LIPIDA
Oleh : Hadi Wagianoor
I. PENDAHULUAN
Salah satu kelompok
senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan atau manusia dan yang
sangat berguna bagi kehidupan manusia adalah lipid. Senyawa yang termasuk dalam
lipid tidak mempunyai rumus struktur yang serupa atau mirip. Sifat kimia dan
fungsi biologisnya juga berbeda-beda. Lipid dapat diperoleh dari hewan atau
tumbuhan dengan cara ekstraksi menggunakan alkohol panas, eter atau pelarut
lemak yang lain. Jaringan bawah kulit disekitar perut, jaringan lemak sekitar
ginjal mengandung banyak lipid terutama lemak kira-kira sebesar 90%, dalam
jaringan otak atau dalam telur terdapat lipid kira-kira sebesar 7,5% - 30%.
Lemak yang kita kenal
dalam bentuk padat dan minyak yang kita kenal dalam bentuk cair termasuk dalam
senyawa yang disebut lipida. Lemak dan minyak dalam istilah kimia adalah
senyawa triacylgliserol. Pemecahan atau hidrolisa triacylgliserol akan
menghasilkan senyawa gliserol dan asam lemak. Perbedaan lemak dan minyak
terletak pada asam lemak penyusun triacylgliserol. Pada lemak, asam lemaknya
sebagian besar adalah asam lemak jenuh, sedangkan pada minyak sebagian besar
adalah asam lemak tidak jenuh.
Selain lemak dan
minyak, yang termasuk dalam lipida adalah sterol, cholesterol, lilin,
phosphogliserida, dan sfingolipida. Semua senyawa yang termasuk dalam lipida
dicirikan oleh sifatnya yang tidak larut dalam air
II. BAHASAN
A. Pengertian Lipida
Lipida adalah kelompok dari lemak dan senyawa organik yang mempunyai sifat fisika seperti lemak. Sifat fisika yang dimaksud adalah:
1.Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam satu atau lebih dari satu pelarut organik misalnya eter, aseton, kloroform, benzena, atau yang sering disebut “pelarut lemak”.
2.Ada hubungan dengan asam-asam lemak atau esternya.
3.Mempunyai kemungkinan digunakan oleh makhluk hidup.
B. Fungsi Lipida
Lipida mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:
1.Penyusun membran sel.
2.Molekul energi cadangan.
3.Lapisan pelindung pada beberapa sel.
4.Vitamin dan hormon.
C. Penggolongan Lipida
Senyawa lipida dibagi menjadi beberapa golongan. ada beberapa cara penggolongan yang dikenal, yaitu:
1.Bloor membagi lipida kedalam tiga golongan besar, yaitu:
a.Lipida sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol. Contohnya lemak atau gliserin dan lilin.
b.Lipida gabungan, yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan. Contohnya fosfolipid dan serebrosida.
c.Derivat lipida, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid. Contohnya asam lemak, gliserol, dan sterol.
2.Berdasarkan sifat kimia penting, lipida dibagi dalam dua golongan besar. Yaitu:
a.lipida yang dapat disabunkan, yakni dapat dihidrolisis dengan basa. Contohnya lemak.
b.lipida yang tidak dapat disabunkan. Contohnya steroid.
3.Berdasarkan kemiripan struktur kimianya, dibagi menjadi:
a.Asam lemak
b.Lemak
c.Lilin
d.Fosfolipida
e.Sfingolipida
f.Tarpen
g.Sterioda
h.Lipid kompleks
A. Pengertian Lipida
Lipida adalah kelompok dari lemak dan senyawa organik yang mempunyai sifat fisika seperti lemak. Sifat fisika yang dimaksud adalah:
1.Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam satu atau lebih dari satu pelarut organik misalnya eter, aseton, kloroform, benzena, atau yang sering disebut “pelarut lemak”.
2.Ada hubungan dengan asam-asam lemak atau esternya.
3.Mempunyai kemungkinan digunakan oleh makhluk hidup.
B. Fungsi Lipida
Lipida mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:
1.Penyusun membran sel.
2.Molekul energi cadangan.
3.Lapisan pelindung pada beberapa sel.
4.Vitamin dan hormon.
C. Penggolongan Lipida
Senyawa lipida dibagi menjadi beberapa golongan. ada beberapa cara penggolongan yang dikenal, yaitu:
1.Bloor membagi lipida kedalam tiga golongan besar, yaitu:
a.Lipida sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol. Contohnya lemak atau gliserin dan lilin.
b.Lipida gabungan, yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan. Contohnya fosfolipid dan serebrosida.
c.Derivat lipida, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid. Contohnya asam lemak, gliserol, dan sterol.
2.Berdasarkan sifat kimia penting, lipida dibagi dalam dua golongan besar. Yaitu:
a.lipida yang dapat disabunkan, yakni dapat dihidrolisis dengan basa. Contohnya lemak.
b.lipida yang tidak dapat disabunkan. Contohnya steroid.
3.Berdasarkan kemiripan struktur kimianya, dibagi menjadi:
a.Asam lemak
b.Lemak
c.Lilin
d.Fosfolipida
e.Sfingolipida
f.Tarpen
g.Sterioda
h.Lipid kompleks
D. Lipida Berdasarkan
Kemiripan Struktur Kimianya
berdasarkan kemiripan
struktur kimianya, lipida dibagi menjadi beberapa macam yaitu:
a.asam lemak
Asam lemak adalah asam
organik yang terdapat sebagai ester trigliserida atau lemak, Berasal dari hewan
atau tumbuhan. Asam lemak ini adalah asam karboksilat yang mempunyai rantai
karbon panjang.
b.Lemak
Lemak adalah suatu
ester asam lemak dengan gliserol. Gliserol ialah suatu trihidroksi alkohol yang
terdiri atas tiga atom karbon. Lemak pada hewan umumnya berupa zat padat pada
suhu ruangan. Sedangkan lemak yang berasal dari tumbuhan berupa zat cair.
c.Lilin
Yang dimaksud dengan
lilin (wax) disini ialah lemak dengan monohidroksi alkohol yang mempunyai
rantai karbon panjang, antara 14 sampai 34 atom karbon. Sebagai contoh alkohol
adalah setil alkohol dan mirisialkohol.
Lilin dapat diperoleh
dari lebah madu dan dari ikan paus atau lumba-lumba. Pada tumbuhan terdapat
pada epidermis daun, batang, dan buah.
d.Fosfolipida
d.Fosfolipida
Fosfolipida atau
fosfatidat ialah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam
fosfat. Oleh karenanya fosfolipida ialah suatu fosfogliserida. Senyawa-senyawa
dalam golongan fosfogliserida dapat dipandang sebagai derivat asam α
fosfatidat. Gugus yang diikat oleh asam fosfatidat antara lain kolin,
etanolamina, serin, dan inositol. Dengan demikian senyawa yang termasuk fosfolipid
ini ialah fosfatidilkolin, fosfatidiletanolamina, fosfatidilserin, dan
fosfatidilinositol.
Fosfolipid pada
tumbuhan terdapat dalam kedelai. Pada manusia atau hewan terdapat dalam telur,
paru-paru, dan jantung.
e.Sfingolipida
Senyawa yang termasuk
golongan ini dapat dipandang sebagai derivat sfingosin atau mempunyai struktur
yang mirip, misalnya dihidrosfingosin. Terdapat dalam memberan sel tumbuhan
maupun hewan, dan dalam saraf dan otak. Sfingolipida terdiri dari 3 komponen
yaitu: 1 molekul sfingosin, 1 molekul asam lemak, dan 1 kepala polar.
f.Terpen
Tarpen ialah senyawa yang molekulnya dapat dianggap terdiri atas beberapa molekul isoprena (2-metilbutadiena) atau mempunyai hubungan struktural dengan isoprena.
CH2
H2C = C – CH = CH2
Isoprena
Tarpen ialah senyawa yang molekulnya dapat dianggap terdiri atas beberapa molekul isoprena (2-metilbutadiena) atau mempunyai hubungan struktural dengan isoprena.
CH2
H2C = C – CH = CH2
Isoprena
Yang termasuk tarpen
antara lain ialah sitral, pinen, geraniol, kamfer, karoten, vitamin A, fitol,
dan skualen. Sitral, pinen, dan geraniol terdapat dalam minyak atsiri (minyak
yang mudah menguap) yang berasal dari tumbuhan misalnya minyak mawar. Kamfer
dalam alam terdapat dalam pohon camfer (chinnamomum camphora). Karoten terdapat
dalam wortel. Vitamin A dapat diperoleh dari minyak ikan paus.
g.Steroid
Ada sejumlah besar
senyawa lipid yang mempunyai struktur dasar yang sama dan dapat dianggap
sebagai derivat perhidrosiklopentanofenantrena, yang terdiri atas 3 cincin
sikloheksana terpadu seperti bentuk fenatrena dan sebuah cincin siklopentana
yang bergabung pada ujung cincin sikloheksana tersebut.
Beberapa senyawa
penting yang termasuk golongan steroid akan dibahas berikut ini:
a.Kolesterol
a.Kolesterol
Kolesterol adalah
steroid yang terdapat pada hampir semua sel hewan dan manusia. Pada tubuh
manusia kolesterol terdapat dalam darah, empedu, kelenjar adrenal bagian luar
(adrenal cortex) dan jaringan syaraf. Apabila dalam konsentrasi tinggi,
kolestrol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak berwarna, tidak berasa,
dan tidak berbau dan mempunyai titik lebur 150-151 C.
b.Ergosterol
Sterol ini mempunyai struktur inti sama dengan 7 Dehidrokolesterol tetapi berbeda pada rantai sampingnya. Apabila terkena sinar ultra violet juga akan membentuk vitamin D.
CH2 CH2 CH2
CH2 CH-CH = CH –CH – CH CH3
CH2
c.Asam-asam empedu
Sterol ini mempunyai struktur inti sama dengan 7 Dehidrokolesterol tetapi berbeda pada rantai sampingnya. Apabila terkena sinar ultra violet juga akan membentuk vitamin D.
CH2 CH2 CH2
CH2 CH-CH = CH –CH – CH CH3
CH2
c.Asam-asam empedu
Cairan empedu dibuat
oleh hati dan disimpan dalam kantung empedu yang kemudian dikeluarkan kedalam
usus dua belas jari (duodenum) untuk membantu proses pencernaan makanan. Cairan
empedu ini mengandung bilirubin yaitu zat warna yang terjadi dari penguraian
hemoglobin, asam-asam empedu dalam bentuk garam empedu dan kolesterol. Asam
empedu yang terdapat dalam cairan empedu antara lain asam kolat, asam
deoksikolat, dan asam litokolat.
OH CH3
CH = CH2 –CH2 –CH3COOH
Asam kolat
E. Tata Nama Lipida
Rantai atom C ― 28 atomC
Terbanyak 2 ― 18 atom C
Penamaan asam lemak didasarkan pada ∑ atrom C yang menyusun rantai asam lemak.
Secara umum, dari alkana ditambah akhiran OAT. Misalnya: C4 → Butanoat, C6 → Hexanoat, dst.
Untuk asam lemak tak jenuh ditambah kata di untuk 2 buah ikatan rangkap 2, tri untuk 3 buah, dst. Misalnya:
CH3 – (CH2)3 – C = C - (CH2)7 - COOH
H H
Namanya : Sis 9. Tetradekanoat
III. PENUTUP
Kesimpulan
1.Lipida adalah kelompok dari lemak dan senyawa organik yang mempunyai sifat fisika seperti lemak.
2.Lipida mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:
a.Penyusun membran sel
b.Molekul energi cadangan
c.Lapisan pelindung pada beberapa sel
d.Vitamin dan hormon
3.Berdasarkan kemiripan struktur kimianya, dibagi menjadi:
a.Asam lemak
b.Lemak
c.Lilin
d.Fosfolipida
e.Sfingolipida
f.Tarpen
g.Sterioda
h.Lipid kompleks
DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. UI Press: Jakarta
http://kompas.com/kompas-cetak/0309/04/ilpeng/53698.htm
CH = CH2 –CH2 –CH3COOH
Asam kolat
E. Tata Nama Lipida
Rantai atom C ― 28 atomC
Terbanyak 2 ― 18 atom C
Penamaan asam lemak didasarkan pada ∑ atrom C yang menyusun rantai asam lemak.
Secara umum, dari alkana ditambah akhiran OAT. Misalnya: C4 → Butanoat, C6 → Hexanoat, dst.
Untuk asam lemak tak jenuh ditambah kata di untuk 2 buah ikatan rangkap 2, tri untuk 3 buah, dst. Misalnya:
CH3 – (CH2)3 – C = C - (CH2)7 - COOH
H H
Namanya : Sis 9. Tetradekanoat
III. PENUTUP
Kesimpulan
1.Lipida adalah kelompok dari lemak dan senyawa organik yang mempunyai sifat fisika seperti lemak.
2.Lipida mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:
a.Penyusun membran sel
b.Molekul energi cadangan
c.Lapisan pelindung pada beberapa sel
d.Vitamin dan hormon
3.Berdasarkan kemiripan struktur kimianya, dibagi menjadi:
a.Asam lemak
b.Lemak
c.Lilin
d.Fosfolipida
e.Sfingolipida
f.Tarpen
g.Sterioda
h.Lipid kompleks
DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. UI Press: Jakarta
http://kompas.com/kompas-cetak/0309/04/ilpeng/53698.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar