya mel, tapi aku masih ingin mengincar UGM”
Master Message from
melly happy ending smaven
“esok apa? Les atau ngerjain KTI?”
Aku pun menjawab, “mending kita les aja dulu mel”.
Daripada itu, sepertinya teman-temanku banyak yang ngga lulus, seperti taupik, tajrian, rizal, azmi, sojo dan lainnya ( mungkin kalian semua ngga kenal, kan? ) dan akhirnya ku baru tahu kalau yang LULUS ternyata Cuma ada 4 orang, wuihhh . . . 4 orang cooyyy . . !!! lalu perlahan dapat saya analisis kalau ternyata banyak peserta yang mungkin bisa di sebut kurang berhasil atau belum berhasil atau ( tidak lulus ) karena bedasarkan penelitian saya, hegemoni anak smaven mendapat 75% suara memasuki perjatahan SNMPTN Undangan, dari sekian banyak pilihan itu, banyak yang lebih memelih untuk melanjutkan ceritanya di Unlam, rata-rata fakultas yang mereka tuju ialah Fakultas Kedokteran, Fakultas Tehnik, Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakutas Ekonomi, padahal berdasarkan pantauan saya dengan melihat jatah kursi yang di sediakan sangatlah sedikit, misalnya untuk Fakultas Kedokteran hanya 6 kursi, Fakultas Tehnik hanya 7 kursi, sedangakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bersama Fakultas Ekonomi sangatlah sedikit yakni masing-masingnyna hanya 6 kursi dan tak boleh membawa kursi dari rumah sendiri, hhe ya iyalah . . . ! Smaven sudah di pastikan banyak yang akan memutar lagu sendu seperti Kerispatih atau juga D’masiv di malam kelabu itu, hal ini di karenakan pada pengumpulan nilai yang di perlukan berasal dari semester I sampai semester V, di mana untuk di Smaven waktu zaman saya dulu, mencari nilai 7 saja sudah cukup di pelajaran tertentu, padahal nilai dari pelajaran itu yang di Input ke data SNMPTN Undangan ( saya salah seorang Tukang Inputnya bersama dengan Azhar ) di mana nilai-nilai yang di Input sangatlah rentan jika harus bersaing di pelbagai sekolah lainnya, di karena sistem untuk SNMPTN Undangan ialah ‘ sistem pukul rata ’ ( begitu menggoreskan luka ) di mana apabila kita memasukkan angka 7 di sini, itu berarti saja sama dengan angka 7 di sekolah lain ataupun kabupaten, walau secara penglihatan sangat jarang ada penduduk di luar KAL-SEL yang memilih masuk Unlam, nah . . . namun di sini tetapah SMAVEN yang akhirnya menjadi korban, walau ada beberapa yang selamat ( salah satunya saya ,hhe ).
Tidak dapat di pungkiri pada malam 17 Mei itu banyak sekali yang berstatus galau, ada yang saling mengejek karena pilihan yang di pilih ( misalnya teman-teman saya mengejek saya ) ada juga yang masih belum mau berhenti sampai di sini, maka esoknya dia tetap semangat ( misalnya saya ) bahkan ada yang mengucapkan selamat dengan tulus kepadaku, tak terkecuali Age.
Tririririt . . . ( HP kembali berbunyi tanpa peduli hari begitu malam )
Master Message from
Aghe
“Selamat ya, dit ... qmu udah LULUS, Tuhan telah memberikan kemudahan dalam jalan qmu, Do’akan kamilah yang masih berjuang”
Namun, hatiku masih belum puas . . . karena ku merasa masih ada yang belum selesai, yakni bagaimanakah pengumuman PBS UGM, dalam hatiku berharap . . . Yandi yang sudah kehilangan tajinya pun juga mengalami hal serupa. Namun, malam itu rasanya begitu rame bagi alumni putih abu-abu dengan nasib yang terjadi, di mana semua ini bertemakan SNMPTN Undangan, dan Fakultas yang menjadi tujuan, ada yang belum beruntung, ada yang belum tahu ( kebangetan . . . ) ada yang mematikan Hpnya, ada yang curhat lewat jejaring sosial seperti facebook dan twitter, bahkan sampai ada yang menggedor-gedor rumah teman untuk melampiaskan emosinya, wuiiiiihhh . . . Have a nice Night, deh.
Kembali esok harinya segelintir manusia yang tak mengerti perasaan korban massal SNMPTN Undangan . . . hanya bisa bicara seenaknya dan mengejek tanpa pedulikan perasaan objek yang di tanya ( curhat colongan ), setibanya mentari di ufuk dan mulai pancarkan kehangatan di dunia, masih ada hati yang perih tuk beranjak dari kegalauan di 2011 tersebut. Berjuta lagu patah hati dan kepedihan terlantun indah, seperti saya sendiri yang konser di kamar mandi selama 30 menit ( mungkin lebih ) membawakan lagu Killing Me Inside dengan syahdunya, tanpa ku sadari tetangga di sebelah rumah mulai siap dengan senapan kemarahannya, karena merasa terganggu.
Dirimu . . di hatiku . . sudah terlalu lama
Dan biarlah, ku mencoba . .
Untuk tinggalkan semua . .
( Killing Me Inside- Biarlah- 2011 )
Beranjak ke tempat les di jalan S. Parman, ya Bimbel dari aku kelas IX SMP hingga XII SMA dan berstatus lulus seperti sekarang aku masih tetap belajar di sini, di mana aku sangat menanti kedatangan Melly, ya . . waktu itu melly berjaket merah, di mana aku duduk di sampingnya seakan aku itu pacarnya melly, oh semoga saja begitu. Kemudian aku dan temanku yang bernama Sojo duduk berdua dan Sojo pun ternyata ngga lulus SNMPTN Undangan, oh betapa senang rasanya melihat teman menderita, hohohoho. Lalu, pembicaraan di kelas seputar nasib hidup pascapengumuman SNMPTN Undangan di mana rasa sorak-sorai kelulusan UN sudah memudar dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Dan ku sadari, mungkin inilah detik-detik terakhir bagiku tuk dapat berjumpa dengan Melly. Berbeda dengan Yandi, yak . . mungkin bila kalian menebak yandi, itu adalah jawaban yang benar. Di mana Yandi dengan penuh semangat membuka internet setelah mendengar telepon dariku.
“ Yan, buka pengumuman PBS UGM, pengumumannya sudah bisa di buka!”, seruku.
“Oh iya?”, yandi seakan bangkit dari mati surinya.
Beberapa saat kemudian, telepon dari Yandi dan perlahan ku angkat.
“ Dit, sama aja . . . ku juga ngga Lulus,huhu”, kata yandi
“ Ya, udah sabar aja yan, mungkin UGM bukan tempat kita”, jawabku dengan bijak.
Begitu pula nasib selanjutnya, dialami teman-temanku yang lain, rasanya awan mulai mendung di hari-hari kami yang berharap. Kemudian aku buka aja, pengumumannya di internet kalo ngga salah situsnya http//:www.ugm.ac.id dan ternyata dunia tak berpihak kepadaku dan yah, mungkin kalian sudah mengerti kan, maksudku ngga LULUS gitu, dengan kepala tertunduk aku mencoba tegar, walau akhirnya beribu puisi sakit hati maupun lagu sakit hati terlantunkan dengan setengah sadar. Ternyata ku masih beruntung karena Lulus SNMPTN Undangan, hhe.
Sementara itu, aku di tengah kegalauan bersama Yandi ngerjain KTI yang judulnya penuh dengan jiwa dan semangat kami membuatnya, benar-benar galau deh masa itu, apalagi Yandi yang baru aja terkena omelan fathernya, hanya bisa tersenyum pasrah kemana arah hidupnya nanti. Sedangkan aku, hanya bisa tersenyum melihat dunia tanpa harus utarakan puisi tuk kesedihan ini. Benar, banyak pihak yang memandangku sebelah mata kala itu, tahukah kalian aku bergitu terluka menyaksikan ini. Seakan aku harus berada dalam adegan yang ingin segera ku lupakan. Kami ( aku dan si Yandi maksudnya ) sangat berharap dan begitu melihat kenyataan semua harus terdiam dan terabaikan. Begitu juga mereka yang lain, dalam hari biru 2011 itu.
( Sabtu, di Jogja Center )
Begitu pula Melly, ku masih ingat saat kami duduk bersama dalam satu box di warnet. Aku benar-benar menikmati 1 jam ngobrol dengannya, walau sekaleng sprite habis juga. Aku tak bisa melupakan dan tak ingin ku lupakan keindahan itu. Di mana Melly begitu mempercayaiku dan aku pun sanggup tuk membangun semangatnya yang telah pudar dan hilang bersama kalutnya sebuah asa ( maaf saya terlalu lebay nulisnya . . . ) Dan setelah itu, aku benar-benar menikmati keindahan itu. Walau Peterpan berkata tak ada yang abadi, namun ini merupakan sesuatu yang indah dan memang akan pudar seiring berjalannya waktu gumamku dengan wajah yang tertawa segila-gilanya di warnet itu.
( seminggu kemudian . . . )
Kemudian, karena hati ini masih merasa belum puas, karena aku ingin melanjutkan studiku di luar Banjarmasin ( bukan Banjarbaru tapinya ) aku pun mengikuti SNMPTN jalur tertulis, di mana aku memilih ITS dan Unibraw sebagai harapan selanjutnya. Beranjak pada tanggal 29 Mei, aku dengan Rizal melihat lokasi di mana tempat duduk aku tes, yak . . ternyata di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada waktu itu.
Esok harinya, sampai tanggal 31 Mei tes tesebut barulah berakhir, di mana ada berbagai cerita di dalamnya. Di mana dalam suasana tes yang penuh sekali nuansa bisu berbalutkan tegang dalam menjawab tiap soalnya, nah . . yang paling parah ada siswa yang menjawab semua soal yang di berikan, padahal secara logika soal tersebut tak mungkin dapat terjawab semua, berarti itu asal jawab, hehe. Jujur aja, soalnya luar biasa menegangkan . . . jadi buat kalian yang membaca novel ini dan ingin mengikuti SNMPTN maka belajarlah dengan giat walau UN telah berakhir, karena kebanyakan banyak yang menganggap SNMPTN ini mudah, padahal menyiksa. Kemudian, setelah tes berakhir, aku langsung saja bergabung dengan teman-teman dan saling mencurahkan nasib kami masing-masing. Lalu, terlihat di sana ada paman pentol yang sangat enak ‘ pentol fisip ’ enak banget cuy . . ., Setelah itu, aku bersama Rizal mencari makan, yak . . Depot Citra Rasa pilihan kami, tak menunggu lama setelah mie di piringku hampir habis, datanglah Melly dengan cowokya, oh tidakkk . . . aku hancur . . . dan lagu Armada yang berjudul Pemilik Hati mengalun dari TV dan kebetulan sekali pengamen pun juga nyanyiin lagu itu . . . oh benar-benar sesuai dengan perasaanku . . . seperti inilah dialog yang terjadi
( Lagu Armada mengalun . . . dan datanglah sesosok makhluk bersama bidadari )
“ eh . . Dit, mirip Melly dit . . !”, kata rizal yang sudah makin gendut.
“ Mana . . mana . .”, ( aku sebenarnya udah tahu dan ku tengok ) “ oh ternyata benar-benar Melly”, ungkapku dalam hati.
( Dengan salting dan terlihat bodoh aku menghabiskan mie, Lalu ku tengok ke arah Melly )
“ Adit . . .”, teriak melly.
( Kemudian dengan segenap maluku ku coba menyapa )
“ oooyyy”, teriakku dengan segenap malu
( Begitu jeleknya wajah rizal seperti tahu yang penyok di tabrak tronton menertawakanku )
Kemudian, muka rizal yang tidak rata dan bagai sarung kumal itu ingin sekali rasanya ku hapus dari kehidupanku. Dan setibanya di rumah dengan perasaan bahagia aku menikmati hari itu. Penantian itu ternyata begitu melelahkan, di mana seseorang yang menanti akan merasa berdebar tuk berharap dalam putih atau abu-abu, di mana takdir yang akan menjawabnya. Berhari-hari rasanya sunyi mengusik jiwa, ingin segera rasanya kutuntaskan kegalauan ini. Udara rasanya terasa sesak untuk ku hirup, nafas ini mulai tertatih, seperti halnya tetangga yang wajahnya yang selalu tersenyum di mana giginya paus banget pasti menanyakan aku kuliah di mana UUUHHH !!! dasar Hitam JELEEEKKK!!!! MATI SANA!!!!!!!!!!!!!!!!!, kemudian belum lagi tetangga yang semena-menanya menggunakan hak vetonya tuk jagain cucu kesayangannya, aduh . . ., namun di satu sisi penantian itu bukanlah kekosongan, walau ku sengaja menyibukkan diri agar tidak frustasi, dalam istilah psikologis di katakan bahwa, kecendrungan orang yang berdiam diri di rumah tidak selalu bisu ( ya iyalaaahh . . lain maknanya coy ) tapi kesendirian itu mengakibatkan frustasi, dapat kita ambil saja sampel bahwa orang-orang berambut putih ( beruban maksudnya ) biasanya usai masa kerja atau pensiun kecendrungan menjadi rajin karena tidak biasa tidak melakukan apa-apa. Maka dari itu aku terus les untuk berharap agar LULUS SNMPTN tepatnya di Ganesha Operation untuk dapat masuk STAN, di mana semua juga berharap yang terbaik dan terindah pastinya.
Namun, apa yang terjadi terkadang tak sejalan dengn keinginan nurani, tanggal 29 Juni yang menjadi momentum dan sebuah gebrakan akhirnya membuat tubuh ini kaku dan diam dalam kekecewaan, di mana impianku untuk lulus SNMPTN itu harus ku kubur, tanpa harus ku sesali semua yang telah ku kerjakan, dan di malam itu sms kegalauan dari sepersekian juta penduduk Indonesia telah memasuki Inbox Hpku, ( tit ! tit ! HP berbunyi )
Master Message from
aNDREE
“ Dit, Qmu Lulus Ngga’ ? Aq ga’ Lulus ”
Master Message from
melly happy ending smaven
“Dit Q ngga’ Lulus T.T, klo qm”
( reply: Ngga LULUS )
Master Message from
ArdY
“Belum rezeki kita, bro.”
Master Message from
Hana ninaniwa
“Qmu lulus di mana?”
( reply: Aku Ngga LULUS Han, mungkin ini bukan rezeki kita )
Master Message from
Hana ninaniwa
“Iya, Adit . . . T.T”
( reply: Tenang aza han, masih banyak koq, ada STAN, UMB, SMUT )
Master Message from
Hana ninaniwa
“Qmu sih enak, pintar . . aku apa? Paling ujungnya kayak gitu lagi, huhu.”
( reply: ingat, semua ini rencana Tuhan, han . . nanti juga ada saatnya qmu tersenyum. )
Master Message from
Hana ninaniwa
“Benar dit . . . Tuhan kan Maha Adil”
Di antara sekian banyak cerita, ada juga yang bimbang dan masih mencari jalan . . . bahkan ada juga yang begitu sedih di mana kekecewaan nampak, tapi ada juga yang bangga melihat temannya gagal, karena sama-sama gagal, hhe.
( Tririririt . . ) pagi itu Hp berbunyi dan dari siapakah telepon itu berasal? Semoga saja dari orang yang ngga nyombongin kelulusannya. Dan that’s right ! ternyata si Yandi yang menelepon.
“ Dit, gimana nih? Lulus ngga ? hahahahaha!!” kata yandi.
“Belum, perjalananku masih panjang broo,,”, jawabku.
“hahaha, aduuuhhh kenapa kita ini dit . . nasib kita”, tanya yandi dengan penuh galai.
“ Yah, begini adanya, gimana lulus ngga?”tanyaku seolah tak tahu.
“ Ngaaaaaaaaaaa!!!!”, jawab Yandi.
“Oh ya, gimana Om Ridwan kabarnya”, tanyaku. ( Om Ridwan ialah Yandi’s Father !!! )
“Ah, biasa aja . . udah ngga bisa suara lagi, dit”, kata Yandi.
Singkat cerita, pada tanggal 27 Juli aku lulus STAN tahap I dan aku mulai siap untuk menyongsong hari-hari kedepan di mana saat harapan ini besar untuk meraih itu. Hingga ku temui sebuah kenyataan bahwa pada tanggal 29 September, aku harus menelan pahit . . bahwa aku tidak LULUS STAN, tapi mau bagaimana lagi . . takdir . . benar, tak ada seorangpun yang tahu takdir itu seperti apa akhirnya, merka hanya dapat bermimpi dan berharap, Dan ku yakin inilah yang terbaik, tak akan ku lupakan semua cerita ini yak ngga salah kayaknya kalo aku beri judul 17 mei – 29 sepetember untuk kisah ini, hhe.
“ Roda kehidupan akan terus berputar selama jantung ini masih berdetak, dan kadang roda kehidupan membawa kita pada posisi terpuruk, namun bagiku ada dua teori yang ku ketahui pasti. Apabila roda kehidupan kita lagi di bawah, maka buatlah roda itu hanya sesaat agar kita bisa berlama-lama di atas. Kemudian, dengan segala semangat dan pengorbanan buatlah roda kehidupan kita melayang terbang tanpa harus pijaki fananya bumi ini"
BAB vI
LANTUNAN LANGIT SENJA
Waktu berlalu begitu cepat, tertinggalkan segala cerita dalam keindahan, dan ku masih di sini, eh . . ini kisah waktu aku kuliah, ya . . oke kita sambung ceritanya, seperti biasa aku tetap sendiri tanpa ada cinta yang datang, saat sinar mentari mulai memudar seiring itu pula hatiku berdenyut akan sebuah kenangan in the past. Ku coba sejenak mengenang cerita indah itu dengan dia, dia itu . . ayo tebak, siapa? Ya, dia adalah melly. Salah satu hal yang terpikirkan waktu sekarang ialah, mengapa semua ini berlalu begitu cepat? Ku tanya paman martabak namun dia hanya berkata tak tahu, ku tanya imam langgar jawabannya ialah takdir, ku tanya temanku namun mereka justru minta traktir mie ayam bahkan nasi goreng, ku tanya paman taksi jawabnya “ini bukan taksi martapura nak”, ku tanya merpati . . seakan dia tak menghiraukanku, dia terbang bebas melewati garis khayal semesta tanpa ada beban atau galau sedikit pun.
Andai saja, aku waktu itu sempat mengatakan perasaanku walau mungkin tersirat dalam makna yang tersembunyi itu mungkin lebih baik dari diam dan sesal ini. Mangapa? Ku tanya . . . tapi mereka menjawab, “ tidak tahu atau takdir”. Benar, mengapa bunga nan harum harus tumbuh indah di dalam relung kalbu ini saat semua tak menyadari perasaan ini? Seharusnya aku tetap aku yang tak mengenalnya namun apalah daya, aku tak bisa berpaling karena semua ini sudah dalam rencana Ilahi bahwa aku harus bertemu dengan melly, bahwa aku harus . . . merindukannya.
Masih ku ingat saat itu, biasanya tiap habis jam tambahan aku dan melly saling berbagi cerita, mulai pelajaran, fashion, gosip bahkan bocoran soal, kala itu . . . saat kami mengerpek bersama buat ulangan fisika besok, kami sedang asyiknya bicara, tiba-tiba kunci sepeda motor melly nyangkut di atap lantai 1, lalu ku coba untuk mengambil kayu dan menyuruh melly melempar, “ mel ! lempar aja ke bawah, anggap aku ini busur panah 3600 ya”, kataku. Di mana teman-temanku yang pada jomblo yang sedang nongkrong di lantai dasar melihat, tiba-tiba lemparan melly gagal, “kalo begitu kita gantian deh”, kataku. Melly itu yang paling ku suka orangnya selalu nurut deh . . ( seldom ) Melly pun menunggu di bawah dengan cantiknya dan ternyata tembakanku meleset, hehe sengaja kok, supaya bisa berlama-lama sama melly. Dan seketika itu juga tawa dan canda terpatri begitu saja di balut dengan kebahagiaan yang sulit untuk ku lupakan. Kemudian, kami melanjutkan canda dan tawa itu, oh sungguh begitu indah rasanya sebuah kisah tercipta, hembusan angin begitu tenang mengalun layaknya sebuah instrumen yang menjadi soundtrack, kemudian warna langit kian menggelap bersiap tanda malam akan terbentang, terlihat mentari minta izin pamit dan berkata sampai jumpa besok ( LEBBAAAAAAAYY!!!! ), begitu indah rasanya duduk berdua menatap layar langit sambil menikmati kicauan burung berbalutkan sebuah perasaan bahagia di mana saat itu, aku bertanya “ Apakah semua ini akan terulang kembali?”, seakan ku dapat merasa . . . benar, langit senja menampilkan warna kesedihan atau perasaan yang di iringi sebuah ritme getar yang menyebabkan gaya pegas minimum dalam relungku, desiran angin membawa dedaunan berterbangan, sejenak aku melihat ke arah melly yang sedang asyik menyalin contekan, benar . . . aku tak sanggup lagi berdusta, benar . . . ku yakinkan sekali lagi perasaanku, aku . . . menginginkan melly. “ kau begitu cantik, mel”, ucapku dalam hati sambil melihat wajahnya.
Setibanya di tempat les, aku benar-benar bersemangat karena sebuah perasaan bahagia ini, sudah jelas kalo habis jam tambahan itu pasti semuanya mulai teler di kelas, tapi aku mengamuk bak Lionel Messi yang menggiring bola menembus pertahanan lawan dan saat berhadapan dengan gawang, dia melepaskan tendangan emasnya dan . . . eh tunggu, keterusan ceritanya kok jadi messi, balik lagi, pokoknya gue jadi gilaaaa!!!!! Di kelas !!!!! Uwooooo!!!!!!
Lalu, keesokan harinya, episode yang sama terulang kembali, sungguh . . aku tak bisa menghindar saat aku berhadapan dengannya, sungguh aku sudah terlalu dalam terjatuh . . benar, aku dan melly sudah sering curhat dan bercanda tiap malam bahkan aku seringnya mengirim puisi untuknya sebenarnya hanya untuk motivasi saja sih, tapi lebih, hhe.
MELLY
KARYA: M. Aditya Athaillah ( 2012 )
Melly, kau kan tetap terang tanpaku
Aku kan tetap di sini untukmu
Lihat langit pun kian mendung,
Aku di sini melihat . .
Terselip nama di dalam do’a
Kau kan temukan cerita yang baru,
Walau tanpaku di sini
Melly, kau kan tetap terang tanpaku
Mungkin ini ialah salah satu puisi yang kerap ku ketik sebagai refreshing buat belajar menghadapi UN, di mana aku merasa menikmati dan mengagguminya tanpa harus memiliki. Walau mungkin siapa pun tentu tahu cinta yang terpendam itu sangatlah menyakitkan, di mana di saat dia ada di sisimu menegurmu sejenak hal itu terasa begitu indah, bahkan terkadang kita menjadi terlihat bodoh di mana sebuah gaya merambat tegak lurus sebesar x Newton yang membuat getaran yang tak menentu di jantungku. Bahkan, Alat pelacak Gempa yakni Seismograf tidak dapat menghitung besarnya skala Ritcher di dalam hatiku saat itu. Tapi, karena aku ini orangnya sering sekali menggoda anak perempuan, mungkin bagi melly ini ialah hal yang di anggap lazim ( penulisnya kege-eran).
Kini, saat memasuki masa perkuliahan, tak bisa ku pingkiri melly ternyata masih mengharapkan kehadiranku, sungguh aku tak menyangka telah memasuki kehidupannya secara tak ku sadari, di mana saat dia telah mencintai seorang di sana, aku adalah hati yang terbang menyisiri tepian sunyi dalam deranya, di mana air mata yang membasahi pipi itu selalu hadir di depanku, sungguh . . . aku tak ingin melihat air mata itu, namun yang ku ingin lihat ialah senyum usai hujan itu, Nah, mantapkan puisiku, benar-benar aku bahagia sampai kini, bahkan melly sampai minta jawabkan pertanyaan segala waktu ujian lagi, aku salut . . . bukan karena dia mempercayai aku, tapi waktu dia membuka HP saat ujian berlangsung ngga di singkat lagi kata-katanya . . benar-benar strategis posisi duduknya, berbeda dengan posisi dudukku waktu ujian dan try out. Face to face ama pengawas coy!!!
Mungkin loe pade ga tau, klo waktu ulangan umum biasanya aku suka menyebar jawaban lewat sms, bahkan server terbaiklah saat itu ( server: tukang sebar jawaban waktu ujian ) terkadang aku juga merangkap sebagai provider ( provider: tukang jawab ) di mana posisiku selalu di belakang dan biasanya aku nyebarin jawaban ke M Zein, nah M Zein itu sangat berjiwa server, tahukan sudah server itu apa? Jadi, hampir tiap satu kelas kebagian bahkan parahnya lagi anak IPA 4, IPA 3, IPA 2 sampai IPS 1 minta jawaban, tapi terbukti jawabanku ngga pernah membuat orang remed, dari sinilah Melly mulai mempercayaiku hingga akhirnya kami tambah akrab syukurnya lagi Melly ngga ragu-ragu lagi curhat sama aku, bahkan secara kacamata sinetron FTV hadirlah sebuah cinta antara tukang curhat dan tukang beri solusi, bersama itu mulailah ajak jalan, makan bareng . . . tapi seandainya FTV skenarionya pasti berujung bahagia di mana tokoh lelaki yang akhirnya dengan malu-malu menembak perempuan dengan bunga atau coklat sambil bilang “ Loe mau ngga, jadi pacar gue?”, dan si perempuan langsung saja menerima cintanya dan akhirnya lagu latar pun berbunyi yang entah datangnya darimana tiba-tiba lagi muncul kata tamat dan layar berubah menjadi daftar pemain sampe produser segala dan muncullah Channel siaran TV tersebut, benar-benar kisah yang indah. Tapi si Melly ngga gitu, aku juga ngga tahu mungkinkah melly mengerti perasaan ini, rasanya sms jawaban tak sanggup meluluhlantakkan perasaannya.
Andai saja, aku adalah orang lain yang sudah biasa memahami cinta seperti cinta mengerti perasaan dan hati insan yang dilanda, begitu indah . . biasanya ada kata-kata puitis yang selalu ku sms ke Melly, seperti puisi ini
TERINDAH DAN TERLUPAKAN
Karya: M. Aditya Athaillah ( 2011 )
Jangan memaksa . . .
tersenyum dalam tangisanmu
Hujan terhenti,
Terbit pelangi terakhir . . .
Yang kan kita lihat,
Sering sekali puisi tersebut ku kirimkan pada Melly, namun apalah daya . . . yang ada tiada dia membalasnya, apalagi saat dia lagi bersenang-senang dengan pacarnya, seakan aku terlupa sejenak di sudut hati yang tak tersentuh kehangatan, benar aku terlalu lebai . . . yah, jadi ngga nyambung deh. Biasanya setiap aku melihat Melly dan pacarnya jalan berdua itu ialah hal yang lumrah karena aku dulu ngga ada perasaan sedikitpun terhadap Melly, namun semua ini sangat berbeda saat aku mulai memikirkannya, seakan ada sesuatu yang menusuk ke hatiku setiap kali, aku melihat melly berjalan dengan cowoknya, apakah ini yang namanya cemburu, putih abu-abu ini ternyata benar-benar menyimpan sebuah rahasia, namun terkadang aku begitu menikmati sejenak saat aku bersama dengan melly tiap habis pengayaan ( di baca: penganiyaan ) benar, seakan aku menikmati kehidupan romansa ini, seperti terhanyut aku dalam bahagia ini sambil menikmati warna langit senja itu, kala itu layar langit begitu indah di mana awan terlihat begitu manis dan mentari bersinar tak sehangat kehadirannya, seakan aku tenggelam dalam sebuah alunan di mana desiran angin membawa daun melayang menyusuri permukaan dunia bersama suara hembusannya di temani kicauan anak burung, mimpi . . . harap dan khayalan semua terlintas saat wajah ini bertatapan, kehangatan dari hati terpancar tanpa ku sadari darimana datangnya . . . aku bermimpi, berdo’a berharap keindahan ini akan selalu terkenang di hati kami, ku tatap matanya dan aku mengerti, aku . . . menyayanginya di bawah langit senja dan ku percaya inilah Lantunan Langit Senja.
Aku pernah berpikir seandainya tak ada di dunia ini hukum gravitasi dan archimedes tak menemukan teori hidrostatis air, maka PDAM tak pernah ada, jika Newton tak terlahir ke bumi atau waktu itu Newton sedang galau atau heartbreak, mungkin yang tercipta bukanlah hukum Fisikanya, tapi lagu galau yang bertemakan gerak dan perhitungan dengan relasi jarak, bahkan jika waktu zaman Albert Einstein dulu sudah ada yang namanya twitter atau facebook mungkin statusnya pelbagai hal yang berhubungan dengan teori relativitas cinta, tapi di balik semua itu terciptalah pelajaran fisika dan akhirnya aku bisa belajar fisika bersama Melly sambil menikmati horizon senja, cuma kami berdua aja lhooo . . ., hhe.
Hidup tak selamanya indah, benar kata PWG . . . hidup kadang tak sejalan dengan apa yang ku inginkan, tahukah kalian? Apa tiap malam yang aku pikirkan? Benar, siapa pengawas ujian nasional nanti. Tapi siapakah yang selalu ku rindukan? Hhe. Jawabannya akan kalian temukan di halaman sebelum-sebelumnya. Hingga pada suatu malam,
( HP berbunyi Tit . . . tit . . . )
Master Message from
melly happy ending smaven
“Dit, nanti kita belajar bersama yah, ajarin aku”
( reply: oke aja, semangat !!!! )
Master Message from
melly happy ending smaven
“Iya nih, waktu belajarku cuma 1 minggu aja lagi”
( reply: kapan qm bisa ? )
Master Message from
melly happy ending smaven
“Thanx dlu dit”
( reply: jangan sungkan, mau belajar ap?? )
Master Message from
melly happy ending smaven
“terserah qmu aza, ”
( reply: gimana klo KIMIA ??? )
Master Message from
melly happy ending smaven
“Terserah aza, aku pngen bisa satu aja yg q ahli dari IPA ini ”
( reply: sip dech , tapi qm percaya aja sama aku kan? )
Master Message from
melly happy ending smaven
“iya, aku percaya . . . memangnya kenapa ? ”
( reply: Kepercayaan dari qmu, akan ku bayar dengan senyuman qmu )
Master Message from
melly happy ending smaven
“Makasih adit, qmu teman yang paling baik yang pernah aku temui . . . q bersyukur banget punya teman yang kayak qmu tuh, ”
( reply: thx mel, tappi aku tak selamanya sempurna . . . masih banyak yang lebih baik dari aku mel )
Dan angin malam pun teruslah berhembus menyapa sepiku, berharap aku dapat menjawab soal UN, kemudian Lulus di Universitas Favorit ( my dream waktu itu sih UGM ). Karena itu ku percaya cepat atau lambat aku kan terpisah dengan Melly, namun aku percaya aku akan mengutarakan perasaanku ini padanya.
JGEEEERRRR!!!! ( petir menyapa, hujan pun turun basahi dunia )
“ ... benar, seakan aku menikmati kehidupan romansa ini, seperti terhanyut aku dalam bahagia ini sambil menikmati warna langit senja itu, kala itu layar langit begitu indah di mana awan terlihat begitu manis naungi dua insan dan mentari bersinar tak sehangat kehadirannya, seakan aku tenggelam dalam sebuah alunan di mana desiran angin membawa daun melayang menyusuri permukaan dunia bersama suara hembusannya di temani kicauan anak burung bak simfony hati yang berbunga, mimpi . . . harap dan khayal, semua terlintas saat wajah ini bertatapan, kehangatan ini terpancar begitu adanya tanpa ku sadari darimana datangnya . . . aku bermimpi, berdo’a, berharap keindahan ini akan selalu terkenang di hati kami, ku tatap matanya dan aku mengerti, aku . . . menyayanginya di bawah langit yang bisu, dan ku percaya inilah Lantunan Langit Senja...”
BAB vII
HARI PENUH CERITA
Baiklah, untuk episode yang berjudul hari penuh cerita ini ada sedikit perbedaan dari cerita yang ngga jelas di halaman sebelum-sebelumnya. Bedanya sudah pasti ada, yakni alurnya makin ngga jelas, sebenarnya dalam penyampaian cerita ini menceritakan biografi cewek-cewek yang sempat nimbrung di hati walau itu cuma one minute, tapi ngga papa di tulis aja, karena dari merekalah karya yang ngga jelas ini diciptakan, sebagai inspirasi gituuu, hhe. Baiklah dalam dunia ini tidak mungkin tak ada cinta, pasti ada walau cinta itu mungkin bukan dari kekasih, dari ayah dan ibu juga apalagi tetangga yang suka mengasih nasi goreng. Dan semoga amal ibadah mereka mendapat balasan yang setimpal, dan sekian dakwahnya yee...., baiklah artis-artis terkenal biasanya memerankan sinetron cinta, anak band juga begiitu pula di era boyband ini. Nah, cinta itu benar-benar indah bukan, tanpa cinta mungkin semua tak akan indah bahkan Anda tak kan terlahir, hhe.
Di mana dari cinta itu, tercipta bait dan sajak puisi yang telah ku ciptakan, tuh kan tambah ngga nyambung ceritanya. Aku pernah menciptakan puisi dan itu terpintas begitu saja dalam kepalaku dan melalui proses pengembangan di dalam kamar mandi, sempurnalah sudah karya yang ngga jelas tersebut. Di mana ini waktuku melihat sosok Nawal, di mana akhirnya tercipta sebuah puisi yang berjudul namanya sendiri.
NAWAL
Karya: M. Aditya Athaillah ( 2008 )
Ku lihat sang bidadari, turun dari surga . .
Hangat terasa, alam dunia ini
Dan ku lihat kau pun memudar
Jangan kau pergi tinggalkan aku,
Nawal, tetaplah di sini . . . aku menunggumu
Sampai kapanpun nanti, tetap kau di sini
Cahayamu bagai mentari surga
Tak akan redup untuk selamanya,
# )
semakin terajam aku bernyanyi
Semakin terpuruk . . hidupku ini
Wajahmu menjauh dari hidupku
Sadarkan diriku dari mimpiku
Kau kan tetap ku tunggu
Tak akan berhenti di sini,
Lanjut, cerita selanjutnya . . . pernah di halaman sebelumnya aku menceritakan tentang listi, di mana listi juga pernah memberi aku sentuhan warna dalam masa putih abu-abuku dulu, hari-hari kala itu sangatlah indah penuh sekali kebahagiaan, di mana semua terangkum dalam puisi ini,
LUPAKAN DIRINYA
Karya M. Aditya Athaillah ( 2009 )
Hari ini aku bahagia, engkau datang temani diriku
Dalam hati sedih dan memberi warna
Untukku . . untukku . . hanya untukku
Namun semua ini sirna, dan luka terlukis
Saat ku melihat kau jalan dengan dirinya
Kau pergi dan ku terluka
Lupakan dirinya,
datanglah padaku
Coba lihat aku disini
Yang selalu menunggumu
Lupakan dirinya,
datanglah padaku
Coba lihat aku disini
Yang selalu menunggumu
Hari-hari terus berlalu masih terasa kehangatan masa lalu, pernahkah kalian mengalami peristiwa indah seperti duduk bersama dengan orang yang kalian sukai, benar . . . itu merupakan sebuah prasasti cinta yang kan ku simpan tiap baris ceritanya dalam museum di hatiku. Benar, rasanya malam terasa singkat karena ku ingin menemuinya di sekolah, ku sadar masa SMA itu pasti kan berakhir, tak kan ada terulang kecuali, yah . . . ( kan kita harus Lulus UN ) atau mungkin mengecil kayak shinichi yang terpaksa menjadi conan dengan bantuan peralatan dari profesor Agasa, dia membuat detektif Kogoro Mouri menjadi terkenal di balik layar sebenarnya dengan mengungkap kebenaran dari sebuah kegelapan, eitss... kepanjangan hhe.
Dengan demikian ku berangan tuk dapat mengutarakan perasaan tersebut kepada dia sebelum cerita SMA ini benar-benar tamat, jangan sampai tragedi cinta yang terpendam terulang kembali, ku ingin untuk kali ini saja, tubuh ini tidak terlihat bodoh dan paman pentol tak menertawakanku lagi, dan kata-kataku tak serba salah lagi, coba saja kita mengerpek kata-kata indah untuk calon pacar, eh . . . sampai di hadapan dia, rasanya semua itu tak berfungsi, mana ada lelaki yang menembak sambil baca naskah atau mengerpek, haha . . . eh tunggu, bisa jadi itu aku orangnya, oh tidaaaaaaaakkk!! Mengapa ini semua harus terjadi . . .
“dalam dunia ini tidak mungkin tak ada cinta”
BAB vIII
EPISODE YANG USAI
( Juli 2008; 05.45 WITA di SMAN 7 Banjarmasin )
Masa sekolah merupakan masa terindah, di mana di sana terdapat berbagai cerita dari guru killer atau suka menghajar bahkan satpol PP, jadi ngga ada salahnya kalo kita cukup nakal, tapi jangan sampai main fisik, nah . . . misalnya saja waktu baru MOS, benar deh, gila tu kakak panitianya nyuruh push-up sepuasnyaaaa deh . . . malah pada hari pertama di suruh datang pagi-pagi, tapi tetap aja di suruh push-up “ PUSH-UP 20 Kali !!!!!” kami pun dengan terpaksa push-up tapi ada juga yang ngakalin, cerita penderitaan di hari MOS ini bermula ketika waktu kami push-up saat sampe hitungan ke-19 karena ada yang kurang kompak, waduuuhhh . . . “ ULANGGG!!!!”, AAAAA!!!! Teriak kami dalam hati. Dan terus berlanjutlah penderitaan kami, oh . . . seandainya shinigami benar-benar ada di dunia ini, mungkin nama panitia itu udah ku tulis semua di buka Death Note, tapi biasa . . . masih ababil, jadi itu cuma khayal. Dan matahari pun kian angkuh tunjukkan sinarnya saat kami harus berjemur melihat senyum membunuh dari kakak kelas, dan kami semua pasti ingin masuk ke dalam, pokoknya ke dalam apa aja boleh deh apalagi ke dalam kulkas, kan enak tuh, hingga tiba akhirnya masuk ke Aula untuk mendengarkan pencerahan yang sudah pasti membosankan, tapi biarlah . . . namun, barisan kami paling akhir masuk Aula, dasar . . . barisan kami bak ular naga panjangnya . . . jadi, kamilah The Last . . . dan baru sampai Aula, eh malah di suruh PUSH UP !!!!! begitulah hari-hari berlanjut.
Kemudian, kami diprogramkan untuk mengikuti latihan dasar kepemimpinan di Rindam, busyet deh salah-salah bukan di suruh push up lagi nih hukumannya, jangan-jangan di bayonet atau di basoka tentara !!!! oh tidak . . . begitu hari H hujan mengguyur kota ini, terlihat dengan pasti wajah ngga ikhlas dari teman-teman yang di balut kepalsuan bersemangat ikut acara ini, tapi nikmati sajalah, eh . . . ternyata malah kami ketinggalan bis dan terpaksa kami naik taksi hijau. Ini sebenarnya karena kami ngikut saran Mirza yang mengatakan kita harus selalu bersama, dan akhirnya dia yang naik bus lebih dulu tambah lagi panitia di bus pertama nyuruh busnya jalan duluan, yang ada kami hanya bisa pasrah melihat ini bersama wajah yang ingin nyumpah terutama mamanya Wewe yang sangat mencemaskan anaknya yang punya tampang jenius namun dalamnya terkadang 1800 beda banget gitu bahkan sampe dalam taksi tu anak pamerin snack yang di bekalin ama mamanya . . mulai dari snack, minuman bahkan permen, ya terusin aja deh bongkar isi tas loe!!!, benar-benar sebuah pertanda, sesampainya di markas tentara di sana kami berbaris di bawah rintik hujan bersama terpaan angin di teriakin lagi ama tu tentara. Kemudian, kami di suruh berbaris untuk prepare buat jemuran di hari esok. Lalu, malam pun tiba kami semua nginap di Barak, yah dengan fasilitas seadanya dengan style ala tentara, dan jujur banget nih, kami sangat sulit tidur, gimana mau enak? bantalnya keras bagai batu bata. Makan malam tiba, kami tampak bersemangat memasuki tempat makan, dari duduk siap hingga makan tegak, dan it’s time to makan, namun semua yang ada di angan kami berubah seakan ketahuan pengawas buka HP saat try-out, waduuhh . . . itu nasi kayaknya ngga bisa di kunyah deh, sendok aja bengkok . . . terpaksalah kami ngga nguyahin tu nasi, tapi hantam gigi saja . . . benar-benar pengalaman yang muantaaappp!!! ( bisa kalian bayangkan gimana nasinya itu, kan? )
“Kok, aku ngga bisa tidur ya?” tanyaku dalam hati.
Hingga pada malam itu, aku masih saja mengenang wajah Nawal . . . benar-benar cantik, andai saja waktu dapat terulang sejenak . . . akan ku bagi waktuku hanya untuknya tapi akhirnya tibalah waktunya jaga malam, waktu itu aku kebagian shift jam 1 malam, jadi aku dengan temanku yang di kenal Islam aliran keras yang namanya Dzihan yang sok itu, terpaksa deh aku harus jaga malam, syukurlah Dzihan walau nyebelin makanannya enak, tapi susu yang dia bawa 3 botol pada basi semua, hahahha ( dalam hatiku “ rasain Loooee!!!!” ), nah tibalah waktu yang dinanti, jam 2 malam ternyata masih ada tentara yang berjaga waduhhh tentara atau ..... malam-malam begini sih. Jadi akhirnya kami memutuskan untuk mandi cepat, parahnya lagi . . itu kamar mandi ngga ada pintunya, terpaksa deh mandinya hehehe mungkin bisa kalian bayangkan tanpa sehelai kain dan tak ada pintu kamar mandi, and waa apa ini!!!! Ngaa ada gayung lagi, waduuuhhh.
Hari-hari yang kami lewati setelah mandi sambil liatin barang pusaka kami masing-masing, sangat menyenangkan. Pagi buta kami melihat tentara lari-lari sambil teriak satu!!! Dua !!! satu!!! Dua !!! Seperti biasa kami terlebih dulu harus baris untuk dapat menyantap makanan Rindam yang tak kalian temukan di warung manapun di dunia ini, dan ternyata apalah daya nasi yang di sajikan benar-benar musuh bebuyutan gigi deh, bahkan kami pagi itu di beri minum teh yang merupakan ciri khas Rindam, teh kebanggaan itu setelah di endus baunya eh malah bau bubuk mesiu, jahaaaattt. . . tapi itu lah namanya tentara sof ( gue nggga mau jadi tentaraaaa deh!!!! ). Namun, ternyata di balik wajah seram tentara itu ada sosok kelembutan and ku punya tentara yang menjadikanku anak kesayangan, hhe His name Pici Atma Jaya, muda tuh . . . suaranya speaker bass banget deh, benar-benar kekurangan hiburan, paling bahan hiburan cuma ketika teman ada yang mengalami kesalahan dan di hukum, dan hari ini terus berjalan, oh tinggal 27 jam lagi aku ada di sini, hitungan matematikaku bekerja secaaa otomatis. Hingga sore tiba, beuh . . kembalilah kami di sajikan dengan nasi yang benar-benar keraaaassss!!!, di mana nasi itu ternyata sangat cocok berduet dengan sate bahkan sayur yang ngga ada kuahnya, aku bingung mengapa selera tentara ini beda banget, tapi ciri khas makanan yang di miliki tentara ternyata pedas, and I really love with Spicy food.
Seperti biasa kami melaksanakan ritual mandi jam 2 dan sialnya lagi terpaksa haruss habisin waktu ama Dzihan ughhh Arrrrggghhh!!! Tapi biarlah, mungkin ada hikmahnya semua ini, yang jelas kami menjadi makin disiplin dalam berbuat, mandi pun sangatlah singkat cukup 5 menit beres dah tuh, hhe tapi sialnya pas BAB sulit banget takut ada yang nge-video, malah-malah di unduh ke YouTube tuh, syukurlah FB masih belum zaman, hhe. Setelah melewati hari yang kian lelah, akhirnya kami pun pulang dan naik truk rindam, wuih tu rasanya keren banget deh, punya tentara bro, dan tibalah di pintu gerbang komplek Dharma Paja V, dan bawaan yang segunung itu akhirnya ku angkut semua barang-barang itu dan Supra X 125 dari anas berhasil membawaku dan ketika sampai rumah, keluarga 1 rumah kaget, karena warna kulitku berubah dari putih jadi hangus, maklumlah di jemur gitu. Eh, ceritanya ketinggalan, di mana ketika itu saat masih dalam perjalanan tepat di depan gedung RRI, tepatnya lagi di depan jendela kaca, seakan aku melihat bayang masa lalu antara aku dan Nawal, oh benar-benar indah dan aku berkata dalam hatiku teguh, “ Tunggu aku kan datang untukmu”. Hari terasa cepat berlalu di sekolah baru ini, dan sama sekali aku merasa ini bukanlah tempatku, karena SMPI Sabilal adalah kalangan minoritas ketimbang SMPN 6, dan rasanya aku benar-benar tak merasakan cinta yang seperti dulu walau belum pernah pacaran gitu tapi aku sudah terbiasa menghirup udara baru di sekolah baruku, dan kebetulan aku sangat menanti datangnya hari Jum’at, maklum buat pamer seragam di SMP plus bisa ketemu dengannya, dan beragam persiapan pun telah di lakukan, mulai sepatu, tas, jaket bahkan lulur mandi, hhe. Tiba saat lonceng dan bel berbunyi menjadi satu nada yang sangat ingin ku dengar wuihhh, akhirnya aku dapat kembali menemui dirinya yang ku inginkan. Terlihat di mataku dirinya berdiri tegak dengan pakaian barunya yang begitu terlihat dominan dibanding dengan yang lainnya, benar-benar penantian yang memuaskan, rasanya aku bisa hidup kembali dan api semangatku mulai membara lagi untuk lanjutkan hidup, hehe lebay. Di mana kedatanganku di sambut oleh Lala, sedikit perlu Anda tahu, di mana Lala ialah wanita idaman yang di inginkan teman saya yakni Dedy “ tentara ”, di mana pabila kita meihat wajah Dedy itu sudah pasti kita tahu di mana pertama kali dia hidup di dunia, tapi sangat tidak penting sekali pabila kita bercerita tentang Dedy, buang-buang kertas aja, nah balik ke Lala , si Lala langsung saja memberi aku permen dan aku tersenyum padanya, dan dia juga tersenyum padaku seakan udara berhenti beraktivitas dan yang bekerja bukanlah Cerebellum tapi sumsum tulang belakangku deh yang ngendaliin segala aktivitas salah tingkah ini. Menuju lapangan SMP benar-benar ada perubahan, dasar baru di tinggal sebentar langsung berubah . . seakan kami ialah residu dalam metode evaporasi kimia.
Dan sejenak kembali hadir adegan di mana dia ( nawal ) tersenyum ke arahku, wajah bodoh ini tak bisa lagi pasang wajah sok gagah layaknya Ariel Peterpan, yang ada hanyalah raut bahagia melepas rindu yang harusnya bisa ku sembunyikan, di mana saat dia membalas dengan segenap tawa ku hanya bisa membiarkan jantung ini berdebar dengan ketukan irama yang tak tentu adanya. Di tambah lagi, usai Shalat Jum’at itu rasanya anginnya uenak tenan banget hingga awan dapat sembunyikan matahari, perlahan gerimis hadir ke bumi melengkapi rasa bahagia ini, suara Imam mesjid atau siapa pun asal laki-laki waktu itu begitu syahdu melantunkan Ayat Al-Qur’an seolah menghidupkan kembali suasana yang kini tak lagi ku rasakan, benar-benar aku tak sanggup, seandainya aku tokoh wanita di komik pasti aku akan menangis terharu tapi yang ada aku ialah makhluk 3 dimensi bukan makhluk 2 dimensi.
Kemudian, dari kejauhan aku memerhatikan wajahnya yang duduk dengan temannya, tak bisa ku lukiskan dengan kata maupun pencitraan objek akan keindahan jelita itu, sungguh . . . terasa nyut di hatiku yang sanggup mengentaskan kerinduan yang telah lama membahana jiwa ini. Benar, aku tak mungkin melupakan kenangan yang hidup kembali dalam durasi sesaat ini.
Tibalah hari esok, tapi seakan semuanya berbeda . . . ada hawa lain yang menyelubungi ragaku, dimana ada seuntai tali semangat yang terus terlepas agar aku dapat mengguncang kelas kembali. Masuklah guru Matematika yang sangat sulit ku mengerti pelajarannya itu, sudah pasti kelak akan banyak yang remed, deh. Anehnya lagi, ini pelajaran kayaknya bukan aku lagi yang benci tapi pelajarannya yang membenci aku, pelajaran itu seperti eksponen aja sih, tapi karena ada tekanan mental seperti satu kelas isinya alumnus SMPN 6 sebagian besarnya, maka dari itu aku kurang kerasan tapi ngeres, hehe. Tapi apa boleh buat mau tak mau semua pasti ada ujiannya bahkan metematika eksponen ini, dan kutukan remdial selalu membayangi. Ku lihat seisi kelas yang mungkin pasang tampang wajah serius semua tapi pasti cuma ngeliat dan berharap waktu cepat berlalu, dan lihat aja nanti pasti mereka semua akan buka contekan deh gue jamin, tapi untuk ibu matematika ini sangat sulit rasanya menyontek, mata dewa gitu, hehe. Entah mengapa kepribadian guru ini tiba-tiba berubah 1800 begitu ujian di mulai, seakan di rasuki kepribadian lain. Lalu ku lihat tepatnya bangku sofia yang kalau di gambarkan posisinya terdapat pada golongan VII A periode 2 dalam sistem periodik unsur kimia, dia terkadang tersenyum manis kepadaku, tapi gitulah sofia, selalu saja tersenyum manis dengan penuh kepolosan yang “ disengaja”, tapi not bad lah, karena lumayan bisa jadi penghibur kala sunyi. Hari berlalu begitu cepat, tanpa terasa tiba pada pertengahan semester 1, di mana tepat pada hari Tuesday, temanku yang bernama Rini di tembak oleh Apro ( kakak kelas ) tiba-tiba sejenak isi kelas langsung ribut bahkan rini tertawa dan seisi kelas tertawa tapi kami tidak. Begitu sulit tuk membayangkan wajah Apro yang berbadan gendut item but maskulin itu menembak rini, sorry ya pro. Tiba-tiba keesokan harinya, ada yang error dengan otakku dan akhirnya kuputuskan iseng nembak tu Rini, lumayan buat naikin ketenaran di Smaven, hehe dan langsung saja tembakan ku lancarkan pada Rini dengan sekaleng minuman bersoda yang ku beli utang di istri pa suriani kalo ngga salah, dan I take that moment and . . . “ Rin, ini aku nembak kamu”, dan langsung saja aku bak maling yang di kejar warga satu kampung berlari, dan sialnya sesampainya di kelas si Carissa dengan gaya bicaranya dengan ngga pernah mau pake bahasa banjar bilang ke teman-teman “ eh . . eh . . tadi si Adit kasihin Rini minuman Sprit* tuh”, begitu polos hingga akhirnya satu kelas tahu dan aku pun malu, dasar bore ini X2 apalagi ada si Yunia, oh What The Fuc* !!!!
Sebenarnya sih ngga ada yang menarik dari Rini, tapi mengapa aku jadi ingin ya? Niat cari sensasi tapi lama-lama Rini mulai memasuki dan mengusik tenangnya mimpiku, selain bunyi petasan anak tetangga. Benar, ku coba terus mengeksplorasi kelebayan aku, di mana akan ku buat Rini terbuai dengan keindahan rangkaian kataku, tapi yang ada hanya cercaan “ LEBAAYYYY!!!” dan biarlah, kali aja ada semangka menubruk kepala Rini hingga membuatnya berimajinasi tuk membayangkan aku layaknya David Villa, uh . . . tapi yang ada ngga ada tuh. Banyak sekali perubahan yang ku alami dari SMP hingga SMA, misalnya aja dalam urusan Style aku tampil keren dengan kesan anak yang sombong, bagaimana tidak, temanku yang mesum ( sebut saja Yandi ) mengatakan aku sombong dan nakal dan sudah pasti ngga naik, tapi yang ada aku pintar tuh ( menyontek dan mengerpek ) di mana baru hari pertama sekolah, aku berani lewat lapangan tengah dan membuat hampir penduduk SMAVEN melihat, dan ku tahu apa isi hati mereka yang mungkin seperti ini “ sombong banget nih anak baru ! tunggu aja gue hajar lo!!!” tidak salah lagi sepertinya begitu.
Ada hobi baru yakni, begitu pede rasanya aku duduk deket-deket cewek, bahkan menggoda anak cewek dan kerennya mau lagi dengerin omonganku, aku memang gagah kayaknya. Tapi bagiku itu tidaklah penting tapi yang pasti aku ingin masuk jurusan IPA, mau jadi dokter gitu. Perlu di ketahui anak Smaven punya kemampuan lebih dari sekolah lainnya entah itu akademis, kurikuler ataupun pengalaman, tapi aku tetap merasa ada yang kurang bagai lalapan tanpa terong, karena udah habis terjual kata paman lalapan, benar Nawal, tapi rasanya kurang cocok bila kita ibaratkan dengan Terong ya, tapi itulah adanya, aku begitu merindukannya sampai ada satu malam aku memimpikannya dalam lelapnya mimpi, tapi bukan mimpi basah ya . . . hehe. Benar terasa indah semua. Mungkin aku akan bertemu lagi dengannya bila memang kami di takdirkan tuk bersama, karena nafasku separuhnya ada dalam dirinya dan begitu sulit rasanya mengganti atau juga mencari nafas baru dalam perjalanan hidupku yang terlampau jauh menyusuri ruang kenangan bersamanya.
Hingga pada penghujung akhir semester 1 tibalah ulangan semester dan benar-benar strategis posisiku pada waktu itu, paling depan coyyy!!! Gila apa tuh !!!! tapi beruntunglah ada Atib, bukan berarti Atib itu pintar, tapi Atib itu hebat menyontek, walau matanya sipit bahkan Rosmana yang pelit ngasihin jawaban atau menyalahkan jawaban pun tak berdaya karena tingkat ketelitian dan akuratnya si Atib dalam menyontek. Buktinya saja, ketika ulangan TOEIC, itu soal ada 60, tapi aku cuma bisa menjawab lima biji, bahkan Atib kosong, setengah jam berlalu Atib mulai melancarkan aksi nekatnya dengan mata sipitnya untuk menyontek Rosmana, Alhasil, Atib dapat meniru 5/6 jawaban Rosmana dan nebalin lingkaran dan memberi Assist kepadaku dan akhirnya dalam kurun waktu kurang 5 menit, terisilah jawabanku dan hahaha aku tertawa dalam hati dan ku berikan jawabanku kebelakang, di sana ada Chaidir yang siap menerima jawabanku dan menyebarlah kebahagiaan di seluruh lini Aula. Mungkin Rosmana akan di catat amal baiknya karena telah membiarkan mata Atib menyontek jawabannya dengan mudah. Aku salut padamu Atib, hehe.
Tiba di penghujung akhir tahun ajaran di semester II, aku sungguh menginginkan masuk jurusan IPA, dan pada saat Classmeeting, di mana di sana di adakan berbagai macam lomba dan serulah, kebetulan aku menunggu Nawal kalo aja dia mau llihat pengumuman kelulusan masuk SMAVEN, tiba-tiba ada kakak kelas ( wanita ) yang menyapaku yang usai bicara dengan Ibu Sifa.
“ Eh sammy! Ada yang mau kanalan nih!”, katanya.
“ siapa ?”, tanyaku agak bercanda.
“ Ini orangnya!!”, tunjuk wanita itu.
( Langsung saja ku lihat dan woooowww!!!! Cantikkkk!!! )
“ . . .”, wanita itu tersenyum manis dalam diam dengan garis tawa yang penuh kelembutan.
“ yayayaya!!!” jawabku dengan salah tingkah, oh bodoh sekali aku waktu itu.
“ namaku Anis”, katanya dengan senyuman yang lebih manis dari Rini kala itu.
“ ohh . . .”, jawabku. ( Ingat ! namanya Anis, kalo Anas ojekku, jangan kebalik )
Sejak itu mulailah aku sering jumpa dengannya, tepat pada hari esoknya aku berpapasan dengannya, dan wanita bore yang baik itu tak terlihat, oh tumben.
( aku tegur dia duluan )
“ eh, ka? Siapa nama pian, ulun lupa?”, memang benar lupa.
“ Namaku Anis”, sahut dia dengan senyuman yang tenangkan jiwaku.
( ku lihat dia, oh sungguh benar-benar indah, walau temannya melirik ke arahku dan membisikan kata pada Anis saat ku jauh, tapi kebetulan aku menengok kebelakang, dan Anis pun tertawa )
Hari dalam dunia ini silih berganti dan ku masih bersama putih abu-abu ini dan hingga memasuki masa akhir tahun ajaran tepatnya bulan maret yakni pada hari yang tak terduga kala anak-anak kelas XII SMA melaksanakan Ujian Nasional dalam 2 jam masa depanmu di tentukan oleh soal sejumlah 50 atau 40 butir. Dan tiba-tiba HP ku berbunyi saat aku joget kaga karuan sambil dengerin lagu di dashyat
( Tit Tit ) ku lihat di layar HP tertera nama Anis dan oh begitu berharap, kalo bisa itu baca do’a dulu deh biar isi smsnya bagus,
Master Message from
Aniez
“Dit, Rini gebetan kamu pacaran ama yusuf kah?”
( reply: Iya ka, patah hati nih )
Tapi yang pasti aku begitu bahagia membaca sms itu, bahkan aku berjingkrak layaknya Giring nidji konser namun aku ngga sempat rekam, pasti deh kalian semua sepakat bilangin aku orang gila, mungkin orang satu kampung juga.
Master Message from
Aniez
“Ya udah, sabar aja . . jodoh juga tak kemana, kok”
( reply: Iya ka, UN gimana ka? Bukan soalnya, tapi pengawasnya )
Master Message from
Aniez
“Alhamdulillah, kakak bisa jawab soalnya dan dapat pengawas yang baik ”
( reply: Oh, semoga aja LULUS ka, biar bisa lanjutin kuliah yahh... J )
Master Message from
Aniez
“Makasih Adit, sabar aja yaaa, Do’ain kakak LULUS di FK UI ya J”
( reply: Amiin ka, tapi tawu darimana sampai gosip ini menyebar )
Master Message from
Aniez
“Oh ini, tadi di luar kelas pada ribut semua, ditJ ”
( reply: oh pantes, haha. Sukses ya ka)
Master Message from
Aniez
“Amiin Ya Allah, Thx dit”
( reply: S4me” ka )
Ku coba tuk hentikan sms dengan melawan gugah keinginan ini agar Anis bisa belajar untuk tomorrow walau mungkin buka HP adalah pilihan yang paling tepat. Pastilah aku hanya bisa mengganggu aja, tapi ku tunggu hari esok, hehe.
“Mungkin aku akan bertemu lagi dengannya bila memang kami di takdirkan tuk bersama, karena nafasku separuhnya ada dalam dirinya dan begitu sulit rasanya mengganti atau juga mencari nafas baru dalam perjalanan hidupku yang terlampau jauh menyusuri ruang kenangan bersamanya”
BAB IX
AKHIR DETIK DI BUMI
Walau ku sadari Anis itu orangnya kaya, aku ini hanyalah pengembara yang berkelana arungi dunia tuk temukan cahaya cinta yang akan terangi khayalku bersama bintang-bintang yang berdansa terangi jagad raya ini dan ingin sekali aku agar anis tahu aku mulai berharap tuk lewati hari yang menjemukan karena sudah pasti bila sekolah di SMAVEN kalo hari libur pasti ada bekal yang berupa T.U.G.A.S, padahal ngerjain ya pasti di H-1 hehe, sudah pasti kayak gitu, tapi aku berbeda . . aku anak yang rajin, kasihan ortu sudah susah payah cari duit biar kita sukses, hehe. Tapi pabila guru ngga ngajar sungguh rezeki yang patut di syukuri deh.
Hari terakhir UN pun tiba, aku nekatkan diriku ini nge-sms Anis dan berharap dia membalas,
( sms from Adit: Ka Anis, pa kbr?” )
Master Message from
Aniez
“Alhamdulillah Dit, hari ini terakhir sudah UN, huff . . .”
( reply: Oke deh, semoga sukses ( aku pasti selalu mendo’akan agar Anis membalas sms ku paling tidak dengan kata Amiin ) )
Master Message from
Aniez
“Amiin, makasih dit” ( tuh kan di balasnya, hehe )
( reply: Selesai sudah segalanya ya kak, hehe J )
Master Message from
Aniez
“Belum dit, masih banyak masih ada SMUT, SNMPTN, UAS, Ujian Praktek, STAN, etc”
( reply: waduh, banyak benget ka,)
Tiba-tiba ku teringat dengan lagu bodoh yang ku nyanyikan waktu SMP dalam kelas dengan teriak-teriak bgga jelas, tapi yang penting gilaaaaaaaa !! Di mana hari itu keren deh, bahkan sang gitarisnya cakep punya, Who’s name? Ya dia adalah Andre. Sedikit mengenai Andre kalo ada saat ujian keluar soal yang mustahil ada seperti ini “siapa pacar Andre waktu SMP?”, jawabnya Femmy. Andre tu orangnya setia. Tapi lho . . . Kok jadi ngomongin Andre, ah ngga penting.
LEPAS BEBAN
BY: M. Aditya Athaillah ( 2007 )
Ku coba untuk melepas beban
Perlahan beban ini menghempasku
Tangisan itu tak kan berarti
Berlari untuk lepaskan beban
Aaaa . . . Aaaa . . .
Lepas beban, tinggalkan semua
Aaaa . . . Aaaa . . .
Lepas beban, hancurkan semua
Benar-benar indah rasanya bila mengungkit masa itu, tak sadar aku bahwa perasaan suka ini terlalu terlambat untuk ku rasakan hadirnya, sudah pastilah aku harusnya menyimpan perasaanku sedalam-dalamnya luka, hingga termangu aku dalam lamunan. Kemudian keesokan harinya, ku dapati anis melaksanakan Ujian Praktek, ku coba datang ke arah Lab Fisika, dan ku panggil Anis perlahan “ Ka Anis . . ! ! ka anis ! !”, teriakku lewat jendela bagai anak monyet yang berfose minta di foto yang ada di rumah tetanggaku. Benar Charles Darwin juga bilang gitu, tapi berarti Anis adalah . . oh, tak mungkin, Anis bidadari . . pokoknya bidadari ! Dan perjuangan monyet hari ini untuk mendapatkan cinta monyet failed, moga aja besok ada anis ke sekolah. Amiin.
Hari esok membawaku ke tempat wudhu, ku coba memperlambat cuci tanganku dan berharap Anis akan menyapaku. Namun, yang ada ialah Antiklimaksnya . . tiba-tiba saja Kevin yang berada di depanku di peluk Anis tangannya udah gitu, Anis menyandarkan kepalanya dengan manja di tangan kevin dan Anis pun tampak bahagia dan itu hanya berjarak 1m di depanku, mungkin seandainya ada rumus yang menghitung detak jantung orang yang cemburu pasti nilai detak jantungku tinggi pada waktu itu. Seakan awan yang mulai mendung perlahan bersama senyumannya dengan paras manis bersama lelaki yang memang aku kalah saing, apalagi dia tinggi, tapi seandainya aku masuk sekolah TK pasti aku paling tinggi, kayak Bule temanku yang jadi kesayangan Pak Anton TOEFL. Benar, sudah kena remed fisika dan kimia, Anis lagi nambahin derita lengkaplah sudah penderitaanku waktu itu. Benar-benar Blue Friday.
Aku terdiam sejenak, menyesali kekalahanku yang sangat takut tuk mengutarakannya, bagaimana mungkin aku dapat terlihat bodoh waktu berpapasan dengan Anis, yang ada aku hanya mampu tuk membisu, padahal harusnya aku bersikap sewajarnya saja, tak perlu layaknya Ariel Peterpan ( N O A H ) ataupun Dochi Pee Wee Gaskins, benar-benar aku merasa seperti bola baseball tepat menghantam hidungku dan akhirnya sirup merah keluar dari hidung, suraammm !! Seandainya saja semua tak terjadi, bathinku tak mungkin menderita seperti ini, sepertinya kecap manis bisa di jadikan selai roti bakar dan warnanya benar-benar hitam antiketombe banget. Dan akhirnya ku harus merelakan perasaan ini hangus tertelan waktu.
Malam tak hentinya aku bernyanyi tuk lepaskan dan arungi waktu, sms dariku pun tak di reply anis, aku ingin tahu . . aku tak bisa begitu saja merelakan ini semua. Karena aku terlahir sebagai lelaki yang pantang menyerah hingga apa yang ku cari terwujudkan.
“ . . . tak sadar aku bahwa perasaan suka ini terlalu terlambat untuk ku rasakan, sudah pastilah aku harusnya menyimpan perasaanku sedalam-dalamnya luka, hingga termangu aku dalam lamunan di pesisir kesunyian.”
BAB X
TERINDAH DAN TERLUPAKAN
Memasuki kelas XII hari terasa berbeda, ada nuansa yang lain usai final piala dunia di mana Spanyol juaranya dengan gol Iniesta pada saat itu, dan tiba di kelas, entah nasib sial apa yang menimpa, aku duduk di posisi yang sangat kurang strategis dan aduh, mengapa Rizal harus duduk di sampingku, menyerap oksigen banget lagi, dan perlahan ku coba benar-benar cari muka di depan guru, yak berhasil undasnya ( wali kelas ) sudah mengenalku, toh . . kan enak dapat nilai, tapi sialnya posisi ini tak bisa lama-lama tuk di biarkan, semoga aja ada keajaiban datang, dan ternyata ada murid yang datang dari pertukaran pelajar yang menempati absen nomor 35, dialah bidadarinya Jalu, namanya Yasmine ( dibaca: Ka Yasmine ), oh mengapa nuansa di IPA 1 ini begitu berbeda, kelasnya jabuk lagi tapi inilah awal dari segalanya, liibur panjang Ramadhan tiba dan aku mulai interopeksi, apa saja dan bagaimana ku harus merubah segala agar aku bisa bersinar kembali, yak beli lampu 100 Watt bukanlah jawaban yang paling tepat. Tapi ku mulai menyadari aku terlalu lengah dan karena itu now it’s Time to Shine. Bersiaplah dunia !!! I’ll be back again!!!
Usai ibur panjang seperti biasa, sekolah selalu saja melakukan halal bil halal dan membuat jam kedua pda hari senin kosong, benar-benar anugerah, tapi ini terjadi hari rabu, di mana pada waktu itu, akan berpisahnya seorang guru yang kami cintai bersama, yak Ibu Bayti. Di mana dalam pidatonya beliau berkata “ Bukanlah perpisahan yang ku inginkan, tapi mengapa kita harus berjumpa”. Benar-benar unforgetable moment in her life, dan kami pun berbaris di mana aku sudah siapkan cerpen yang ku tulis selama 4 lembar kertas folio bergaris, tulis tangan dan secara full lagi. Ini mungkin yang hanya bisa ku berikan. Lalu, IPA 1 membentuk barisan paling belakang, di mana aku komandannya dengan membawa Map yang berisi cerpen itu sebagai pertanda kecintaanku terhadap peajaran Bahasa Indonesia yang sudah ku benci dari dalam kandungan 9 bulan 9 hari gitu deh, tiba saat aku berdiri di hadapan Bu Bayti aku memberikan Map itu dengan perasaan haru yang mendalam.
“ Bu, Ini ada sesuatu untuk Ibu”, kataku sembari mengunjuk Map.
“ Adit ....”, Ibu Bayti memelukku dengan raut muka yang tak mampu lagi menahan air mata “ . . .”, aku terdiam serentak dalam syahdunya perpisahan ini.
“ Waah ini . . ini . .”, kata Kepsek ( benar-benar deh . . . )
Kemudian, hari berjalan entah mengapa aku mulai menemukan lagi taji yang menumpul itu, dan benar-benar rasanya keajaiban terjadi dengan hadirnya Moving Class, kayak kuliah gitu deh, hebat kan SMAVEN, hehe. Dan benar nilaiku semuanya bangkit bahkan waktu Ujian Akhir Semester berlangsung, posisi dudukku yang sangatlah strategis membuat aku leluasa membuka HP, di mana aku ialah tukang beri jawaban merangkap jabatan menjadi tukang sebar, terutama ke arah M Zein, di mana M Zein ini benar-benar berjiwa server, pulsanya harusnya selalu ku isikan, tapi yah mau gimana lagi, kelupaan . . sorry ya Zein, tapi alhasil nilai kami bagus semua, apalagi nilai mata peajaran Kimia, begitu indah, sebuah rekor baru terpecahkan di mana tertulis dengan pasti di dalam rapot nilaku 88, yang biasanya 75 aja susah, maklum SMAVEN, hehe.
Moving Class terlalu banyak membawa berkah, di mana aku mendapatkan kebebasan yang penuh dalam pergaulan, di banding anak IPA 1 yang lain, aku memiliki sebuah kelainan yakni terbiasa bergaul dengan teman yang beda kelas, dan aku selalu membiasakan untuk bergaul secara terbuka, ngga mesti harus berkelompok dan syukurnya mereka dapat cepat beradaptasi dengan kelakuanku, terutama lagi wanita dan adik kelas. Namun, rasanya sangat sulit sekali untuk menemui Melly, apalagi ketika Melly ingin minta lihat puisi yang ku kerjakan unuk tuhas Bahasa Indonesia, karena aku lagi bahagia dapat menghajar habis soal fisika, sedikit tentang fisika, untuk dapat selamat lahir dan batin mengerjakan ulangn harian fisika, maka marilah kita bangun kebersamaan, di mana aku sukses menjawab soal sulit yang benar-benar dewa gitu deh soalnya, bersama umpan tika-taka Furqon dan Bule akhirnya ada insting tajam tuk dapat menjawabnya tak ketinggalan bala bantuan dari kertas ulangan M Zein dan Ika yang dapat di umpamakan rezeki tambahan bagi kami yang membutuhkan saat ulangan fisika, dan syukurnya lagi tak ada kecurigaan dari sorot mata Bu Wiji,hehe . . Anak Rajin gituu,. Namun, petaka terjadi pada Furqon yang selalu nempel di sampingku itulah yang menyebabkan Furqon di blacklist Bu Wiji selain Yandi. Yup, balik lagi ke Melly, di mana Melly ternyata ada di kelas Bahasa Jepang, duh . . lantai 2 lagi, oke . . olahraga sedikit, dan ku sms Melly ketika di depan kelas, dan saat Melly mulai keluar dari kelas seluruh warga IPA2 melihat ke arahku, namun Rini nampaknya tak cemburu hanya tersenyum saja di panasin Tiara, yah . . ngga papa deh asal Melly keluar. Namun, terpaksa kami harus menunduk melakukan transaksinya di karenakan pacar Melly sedang main Basket di lapangan, mungkin kalian tahu kan, apa yang terjadi ketika pacar Melly melihat Melly bicara akrab dengan sesosok lelaki yang di anggap bisa menjadi penghancur asmara mereka, tepat sekali lemparan bola Basketnya akan membentuk gerak parabola menuju sumbu y dengan g=10 m/s2 dan pasti suara tawa dari penjuru SMAVEN akan berkumandang, maka dari itu terpaksa deh, nunduk ngmongnya dan akhirnya sang Teacher, Sensei Wisnu memergoki kami, tapi whatever lah kata dia, karena Sensei Wisnu udah tahu kebiasaanku sehari-hari nge-gombalin cewek di sekolah. Dan . .
( sambil nunduk . . . )
“eh dit, kamu SNMPTN Undangan milih apa?”, tanya Melly memecah sunyi.
“Aku juga ngga tahu mel, tapi aku Tehnik Mesin, Kehutanan n Budidaya Sumber Perairan”, kataku.
“kalo aku ini bingung dit, aku mau milih Manajemen, tapi kursinyan sedikit”, melly gelisah.
“Ya udah, cariin cadangannya dong . . buat jaga-jaga mel, hehe.”, mungkin kalian bisa bayangin senyumku yang mengerikan hehe,
“Kalo tehnik informatika itu bagus ngga dit?”, tanya Melly.
“yaa....!!! bagus bro”. ( aku asal jawab tuh, daripada peluang lulus Melly kecil )
Terlihat di angkasa biru burung-burung berkicau, melihat wajahku yang tertawa gembira seorang diri dengan senyuman alam lain ini, andai saja aku ini selebritis pasti awak media langsung ribut memberitakan cerita kehidupanku dengan Melly, tapi yang ada aku bukanlah seleb, jadi yah yang ada mungkin kamera HP dari teman yang merekam aku sedang tertawa dengan judul rekaman “orang gila” atau semacamnya. Tapi, yang pasti ini merupakan kisah yang tak kan terulang.
“ . . . ku mulai menyadari aku terlalu lengah dan karena itu now it’s Time to Shine. Bersiaplah dunia !!! I’ll be back again!!! ”
IPA 1, di mana suasana kekeluargaan begitu terasa, hal ini dapat kita lihat dari aktivitas malam mingguan seperti Upik, Jalu, Rizal, Bule dan lainnya sering sekali nongkrong di DM, terkadang kegiatan mereka hanyalah cuci mata atau menatap bintang karena nge-jomblo gitu deh, beda lagi dengan kegiatan Yahya yang selalu menyendiri dan bertingkah terkadang beda ajaah, gituu... hhe. Seperti biasa hari nampak menyenangkan dalam kelas, hingga terjadi pada satu titik jenuh, yang akhirnnya trciptalah forum yang semakin mempererat persahabatan dan kekompakkan kami ( kelas XI IPA 1 ) dan baru ku sadari kala itu, semua teman-teman begitu baik kepadaku, benar-benar di sini aku merasa di hargai, di liht, di sayangi dan di hormati. Mungkin Tuhan telah memberikan teman atau mungkin keluarga di sekolah di mana yang dapat kita ketahui dari SMA akan tercermin bagaimana nasib masa depan kita kelak.
IPA 1, benar-benar kelas yang sangat indah, tak akan ada kata indah yang mungkin dapat melukiskan keindahan masa itu, benar-benar betah rasanya hari-hari dalam duniaku, walau ku orangnya sangat sulit buat di ajak jalan atau ngumpul, namun mereka dapat welcome aja dengan keadaan ini, apalagi tiap aku membaca puisi, membaca cerpen dan berpendapat semuanya mereka dengarkan, prestasi terbesar kekompakan kami menjelang akhir masa putih abu-abu ini, ialah menjadi juara III lomba yang di adakan Pocari Sweat di TVRI ( cari aja di sana ada papanya Ito, di mana masing-masing SMA mengirim wakilnya, kala itu yang bertanding kebetulan ada lima SMA terfavorit yakni, SMAN 7, SMAN 1, SMAN 3, SMAI Sabilal Muhtadin serta SMA Veteran Don Boscho, dan aku ikut partisipasi dalam lomba itu, meski kakiku terluka, namun syukurlah dalam hujan yang deras dan mulai memudar itu aku dapat bicara sama Melly, ada Rini bahkan Hana. Oh, sungguh indah kala itu, aku pulang di bonceng Rizal, kami pulang duluan tuk kembaliin gitar punya si Yandi dan akhirnya seperti biasa, kami keliling komplek Dharma Praja V itu, sambil nyanyiin lagu-lagu yang pas bersama suasana kala angin datang berhembus. Di mana walau kami terkadang terlihat bodoh namun tiada hal yang lebih menyenangkan daripada itu bagi para Jomblo mania.
Oke deh, mungkin kita akan sedikit mengulas kembali cerita putih abu-abu yang memang kini sudah tak lagi kepake di tubuh ini, namun kenangan itu tak akan pernah berubah, tak akan pernah terlupa saat penuh cerita yang tak akan hilang bersama cerita baru yang datang silih berganti. Begitu indah rasanya melalui hari-hari di sana, apalagi ketika kami mau lulusan, di mana guru yang biasanya galak coba aja tuh di tegur, maka sang guru yang galak itu akan memberikan senyuman. Tapi, kalo Pa Suriani beda lagi, pada intinya Bapa yang satu ini murah senyum, namun kami baru saja tahu kalau Bpanya galak begitu perlakuan beliau memotong rambut Wima dan seketika itu pula, hilanglah sudah ketampanan Wima dengan jidad gede yang sudah tak sanggup lagi tuk di sembunyikan. Jadi sebenarnya pabila kita dapat menarik hati seseorang, maka orang tersebut dapat mudah menuai senyum melalui tatapan kita.
Smaven, tempat yang menjadi titik tumpu bagi siswa untuk melangkah ke depan. Di mana tempat ini menjadi tempat kami bermimpi untuk menuju suatu masa, yaitu masa depan. IPA 1 merupakan kumpulan individu dengan spesies dan jenis yang berbeda namun intinya tetap pada satu genus dan Family yang sama. Di mana sikap yang berbeda tersebut lambat laun mulai menerima segala perbedaan dengan segala toleransi. Misalnya saja, mungkin ada yang merasa gak deman ama teman, perlahan kami mulai pahami dan semua menjadi satu dan membentuk satu sistem yang akan menggemparkan dunia. Kebersamaam dapat kita lihat tidak hanya melalui jalan bareng, namun satu hal yang sama sekali tak luput ialah kerja sama menghadapi soal ujian, seperti hal yang biasa ku lakukan, aku menjadi ujung tombak dalam merampas soal ulangan anak kela lain, dan survei telah membuktikan bocoran soal tersebut sama persis soalnya dengan soal yang akan di keluarkan guru-guru saat ulangan pada beberapa hari ke depan, salah satunya Bu Sifa. Dan teman baik yang selalu aja rela soalnya di berikan ke aku antara lain, Fachru, Akroma, Hafiz, Abeng, Melly dan lainnya dan semoga ini dapat menjadi amal baik yang di terima di sisi Sang Khalik, Amiin. Memang ada beberapa yang jengkel dengan keadaan ini, ya iyalah orang sudah jelas remed, tapi mau aja ngasihin soal buat kami, tapi it’s not Bad, karena ku tahu kalian semua akan sukses. Di antara itu, ini ialah wajah ngga ikhlas teman satu kelasnya ngasih bocoran soal ke aku. Misalnya aja Nanda, Wenda, dan lainnya. Tapi pada akhirnya kamilah yang dapat merebut soal tersebut. Namun, kenyataan yang terjadi tentang soal yang bocor berawal dari niat baik Tajrian temanku yang mau jadi tukang antarjemput ke pasar terapung, misalnya ingin memperbaiki laptop Bu Endang yang rusak, eh entah ada bisikan setan dan terbukalah file soal Ulangan Umum semester III, dan dapatlah sudah bocoran jawabannya, hingga saat pengumuman terpampang IPA 1 ngga ada yang remed!, hahaha. Pasti deh iri kelas yang lainnya. Sekadar untuk di ketahui ya, nyari nilai tinggi engan Bu Endang itu susah sekali, walau kalian les H-1 pun sangat sulit, oleh karena itu . . kami rasa inilah jalan yang terbaik seperti judul album pertama ST 12.
IPA 1 layaknya sebuah mutiara yang kan tetap benderang, mungkin setelah nanti kami keluar dari sekolah, lulus maksudnya. Kami akan siap bersaing di antara jutaan bahkan triliunan orang-orang yang ingin sukses in the future. Maka dari itu, aku percaya di mana pun kami nanti berpijak, maka kami akan tetap berjaya.
Jalan-jalan yang kami lakukan benar-benar momen yang paling indah di luar kelas, rasa kebersamaan dan saling memahami sisi gelap sudah acap kali di terapkan dalam kehidupan kami bersama. Di mana ngumpul-ngumpul di rumah teman, makan, nyontek tugas, nonton bola, diskusi soal UN, bahkan hal Ibadah. Sungguh, bagiku dan bagi mereka semua ini merupakan butir indah kehidupan. Di saat pilu menghampiri, lagu sendu itu akan tetap mengalun. Dalam bait lagu sendu itu, ada air mata yang mengalir di mana satu bersedih, semua sedih. Satu Remed semoga aja gue ngga, hhe. Namun, ternyata remed itu bukanlah hal yang buruk dan belajar tak selalu hal yang baik. Dapat kita lihat kenyataannya, seperti Bule yang sudah pasrah duluan kala itu kami masih kelas XI saat di penghujung kelas, Bu Endang berkata,
“ eh, minggu depan kita ulangan yah . . ”, dengan santunnya beliau berkata.
“ AAAHH BU!!!, Bah . . .” < satu kelas pada protes >
( Tiba-tiba Farayun, sebutan Bule oleh Bu Endang berbicara )
“ ngapain belajar, yah udah pasti remed juga”, benar-benar makhluk yang di blacklist Pa Anton.
“ Hahahaha . . . ”, Rizal tak sanggup lagi menahan tawa.
Dan dari situlah kami berkesimpulan, bahwa ternyata satu hal yang tak di inginkan siswa selain Tugas, ialah UTS ataupun Ulangan Harian, apalagi kalo gurunya . . . (ayo tebak isi titiknya, hhe).
Kami pun mampu menunjukkan kami dapat berprestasi dalam bidang kurikuler tingkat sekolah, seperti Classmeeting ataupun tingkat daerah ( Rayon yang sama ), misalnya Lomba Basket, Band, dan seperti Pocari Sweat ini. Terlalu hebat IPA 1 dan sangatlah kompak.
Begitu banyak sebenarnya kisah yang indah dalam hal ini, namun ku tak mampu tuk melukiskan semua di novel ini, benar-benar keadaan di masa itu sungguhlah indah untuk di kenang tiap detiknya. Dalam hari penuh cerita kala itu, hujan membasahi tiap sudut sekolah, aku duduk termenung sendiri di depan kelas Bahasa Jepang, sambil mmenikmati indahnya air hujan yang jatuh. Aku ini orangnya ngga kerasan kalo diam aja di depan kelas. Terlintas dalam benakku tentang waktu, seakan masa SMA ini benar-benar cepat tuk berlalu, aku masih ingat dulu waktu pertama kali masuk sekolah hingga hari ini, kala ku termenung sendiri dalam dingin ini. Ku lirik ke arah jam pda display Hpku yang pernah ketahuan Bu Anis waktu try-out dulu dan kini angka udah menunjukkan 08.43, sepertinya Sensei ngga datang, kebetulan sekali Yahya mendekat denganku terlihat wajahnya yang sok itu dengan gaya jalannya yang beda banget itu duduk seakan minta ingin di temani, ya udah gue temani loe . . sambil melihat adik kelas olahraga di bawah rinai hujan, tanpa pedulikan kondisi mereka yang mungkin akan sakit nanti, tapi memang olahraga di bawah rintik hujan sangatlah nikmat, banyak sekali kekonyolan yang seru untuk di lupakan.
Senin, upacara nampaknya ngga di laksanakan dan seolah ini merupakan anugerah terindah dari Ilahi, namun kelas IPA 4 ada ulangan umum dan dari Ibu Sifa lagi, ah . . kena kutukan remed deh mereka, dan ku harap Atib mau mencatatkan soal ulangannya biar ngga remed. Dan kami pun bermain bola, sambil tertawa karena begitu nikmat masa itu, walau lapangan licin tapi kami sangat menunggu ada siswa yang jatuh bak selebrasi terbaik tahun ini, kalo main bola hari ujan ga seru deh klo ngga pake acara jatuh-jatuhan. Hingga permainan usai ternyata Celana Dala# kami pada basah semua, oh sudah pasti deh kalo nanti pake celana abu-abu pada basah semua tu bokong belakang, ya iyalah emang bokong letaknya di belakang, kali ...!!!,hhe.
Terlalu banyak kisah putih abu-abu yang harusnya masih bisa ku tuliskan untuk dapat ku tunjukkan pada dunia bahwa aku bahagia, bahwa aku akan mengubah dunia ini. Teman, terima kasih telah memberi aku warna yang indah dalam kisah ini, tak pernah menyangka aku saat pertama kali menginjakkan kaki di sini, hingga ku temui arti dari sebuah kebersamaan. Tetaplah berjalan susuri telaga waktu untuk masa depan, percayalah Tuhan akan selalu ada untuk kita, walau putih abu-abu telah berakhir namun kita telah mengukir cerita yang tak akan pernah pudar. Dengan tetes air mata ini, kita telah ciptakan skenario yang tak ada habisnya tuk di ceritakan di bawah langit yang bisu ini.
BAB XI
LEMBARAN TERAKHIR
Detik waktu nampaknya sudah tak bisa lagi mengizinkan kami bersama, “ Melly . . . Please cobalah sejenak di sini, biarkan aku berikan cokelat ini sebelum di mangsa temanku yang pelit dan suka ngakal ” kataku dalam hati bersama air mata, namun apalah daya, aku terus membisu di sini sambil melihat jarum jam. Di saat terakhir ini aku terlalu berharap aku bisa mengatakan apa yang ku pendam, perasaan yang tak ada habisnya untuk ku ungkap. Namun, hari kian beranjak gelap dan terdiam aku duduk melihat langit senja. Benar, nampaknya semua telah berakhir. Dalam lelahku, aku melihat bayangan kami bersama kala itu, tepat di depan bangku kelas IPA 2 atau kelas Bahasa Inggris yang menjadi saksi bisu di mana dulu kami selalu duduk bersama di bangku kayu panjang yang tua, pada waktu itu ku coba tersenyum ikhlas, walau hatiku benar-benar berdenyut di mana sesal sungguh membunuhku karena ku tak sanggup mengutarakan perasaanku jauh sebelum datangnya hari ini.
Masih ku ingat waktu putih abu-abu ini kami kenakan, di mana tawa darinya tanpa ku sadari begitu manis dan kini mungkinkah aku bisa menikmatinya. Aku menyerah untuk hari ini, tanpa ku hiraukan sms Rizal dan makhluk lainnya yang ada kini hanyalah Melly yang tak kunjung datang di tengah deru angin ini. Tertunduk aku dalam hari ini sambil memaksa tersenyum dalam hati yang kecewa.
Tibalah esok hari, kala itu Tuhan telah mengizinkan aku bertemu dengannya, walau hanya sejenak namun aku coba beranikan diri menuju rumahnya, dengan cantik dengan pake baju pink pintu terbuka bersama suara getaran hatiku yang memaksa aku harus berani mengucapkan perasaanku, tapi tiba-tiba ada adik melly yang datang secara tiba-tiba, oh ini benar-benar sinetron. “Aku sudah gila”, kataku dalam hati sambil mengunjuk soal “hal bodoh apa yang tadi hampir ku lakukan”, suara lara hatiku. Dan Melly pun menutup pintu, sebagai pertanda jumpa hari ini sudah usai dan bersama langkah yang letih, aku bertahan. Benar-benar cinta ini semakin terpendam.
Tahukah kalian? Apa yang terlintas di pikiranku saat masa-masa transasi sebelum kami duduk di bangku perkuliahan, benar . . . sebelum kami terpisah sesaat atau selamanya. Aku mungkin akan terlupa dalam hatinya, benar aku pasti akan tergantikan dengan yang lain yang mungkin bisa membuatnya tertawa dan bahagia daripada aku. Mungkin saat itu kelak, aku sudah kuat menerima keadaan itu, mungkin aku sudah dewasa menerima kalo Melly bukan . . . milikku. Namun, bagiku terlalu cepat untuk merelakannya, rasanya ku masih dapat berjuang untuk mencoba di tengah haru biru hariku saat itu.
( masa perkuliahan . . . 2011 )
Welcoming to the Freshing J, itulah kata-kata untuk lelaki berkepala pelontos yang baru memasuki masa-masa baru dalam hidupnya, tepatnya gundul karena P2B. Bergulirnya waktu akan membawa kita menuju kedewasaan and it’s time to grow! Masa yang berbeda, di mana aku mulai di sibukkan dengan tugas-tugas laporan yang harus segera di selesaikan, pake tulis tangan lagi dan lambat lagi di ACC parahnya lagi Asdosnya kayak gituan, huhu T.T , tapi tidak apalah kan nanti juga terbiasa, karena berat itu sama dengan belum biasa, itu pedomanku sih. Tiba-tiba saat sedang ngerjain tugas laporan, gerimis hujan menemani mata yang tinggal 5 Watt ini. Sejenak ku coba mondar-mandir tuk hilangkan penat kelamaan duduk, tiba-tiba HP ku berbunyi, sebuah pesan memecah keheningan kala gerimis malam itu.
Master Message from
melly happy ending smaven
“Dit, ada kalkulator?” ( oh no! Ku kira sms kangen )
( reply: ada, mang kenapa mel? )
Master Message from
melly happy ending smaven
“Mau pinjam aja, buat kuis besok, ini qmu di mana?”
( reply: aku ada di Bjb mel, kataku. )
Singkat cerita, aku pun tertidur dalam dinginnya malam kala itu. Dan tengah malam ku terbangun, benar . . . ternyata kisah ini belum berakhir, aku masih punya peluang untuk mendapatkan Melly, walau kecil ibarat ulangan dapat 66, sedangkan di bawah daripada nilai itu remed, benar kan? Aku terasing dari tawa yang dulu, ku coba mencari momen yang sama, namun momen itu sungguh tak pernah bisa terulang. Ini aneh, tak seperti biasanya aku begini dan di tengah guyuran hujan ini aku benar-benar memikirkan Melly tanpa ku peduli hari esok mungkin akan melelahkan.
Hari berganti dan berganti, tibalah pada hari sabtu tanggal 14 Januari 2012, tepatnya merupakan hari terakhir Final Test, saat itu ujiannya di adakan sore di mana itu merupakan pelajaran Agama Islam yang sangat saya sukai. Setelah ujian berakhir dengan penuh strategi yang di atur agar sukses satu angkatan, maka aku pun pulang. Gerimis senja itu perlahan menusuk tulangku bersama temanku yang juga ingin ikut ke Banjarmasin. Benar-benar indah nuansa kala itu, aku tak habis pikir terlarut dalam bahagia itu, karena aku tidak perlu lagi belajar dan saatnya enjoy nikmati hari tanpa beban, terutama laporan. Tanpa menunggu lama, aku dan temanku naik taksi Hulu Sungai yang warnanya putih namun itu bukanlah Ambulans. Aku dan temanku duduk di belakang, sambil menikmati suara hujan yang kian nyaring bergaung, benar sekali malam itu lebat sekali langit menangis. Setibanya di Gambut, temanku minggat duluan dan aku sendiri malam itu, aku pun menyalakan lagu yang paling kena di jantung deh, malam itu, yupz . . itu adalah lagu Ada Band dan ku dengerin ajah tuh vokalisnya ngamen di HP,
Malam kehadiran cinta . . sambut jiwa baru . . telah lama ku tunggu, hadirmu di sini
Namun hanya ruang semu, yang nampak padaku . . meski sulit harus ku dapatkan,
Kerinduan yang mendalam . . terbitkan hasratku
Sambutlah tangan ini, terima janjiku . . rasakan cinta yang tulus
Lewat aliran darahku, menyatu seiring dalam kasih,
Kau auraku
Oh pancarkan . . sepercik harapan . . datanglah merasuk . .
Menjelma, meleburkan cinta . . . ku bawa kau terbang
Menembus . . awan yang beriring
Kembangkan senyuman,
Bagai bunga . . bawa keindahan
( Ada Band – Kau Auraku – 2004 )
Benar-benar mantap deh, hujan malam itu dan setibanya di Pal 6 tanpa panjang lebar aku langsung saja mencari ojek dan menuju ke rumah, namun ada perasaan lain, “Tidak !!! aku harus menuju ke rumah”, ke rumah Melly maksudnya . . Semangat !!!!! Dan ku teringat Melly sangat suka sama Kebab King# and ku beliin deh tuh, setibanya di depan pagar rumah Melly ku usir saja dah tu paman ojek yang pasti akan merusak pemandangan, ku coba terobos pagar rumah Melly dan hujan pun turun, aku sempat gugup bukan karena takut di sambar petir, melainkan “mobil yang biasanya berfose di depan rumah kok jadi pade hilang gini?”, tanyaku dalam hati. Ya Udah deh, telepon Melly, namun ngga ada jawaban, “apa sedang jalan ya?”, pertanyaan yang hampir menghancurkan kepercayaan diriku perlahan-lahan berdatangan, malam itu hujan mulai membasahi sekujur tubuhku, pokoknya seperti yang di sinetron-sinetron gitu deh, nasibku. Terpaksa ku ketok rumah Melly, tetap tak bergeming, “Apakah Kebab ini ku gantung di Pintu aja ya?”, tanyaku kian pasrah walau paman ojek yang nunggu pasrah lagi deh mukanya “ moga aja dapat bayaran menunggu”, dalam hati paman ojek. Aku pun merasa lelah menanti, tiba-tiba saat langkah ini mulai beranjak pergi dan tinggal satu langkah lagi keluar dari pagar, tiba-tiba pintu rumah berbunyi kletek... sontak mata ini tertuju ke arah datangnya suara itu dan pintu pun terbuka, dan Melly’s Father bukain pintunya, “Oh . . benar-benar bagai sinetron korea malam ini, bagai kekasih yang ingin pergi namun ketika naik kereta api atau alat transportasi semacamnya kekasihnya menahan dan menyatakan perasaannya, lagu pun berbunyi darimana datangnya itu tidak penting, yang penting filmnya habis gitu deh, begitu juga malam ini, namun ku sesali ayahnya melly yang bukain pintu coba aja kalo Melly pasti romantis, waduh . . tatapan matanya benar-benar curiga deh padaku, tapi di balik pintu, ada Melly yang keluar sambil tertawa dan tersenyum padaku. Langsung saja ku unjuk deh, itu kebab sebagai pertanda janjiku dulu kepadanya. Syukurlah aku waktu itu baru potong rambut.
“ Om, ini ada Kebab, saya kemarin janji sama Melly om”, tampak bodoh aku bicara.
“ . . .”, ayah Melly diam seribu bahasa menatapku.
( Dug . . Dug . . jantungku berdetak )
Dan Melly pun ngambil tu kebab hingga akhirnya Ayah Melly tersenyum menatapku, aku pun berharap ekspresi itu ialah tulus dari ayah melly, dan Melly menutup pintu, aku pulang dengan bahagia walau meski basah kuyub, tapi itulah pengorbanan, menyenangkan sekali rasanya dapat melakukan hal yang gila seperti malam ini, ucapku dalam hati di tambah dengan aku menikmati mandi hujan ini, ku biarkan air hujan memeluk ragaku sembari pertanda kebahagiaan yang tak bisa ku inderakan. Aku pun teriak-teriak sambil nyanyiin lagu Naff, Akhirnya Ku Menemukanmu.
“ Akhirnya Ku Menemukanmu !!!!”, teriakku yang makin menggila di jalanan, yah semoga aja paman ojeknya mengerti arti Fallin in Love.
Walau putih abu-abu ini tak lagi ada di tubuhku, ya putih abu-abu sudah ku berikan pada anak tetangga yang masih SD, lumayan buat beberapa tahun ke depan, kali aja baju putih abu-abu nanti mahal harganya, lumayan kan bisa di jadiin cadangan. Namun, perasaan ini tak akan ku biarkan memudar meski sangat jarang aku bisa tertawa dengannya seperti yang dulu. Aku sangat bahagia, terlampau indah perasaan ini sangat sulit aku pejamkan mata saking bahagianya, walau merdunya hujan membahana bumi antariksa ini.
Masih terasa rindu kala itu, takjub aku pada skenario Sang Pencipta yang telah mengizinkan ku menemui Melly di masa terakhir sekolah dulu, aku telah terlarut dalam rindu yang menghujam jantung, sebuah alunan kesunyian yang selalu terdengar saat itu sudah tak lagi menerobos telingaku, di karenakan manis sosok yang dia hadirkan ketika aku lagi makan roti bakar sambil minum es Capuchino dan rapuhnya jiwa yang dia adukan kepadaku ketika angin berhembus dari arah laut.
Andai aku bisa mengulang kembali waktu sedetik saja untuk kembali ke saat itu, kembali ke saat kami bersama layaknya selebritis yang jadi perbincangan publik begitu berdekatan dengan lawan jenis oleh penduduk satu SMA, akan ku katakan perasaan ini, benar ku begitu sedih karena ku tak bisa mengatakan “ Aku Menyayangimu . . .”, sesalku seperti lagu Jauh Mimpikunya Peterpan. Aku bertanya, Mengapa terjadi pembelokan sinar ketika cahaya dari daratan memasuki kolam air? Eh bukan itu, Aku bertanya, Mengapa aku sebodoh ini mengejar dan rela ditikam belati rindu yang pedih ini hanya untuk dia? dan Mengapa aku selalu memikirkannya dan ingin berjumpa dengannya kala sepi menyapa?
Dulu, di penghujung masa SMA, aku pernah berpikir dan itu benar, pasti akan tiba hari di mana aku kan melihatnya tuk yang terakhir, akan datang hari di mana aku akan kehilangannya, hari di mana aku rindukan tawanya, hari di mana kesepian menyapaku, dan hari di mana aku akan mencari dan hari di mana aku harus berdiri tegak mengangkat kepala dan menghela nafas untuk merelakan bahwa . . . Melly . . . bukanlah untukku.
Maka dari itu, dulu aku pun tak ingin merelakan sekejap momen bila kami berdua dalam satu adegan episode di sekolah, karena itu . . . karena mungkin saja, itulah hari terakhir aku bisa tertawa layaknya teman yang tak pernah berubah statusnya, benar teman . . . bukanlah kekasih, dan andai aku ini pujangga akan ku berikan ribuan kata indah dengan rangkaiannya yang memendam maksud dalam alphabet, akan ku bacakan di tengah lapangan bola dengan mic dari kantor saat penjaga piket lengah sambil teriak “ AKU MENCINTAIMUUUU !!!!”, yang mungkin membuat siswa satu sekolah yang sedang belajar beranjak keluar dari kelas tanpa mempedulikan gurunya. Mungkin yang akan terjadi aku akan di skors atau di suruh bersihin WC, tapi itu jauh lebih baik dari memendam sesutu yang sangat ingin di ucapkan. Memendam = sakit, itu merupakan rumus yang tak kalian temukan di buku ataupun ensiklopedia namun hanya berlaku di novel ini, hehe.
( Sore . . . sebelum Pengayaan 2011 )
Tepat di kursi tua panjang depan kelas Bahasa Inggris kami bicara, tepat di sana kami bermimpi, tepat di sana kami ngerjain PR dan tepat di sana hatiku mulai bergetar, sementara teman-temanku melihat aku dari bawah sambil bisik-bisik, aku tak peduli itu, aku lebih peduli bagaimana nanti cara buka HP pas UN, di mana setiap rangkaian kata dari Melly terdengar begitu indah walau aku sudah ngantuk habis makan Nasi Kuning PH ( Paman Huri ), tapi aku begitu menikmati saat itu, di mana tatapan matanya menstimulsi otakku bekerja dan secara spontan terbentuklah sebuah puisi.
LEMBARAN TERAKHIR
( Karya : M. Aditya Athaillah – 2011 )
Kertas putih . . . tampak pudar,
Tertuliskan kisah indah
Kau menjadi . . . peran utama
Dalam kisah ini
Banyak cerita yang tlah kita lalui bersama
Dalam suka duka
Begitu indah . . . kisah yang ada . . .
Harus usai sudah,
Dan kini . . . semuanya telah usai
Tinggalah kenangan mimpiku
Tibalah di lembar terakhir
Izinkan ku tulis kata tamat
Buka jantungku, ada luka yang harusnya tak tercipta
Di penghujung waktuku . . .
Lihat hatiku, ada luka yang yang harusnya tak tercipta
Semua haruslah berakhir
Lembaran terakhir . . . Lembaran terakhir . . .
Kertas putih . . .
Kertas putih . . . tampak pudar tertuliskan kisah indah
Di mana dalam puisi ini merupakan sebuah refleksi dari perasaanku ketika hari terakhir aku melihat Melly, ketika di mana tak lagi telinga ini mendengar tawanya, sungguh . . . perpisahan itu kian mendekat, aku bertanya, “bagaimana caranya untuk dapat mengatakan perasaan ini?” aku tak mampu dan aku tak bisa menyatakannya, hingga tiba nanti saatnya aku mungkin akan galau dan inspirasi membuat lagu bertemakan galau kian memenuhi otakku.
“Aku pernah berpikir dan itu benar, pasti akan tiba hari di mana aku kan melihatnya tuk yang terakhir, akan datang hari di mana aku akan kehilangannya, hari di mana aku rindukan tawanya, hari di mana kesepian menyapaku, dan hari di mana aku akan mencari dan hari di mana aku harus berdiri tegak mengangkat kepala dan menghela nafas untuk merelakannya memang bukanlah untukku”.
Hingga kini, memasuki masa perkuliahan tiba tepat pada tanggal 3 April hari Rabu, ketika itu aku mendapatkan kesempatan untuk mewakili Fakultas Kehutanan ikut lomba Debat Bahasa Inggris, hari itu segenap penantianku akan menemukan jawabannya. Mungkinkah, masih membekas di pikirannya sosokku yang lucu dan imut-imut ini, namun itu tidaklah penting selain aku dapat menemukannya. Perutku sudah berbicara “ Woi . . !! aku lapar !!!”, seketika itu aku menerobos Fakultas Ekonomi mencari makan dan berharap aku kan mampu mengejutkannya “ DUUAAARR!!!”, hehe. Tanpa panjang lebar, ku pesan deh tu Nasi Goreng, ngga ada cabe lagi..., yah udahlah yang penting bisa ketemu Melly, dan muncul sosok wanita cantik, siapakah gerangan dirinya? Oh, dengan gaya yang menawan, setelan baju rapi seolah lukiskan bentuk tubuh dengan balutan semir dan kacamata layaknya businesswoman, “Ka Anis !!”, teriakku. “ Eh, Adit? Kamu kuliah di sini juga ya?”, tanyanya dengan begitu mempesona. “ ngga . . ikut lomba di Rektorat ka”, kataku. “ Oh, gitu ya J”, sahutnya. Bergegas Anis meninggalkanku nampaknya terburu-buru atau mungkin saja takut lihat wajahku, tapi yang penting aku bahagia menemukan kepingan kenangan yang hilang.
Menunggu . . menunggu . . ku tengok jarum jam, tetap bergulir dan Melly tetap tak hadir, seketika itu, aku melihat ke dalam, aku melihat . . ya aku melihat Melly, “ Eh, Adittt . . . !!! hahaha”, seru Melly tertawa bahagia melihatku, aku hanya bisa diam melihat eloknya tubuh itu dan terkagum akan keindahan semesta ini. Berbeda, terlihat ada yang lain kala itu, benar dia begitu cantik dan aku pun mulai tersenyum dan tertawa seakan penantianku usai sudah, aku sangat bahagia melihatnya. Benar . . . Aku masih mencintainya, dan seandainya kami di takdirkan tuk berjumpa, tak akan ku lepaskan lagi dia untuk selamanya. Dan ku tahu, mencintainya adalah hal terindah dalam hidupku, dan saat ku harus kehilangannya adalah luka terindah dalam hidupku.
T A M A T
Biofile
Malam senin 9 Mei 1993 telah terlahir ke bumi pertiwi ini seorang putra yang mungkin pabila kalian lihat dari jarak 5 km sangatlah gagah, yes . . my name’s Adit, bisa di tulis di lembar jawaban Ujian Nasional M. Aditya Athaillah. Anak ini berbeda dengan anak yang lainnya terutama dalam hal bentuk wajah yang bisa di bilang gampang di ingat. Hobi dari anak yang sangat baik ini begitu banyak, di antaranya saja menulis, membaca, karoke di Bathroom, ngepuisi dan melihat langit senja. Lelaki gagah penyuka masakan manado dan padang ini sangat mengidolakan Nabi Muhammad SAW, Choi Si Won, Ariel N O A H dan Lionel Messi. Inspirasi yang di peroleh terkadang sangat bertentangan dengan akal sehat manusia dan selebay-lebaynya deh. Di mana saya sendiri sebagai penulis juga ngga ngerti mengapa bisa tercipta ini novel, tapi yang pasti ini jujur dari kisah galau gue friend, dari persahabatan, cinta, heartbreak, mimpi dan farewell.
Dan selamat menikmati novel ini, semoga dapat kita ambil hikmah dari ini semua, Amiin.
Thanks To . . .
· Pertama-tama dan yang paling utama kepada Allah SWT beserta Nabi besar Muhammad SAW beserta sahabat hingga pengikut beliau hingga akhir zaman
· Mama, Ayah dan keluarga, sahabat serta kerabat + sanak saudara
· Teman-teman dan semua yang pernah mengisi hariku
· Tetangga, Imam Masjid beserta pasukannya
· Terbaik dan Terindah selamanya : Rizal, Taupik, Andre ( sorry sulit di ajak ngumpul )
· DESTINY ( Falah, Rahya, Baweh : tak kan pernah ada yang lain di sini . . . )
· Guru, Paman sekolah dan teman-teman TK Asyiah ( Fauzi, Sofyan, Teras : isikan pulsa 5000 )
· Guru, teman-teman SDI Sabilal Muhtadin ( Fatih : uy, nukar es kacong di sangiti kepsek ) , Rizko, Hendy, Anshari )
· Guru, teman-teman SMPI Sabilal Muhtadin ( Mirza, Ijul, Gilvi beserta wajah lainnya yang selalu mengisi nada yang sunyi )
· Guru, teman-teman SMAN 7 ( Firsa, Fachru, Atib ( mata dewa ) dan Rosmana ( Astaghfirullah .... salah jawaban Bio ))
· Keluarga Besar IPA 1 SMAN 7 Banjarmasin ( absen 1 sampai 35 )
· Bu Anis yang sukses mengambil HP waktu TRY-OUT, dan Pa Narmin
· Satpam dari SD hingga SMA ( Thamrin, senpai Taupik ( Hajaaarrrr ... ), Hadi ( umay lah penyarikannya ))
· Mama Anshari beserta Pa Yadi Sabilal yang menjebloskanku ke SMAVEN
· SAHABAT PETERPAN ( Borneopaners ), martapura n Bjb < Fachru, Hanna, Brian Depot 59 )
· N O A H, Pee Wee Gaskins, Killing Me Inside, Lyla, Super Junior, Ariel
N O A H yang telah memberi inspirasi
· Paman Pentol FISIP, Otong + Ujang, dan pentol Sabilal yang menjadi inspirasi dalam puisi novel ini
· Beralih ke FOOTBALL >>> Frank Lampard, Matta, Drogba, Messi n Oliver Khan.
· Tukang Upah tugas dari guru dan dosen
· Teman-teman Fakultas Kehutanan ( Rimbawan ) yang telah menghidupkan kembali rasa yang pernah terkubur dalam suatu hari biruku.
· Motivator yang ada di saat duka menghimpitku ( Pa Bukhari, Satpam Rumah Sekda )
· Dede
· Bu Bayti yang telah memberi kesempatan saya dalam menuangkan kreasi di sini.
· Paman Ojek yang selalu ada dalam guliran waktu dan kita bersama menerjang angin ( Anas, Iskandar, Hanafi dan PAL 6)
· Paman Taksi Martapura yang selalu tunjukkan kerasnya hidup ( Rambo + anaknya, dan lainnya )
· Semua wanita yang telah mengisi drama cintaku ( Septy, Kiki IPA 2, Farah, Lala, Sofya, Ayu, Citra, Wenda )
· Nawal terima kasih telah membuat aku bahagia dalam masa SMP ku, kaulah wanita yang sesungguhnya pertama kali mengenalkanku pada C I N T A dan di sini masih ada kata yang tertinggal untukmu.
· Hana, begitu indah dulu saat kau terbangkanku entah mengapa bisikan kelam itu racunimu hingga kecewakanku, tapi lumayan akting kamu bisa ku tiru buat nanti
· Anis, seharusnya waktu itu kita tak perlu bertemu, hingga kini kau begitu mempesona terlihat di balik layar kenanganku.
· Listi, ternyata benar kata orang ‘ Sengsara membawa Nikmat ‘ dan that is right, saat ku lihat kau di dokter dulu, hatiku mulai merasakan feel yang berbeda dari segala cerita yang ada
· Melly, thanx udah dengerin curhat dan baca puisi serta percaya padaku terutama jawaban pas ulangan, maaf . . . andai kau tahu sebenarnya ada rasa yang tumbuh di Penghujung Cerita itu, dan hingga kini rasa itu masih hangat ku simpan dalam oven hatiku, kaulah my inspiration ku yang tak ada habisnya tuk di ceritakan, sungguh . . . hatiku masih ingin bersamamu saperti waktu kita duduk bersama menatap keindahan dunia di bawah ‘ Lantunan Langit Senja ‘
· Depot Citra Rasa, Mie Dadang, Mie Jogja, Sari Patin, Bungo Tanjuang, Cianjur dan lainnya terima kasih “ kenyang rasanya perutku “
· Perpustakaan KODYA BJM yang telah jadi saksi bisu cerita perjuanganku
· Teman-teman seluruh fakultas
· My Fav. Salon > Johny Andrean, Halim
· Wardrobe : S O G O, Ray Surf, Hoops
· Teman-teman di Ganesha Operation 2007-2011 ( Azmi, Sojo, Wisnu, Herlambang, Kausar. Ect )
· STAF pengajar GO ( Pa Sumadi, Bu Yuli, Bu Ratna, Pa Eko, Budi ect. )
· STAF pengajar Lia LBPP ( Mr. Dany, Mr. Atin, Mrs. Evi, Mrs. Nunu )
· Teman di Lia LBPP ( Untung, Roby, Fernando, Sarifah, Ka Yusuf Bahtimi )
· Satpam Mesjid Sabilal yang menghajar kami
· Pa Sauqi dan Bu Hamnah yang buatku mengerti SHALAT 5 WAKTU
· Segala kisah yang mendewasakan ku
· Malam, Mimpi, Cerita, Sunyi, Kelam, dan Luka beserta segalanya yang menjadikanku BERLIAN yang terus benderang
· Dan semua yang tak bisa di sebut satu persatu di sini.
· Dan Pembaca Novel ini, The Thousand Thanx 4 U J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar